Ciri-ciri Protozoa

By On Wednesday, February 22nd, 2017 Categories : Sains

Protozoa, organisme bersel satu. Protozoa adalah eukariota, organisme ditandai dengan memiliki materi herediter yang tertutup dalam inti yang dibatasi oleh membran.

Protozoa, organisme bersel satu. Protozoa adalah eukariota, organisme ditandai dengan memiliki materi herediter yang tertutup dalam inti yang dibatasi oleh membran. Kebanyakan protozoa berukuran mikroskopis, mulai dari ukuran dengan panjang sekitar 0,001-0,01 mm, tetapi beberapa, termasuk amuba tertentu, cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang.

Protozoa hidup bebas makan terutama pada organisme mikroskopis seperti bakteri, ragi, alga, dan protozoa lainnya. Beberapa spesies Protozoa mengandung klorofil dan mampu membuat makanan mereka sendiri dengan fotosintesis. Banyak protozoa memakan benda mati, dan dengan demikian berguna dalam membuang limbah organik.

Ciri-ciri umum hewan Protozoa

1. Umumnya heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
2. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
3. Protozoa dapat Hidup bebas, saprofit atau parasit
4. Protozoa merupakan Organisme bersel tunggal

5. Protozoa adalah Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6. Protozoa dapat Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
7. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri

8. Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa tidak mempunyai dinding sel
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

Semua protozoa non parasit adalah organisme dasar dalam rantai makanan hewan dan piramida jumlah. Istilah-istilah ini mengacu pada hubungan makan dan populasi hewan besar untuk berturut-turut lebih kecil, lebih banyak hewan. Sebagai contoh, seseorang dapat makan beberapa ikan yang telah diberi yang telah mengkonsumsi ratusan udang yang telah makan ribuan protozoa. Dengan demikian, protozoa yang tidak langsung namun mendasar penting bagi manusia.

Ciri-ciri Protozoa

Tubuh protozoa menyerupai, secara umum, sebuah sel tunggal metazoan, atau hewan bersel banyak. Namun, tubuh protozoa sering memiliki struktur khusus yang disebut organel (“organ kecil”) tidak ditemukan dalam sel-sel metazoan. Organel melakukan fungsi yang dilakukan oleh jaringan dan organ dalam bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Sebagai contoh, banyak protozoa memiliki organel yang disebut silia (“rambut”) atau flagella (“cambuk”)- tonjolan kecil yang digunakan dalam berenang. Protozoa lainnya bergerak dengan memperluas bagian tubuh untuk membentuk pseudopodium (“kaki palsu”), di mana seluruh tubuh kemudian mengalir. Banyak protozoa memiliki lebih dari satu inti. (Hampir semua sel metazoan memiliki inti tunggal.)

Tidak seperti sel metazoan, tubuh protozoa mungkin termasuk halus, geometris berpola kerangka silika, kapur, atau bahan keras lainnya. Beberapa protozoa memiliki trikosit-halus, struktur seperti benang dengan tips berduri yang berfungsi untuk mempertahankan protozoa, sebagai jangkar tubuhnya, atau melumpuhkan mangsanya. Banyak spesies protozoa membentuk koloni yang dangkal menyerupai percabangan tanaman atau metazoa seperti kantung.

Protozoa sering mengambil makanan dan air, dan mengeluarkan limbah, oleh osmosis sederhana, pertukaran bahan larut melalui dinding tubuh. (Osmosis juga khas dari sel metazoan.) Namun, banyak protozoa memiliki organel untuk menangkap makanan. Beberapa memiliki tenggorokan yang terdefinisi dengan baik, atau mulut seperti alur. Protozoa lainnya menggunakan pseudopodia mengelilingi makanan mereka, atau menggunakan silia untuk menciptakan arus air yang menarik dekat makanan. Di dalam tubuh Protozoa, pencernaan dapat terjadi dalam organel yang disebut vakuola makanan. Organel yang disebut vakuola kontraktil memaksa mengusir kelebihan air dari sel.

Protozoa umumnya berkembang biak dengan pembelahan biner (pembagian tubuh menjadi dua bagian yang sama). Beberapa berkembang biak dengan tunas (pembagian tubuh menjadi dua atau lebih bagian yang tidak setara). Dalam kondisi tertentu, pembelahan atau tunas dapat didahului oleh konjugasi (pertukaran bahan inti selama kontak antara dua individu dari spesies yang sama). Protozoa parasit biasanya memiliki siklus hidup yang rumit yang mencakup produksi gamet, atau sel-sel generatif, dan spora, atau sel-sel vegetatif. Sebuah spora mungkin memiliki kista-penutup yang melindungi spora di lingkungan yang tidak menguntungkan atau selama transmisi dari tempat ke tempat. Beberapa protozoa hidup bertahun-tahun dalam kondisi encysted (tertutup oleh kista atau membran tebal atau cangkang).

