Ciri-ciri Rhizopoda (Sarcodina)

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Ciri-ciri Rhizopoda antara lain bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), bentuk tubuh berubah-ubah, ada yang bercangkang/tidak

Rhizopoda (Yunani, rhizo = akar, pod = kaki) atau Sarcodina (Yunani, sarco = daging) adalah Protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki palsu atau semu). Pseudopodia (Yunani, pseudes = palsu, pod = kaki) merupakan penjuluran sitoplasma yang terbentuk saat bergerak untuk mendekati sumber makanan.

Pseudopodia dapat muncul dari permukaan sel bagian mana saja. Sitoskeleton yang terdiri atas mikrotubul dan mikrofilamen berperan dalam pergerakan pseudopodia. Pada saat bergerak, Rhizopoda menjulurkan pseudopodia dan mengaitkan ujungnya, kemudian sitoplasma akan lebih banyak mengalir ke pseudopodia. Bentuk pseudopodia ada yang tebal membulat atau tipis meruncing.

Pada Rhizopoda bercangkang, misalnya Foraminifera (Globigerina) dan Arcella, pseudopodia menjulur keluar melalui suatu lubang yang terdapat pada cangkang. Cangkang tersebut berukuran sekitar 0,5 mm hingga beberapa sentimeter yang tersusun dari campuran protein dan kalsium karbonat atau silikat.

Ciri-ciri Rhizopoda antara lain:

bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), bentuk tubuh berubah-ubah, ada yang bercangkang/tidak. memiliki ektoplasma dan endoplasma, memiliki vakuola makanan dan vakuola kontraktil menelan makanannya, reproduksi vegetatif dengan membelah diri, dan hidup bebas/parasit.

Bentuk dan struktur tubuh Rhizopoda

Bentuk sel Rhizopoda terutama yang telanjang (tidak bercangkang) tampak selalu berubah-ubah, misalnya pada Amoeba. Sitoplasma di dalam sel Amoeba dapat dibedakan menjadi ektoplasma (plasma bagian luar) dan endoplasma (plasma bagian dalam). Ektoplasma bersifat lebih kental daripada endoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat inti sel, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan organel sel eukariotik lainnya. Sitoplasma dikelilingi oleh membran plasma yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur keluar masuknya suatu zat, sebagai tempat pertukaran udara, dan reseptor rangsangan.

a)      Membrane sel atau membrane plasma

Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma.Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.Ciri-ciri Rhizopoda

b)     Inti sel (nucleus) 

Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.

c)      Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil) 

Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vakuola kntraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis disekitarnya.

d)     Rongga makanan (vakuola makanan )

Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikleuarkan melalui rongga berdenyut.

b. Cara Rhizopoda menangkap dan mencerna makanan

Rhizopoda bersifat heterotrof dan memangsa Protozoa lain, Ciliata, bakteri, maupun alga uniseluler. Rhizopoda mendekati sumber makanan dengan menjulurkan kaki semu. Kaki semu akan mengelilingi sumber makanan hingga permukaan membran yang mengelilingi makanan tersebut bertemu. Dengan demikian, terbentuklah rongga makanan di dalam tubuh Rhizopoda. Rongga makanan tersebut disebut vakuola makanan. Vakuola makanan akan mencerna makanan di dalamnya sambil beredar di sitoplasma. Sari makanan hasil pencernaan akan masuk ke sitoplasma secara difusi, sedangkan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dan berbentuk padat tetap berada di dalam vakuola. Vakuola yang berisi sisa-sisa makanan padat tersebut bergerak ke tepi sel. Sesampainya di tepi sel, membran vakuola akan pecah sehingga sisa makanan padat dapat dikeluarkan dari tubuh. Sementara makanan yang berbentuk cair akan diatur oleh vakuola kontraktil, yaitu dengan cara berdenyut (mengembang dan mengempis) untuk memompa cairan ke luar dan sel.

c. Reproduksi Rhizopoda

Rhizopoda hanya bereproduksi secara vegetatif, sedangkan reproduksi secara generatif tidak diketahui. Rhizopoda bereproduksi secara vegetatif melalui berbagai mekanisme pembelahan sel yang mengarah ke pembelahan mitosis. Namun, tahap-tahap mitosis tidak tampak dengan jelas. Contohnya, pada proses pembelahan sel terbentuk benang-benang spindel, tetapi membran inti tidak pernah menghilang selama proses pembelahan. Pembelahan sel diawali dengan pembelahan inti, selanjutnya membran plasma semakin melekuk ke arah dalam hingga terbentuk dua sel anakan.

d. Habitat Rhizopoda

Rhizopoda pada umumnya hidup bebas di alam, namun ada pula yang hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia. Rhizopoda yang hidup parasit dapat menyebabkan penyakit. Rhizopoda yang hidup bebas di alam dapat ditemukan di air laut, air tawar, tanah yang basah, atau tempat yang berair dan lembap. Beberapa Rhizopoda dapat membentuk kista bila kondisi lingkungan memburuk, misalnya Amoeba sp.

Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :

a. Ektamoeba

hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus

b. Entamoeba

hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.

e. Contoh Rhizopoda

1)      Amoeba proteus, hidup di tanah basah dan tidak memiliki cangkang (telanjang).

2)      Entamoeba gingivalis, hidup pada gusi dan gigi manusia dengan memakan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi dan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan radang gusi.

3)      Entamoeba coli, hidup di usus besar (kolon), tidak bersifat parasit, tetapi kadang-kadang menyebabkan diare.

4)      Entamoeba histolytica, hidup parasit di usus manusia dan menyebabkan penyakit disentri. Organisme ini menyebar melalui makanan, air minum, dan peralatan makan yang terkontaminasi protozoa tersebut dalam bentuk kista maupun dalam bentuk sel aktif.

5)      Difflugia, hidup di air tawar, mengeluarkan lendir yang menyebabkan butir-butir pasir halus dapat melekat.

6)      Arcella, hidup di air tawar. Cangkang Arcella tersusun dari zat kitin atau fosfoprotein. Cangkang tubuh bagian atas berbentuk kubah, sedangkan bagian bawah berbentuk cekung dengan lubang-lubang sebagai tempat keluarnya pseudopodia.

7)      Foraminifera, memiliki cangkang dari bahan organik dan kalsium karbonat yang keras. Foraminifera hidup di tumpukan pasir atau melekat pada plankton, ganggang, dan batuan. Pseudopodia berupa untaian sitoplasma yang berfungsi untuk berenang, menangkap mangsa, dan membentuk cangkang. Sekitar 90% Foraminifera telah menjadi fosil, cangkangnya merupakan komponen sedimen lautan. Fosil Foraminifera digunakan sebagai marker (penanda) umur batuan sedimen dan petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi. Contoh Foraminifera adalah Globigerina.

8)      Radiolaria, hidup di laut, cangkang serupa gelas, dengan bentuk yang berbeda-beda pada setiap spesies. Radiolaria yang sudah mati akan mengendap di dasar perairan menjadi lumpur radiolaria. Lumpur radiolaria dimanfaatkan sebagai bahan alat penggosok dan bahan peledak. Contohnya Colosphaera dan Acanthometron.

9)      Heliozoa (hewan matahari), hidup di air tawar. Pseudopodia Heliozoa bersifat kaku. Cangkangnya mengandung kitin atau silika seperti kaca.

Filum rhizopoda terbagi menjadi 3 ordo,yaitu ordo amoeba, ordo foraminifera dan ordo radiolaria.

1. ordo amoeba

alat geraknya adalah kaki semu gerakannya disebut gerakan ameboid.reproduksinya dengan cara pembelahan biner.
contohnya adl: entamoeba histolytica (hidup di usus halus manusia; penyebab disentri), E. gingivalis (hidup di mulut dan gigi manusia).

2. ordo foraminifera

memiliki rangka tubuh dari zat kapur ( kalsium karbonat).
contohnya adl: allogromia (hidup di air tawar). globigerina(hidup di laut).
fosil rangka globigerina yang telah trendam di dasar laut selama jutaan tahun membentuk lapisan tanah globigerina yang berfungsi sebagai penunjuk sumber minyak bumi dan penentu umur lapisan bumi.

3. ordo radiolaria

rangka terbuat dari bahan silika.
contohnya adl : litochampe, trochodiscus, dan podocyrtis.
endapan rangka radiolaria akan berguna membentuk minyak bumi, bahan peledak, dan bahan penggosok.

Ringkasan

Ciri-ciri Rhizopoda antara lain bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), bentuk tubuh berubah-ubah, ada yang bercangkang/tidak. memiliki ektoplasma dan endoplasma, memiliki vakuola makanan dan vakuola kontraktil menelan makanannya, reproduksi vegetatif dengan membelah diri, dan hidup bebas/parasit.