Protozoa milik kerajaan Protista. Beberapa ahli biologi menempatkan mereka dalam filum Protozoa dan membagi mereka ke dalam kelas-kelas berikut: Mastigophora (atau Zoomastigina), bentuk mendera; Sarrodina (atau Rhizopoda), bentuk pseudopodal, Ciliata (atau Ciliophora), bentuk bersilia, Sporozoa (Apicomplexa atau), parasit bentuk dengan spora yang menginfeksi organisme lain, dan Cnidospora (orCnidosporidia), bentuk parasit dengan spora yang tidak menginfeksi organisme lain. Ahli biologi lainnya tidak mengenali filum Protozoa dan mempertimbangkan berbagai jenis untuk membuat filum daripada kelas, yang lain memisahkan protozoa ke dalam kelas tambahan atau filum.

Ciri-ciri Protozoa

Ciri-ciri Protozoa

Ukuran dan bentuk tubuh

Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 10 – 200 µ. Bentuk selnya sangat bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah. Sebagian besar protozoa memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu getar (silia), atau bulu cambuk (flagellum). Beberapa protozoa memiliki cangkang.

Struktur dan Fungsi Tubuh

Sel protozoa umumnya terdiri dari membrane sel, sitoplasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil (vakuola berdenyut), dan inti sel.

Membran Sel

Fungsi : sebagai pelindung serta pengatur pertukaran makanan dan gas

Vakuola Makanan

Fungsi : mencerna makanan. Vakuola makanan terbentuk dari proses makan sel atau sel dengan cara ‘menelan’ oleh setiap bagian membrane sel atau melalui sitostoma (mulut sel). Zat-zat makanan hasil cernaan dalam vakuola makanan masuk ke dalam sitoplasma secara difusi. Sedangkan sisa makanan dikeluarkan dari vakuola ke luar sel melalui membrane plasma.

Vakuola Kontraktil

Fungsi : mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair ke luar sel melalui membrane sel serta mengatur kadar air dalam sel. Vakuola kontraktil merupakan vakuola yang selalu mengembang dan mengempis.

Inti Sel

Fungsi : mengatur aktivitas sel

CARA HIDUP

Protozoa hidup secara heterotrof dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme. Sebagai pemangsa bakteri, protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam.

HABITAT

Protozoa hidup soliter atau berkoloni pada habitat yang beragam. Sebagian besar protozoa hidup bebas di laut atau air tawar, misalnya di selokan, kolam, dan sungai. Jenis lainnya ada yang hidup di tanah. Beberapa jenis protozoa hidup dalam tubuh hewan atau manusia dengan cara bersimbiosis.

REPRODUKSI

Protozoa sebagian besar melakukan reproduksi secara vegetatif dengan cara pembelahan biner. Pembelahan diawali deangan pembelahan inti yang diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Sebagian protozoa melakukan reproduksi generatif dengan penyatuan sel geaneratif (gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif. Reproduksi generatif dengan penyatuan inti sel disebut konjugasi.

Dalam siklus hidupnya, beberapa protozoa menghasilkan sel tidak aktif yang disebut kista. Kista diselubungi oleh kapsul polisakarida yang melindungi protozoa dari lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya kekeringan. Jika kondisi lingkungan membaik, misalnya tersedia makanan dan air maka dinding kista akan pecah dan protozoa keluar untuk memulai hidupnya kembali.

KLASIFIKASI

Protozoa yang sudah teridentifikasi berjumlah lebih dari 60 ribu species. Jenis protozoa yang sangat beragam tersebut dapat dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, dan Sporozoa.

Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhizo = akar, dan podos = kaki, atau Sarcodina (sarco = daging). Semua protozoa yang tergolong kelas Rhizopoda bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk kaki semu (pseudopodia). Bentuk pseudopodia beragam, ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. Pseupodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan. Hewan ini ada yang bercangkang, contohnya Globigerina dan ada yang telanjang, contohnya Amoeba proteus. Pada Rhizopoda yang bercangkang, pseudopodia menjulur keluar dari cangkang. Cangkang tersusun dari silica atau kalsium carbonat. Cangkang berukuran 0,5 mm.

Bentuk sel Rhizopoda berubah-ubah saat diam dan bergerak. Sitoplasma terdiri dari ektoplasma dan endoplasma. Ektoplasma adalah sel bagian luar yang berbatasan dengan membrane plasma. Endoplasma adalah plasma sel pada bagian dalam sel. Ektoplasma bersifat lebih kental daripada endoplasma. Aliran endoplasma dan ektoplasma tersebut berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia. Pada proses makan, pseudopodia mengelilingi makanan dan membentuk vakuola makanan. Di dalam valuola makanan, makanan dicerna. Zat makanan hasil cernaan dalam vakuola makanan masuk ke dalam sitoplasma secara difusi. Sedangkan sisa makanan dikeluarkan dari vakuola keluar sel melalui membrane plasma.

Rhizopoda berkembang biak secara vegetatif dengan pembelahan biner.   Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya kekeringan, Rhizopoda tertentu dapat beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista. Contoh rhizopoda yang membentuk kista adalah Amoeba. Dalam keadaan berupa kista, kegiatan hidup Amoeba menjadi tidak aktif. Amoeba akan menjadi aktif kembali jika kondisi lingkungan sesuai.

Rhizopoda umumnya hidup bebas di tanah yang lembab dan di lingkungan yang berair, baik di darat maupun di laut. Rhizopoda bersifat heterotrof dengan memangsa alga uniselluler, bakteri, atau protozoa lain.

Rhizopoda yang bebas hidup di tanah lembab, contohnya Amoeba proteus. Contoh Rhizopoda yang hidup di air tawar adalah Difflugia. Sedangkan Rhizopoda yang hidup di laut adalah dari kelompok Foraminifera, antara lain Globigerina. Rhizopoda ada yang hidup sebagai parasit di dalam tubuh hewan atau manusia. Contoh Rhizopoda parasit antara lain Entamoeba gingivalis dan Entamoeba histolytica. Entamoeba gingivalis merupakan parasit pada gusi dan gigi manusia.   Entamoeba histolytica merupakan parasit dalam usus manusia dan menyebabkan penyakit disentri. Parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang mengandung kista Entamoeba karena tercemar kotoran.

Ciliata (Ciliophora/Infusoria)

Ciliata berasal dari bahasa Latin, yaitu cilia = rambut kecil, atau ciliophora, yaitu phora = gerakan, bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Ciliata juga disebut Infusoria (Infus = menuang) karena hewan ini ditemukan juga pada air buangan atau air cucuran. Silia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Selain berfungsi untuk bergerak, silia juga merupakan alat Bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke sitoplasma. Makanan yang terkumpul di sitoplasma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.

Sel Ciliata memiliki ciri khusus lain, yaitu memiliki dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berukuran lebih besar daripada mikronukleus. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif, yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan. Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konyugasi. Ciliata juga memiliki trikokis yang fungsinya untuk pertahanan dri dari musuh.

Ciliata hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata juga hidup di dalam tubuh hewan lain secara simbiosis maupun parasit. Ciliata yang hidup bebas di alam contohnya adalah Paramecium caudatum, Didinium, Stentor, Balantidium, dan vorticella. Jenis lainnya hidup bersimbiosis dalam perut hewan pemakan rumput dan berfungsi membantu hewan tersebut mencerna sellulosa yang terdapat dalam rumput. Hanya sedikit jenis Ciliata yang hidup sebagai parasit. Salah satunya adalah Balantidium coli. Ciliata ini hidup pada usus besar ternak atau manusia dan dapat menyebabkan diare (balantidiosis).

Ciliata melakukan reproduksi secara vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif, yaitu dengan pembelahan biner membujur (transversal). Reproduksi generatif dilakukan dengan konyugasi. Proses konyugasi Ciliata pada gambar 5.11.

Flagellata (Mastigophora)

Flagellata berasal dari flagell = cambuk, atau dengan menggunakan bulu cambuk, phora = gerakan yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagellum. Sebagian besar flagellata mempumyai dua flagellum. Letak flagellum ada yang di bagian belakang sel (posterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel, dan ada yang di bagian depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik sel. Flagellata yang tidak memiliki klorofil digolongkan dalam Zooflagellata (Flagellata hewa). Contoh Zooflagellata adalah Trypanosoma dan Tricomonas.

Flagellata berkembang biak secara vegetatif dengan pembelahan biner membujur, misalnya pada Trypanosoma. Flagellata yang hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun air laut, dan ada yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan. Flagellata yang hidup bersimbiosis, misalnya Trichonympha campanula hidup pada usus rayap dan kecoa kayu. Flagellata ini membantu rayap atau kecoa mencerna kayu yang dimakan serangga tersebut.

Flagellata yang hidup parasit antara lain adalah Trypanosoma brucei menyebabkan penyakit tidur pada manusia di Afrika, Trypanosoma evansi penyebab penyakit surra pada ternak. Trichomonas faginalis penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria, serta Leishmania penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia. Trypanosoma dan Leishmania dibawa oleh jenis lalat tertentu yang menghisap darah manusia, contohnya lalat tsetse (Glossina moritans) yang menularkan penyakit tidur. Penyakit ini merusak system saraf pusat dan pembuluh darah sehingga penderita tidak dapat berbicara dan berjalan, tidur terus-menerus , dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian.

Sporozoa (Apicomplexa)

Sporozoa berasal dari bahasa Yunani, spore = biji, zoa = hewan; Sporozoa adalah hewan uniselluler yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Seluruh jenis Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia.

Sporozoa melakukan reproduksi secara vegetatif dan generatif . Pergiliran reproduksi vegetatif dan generatifnya kompleks, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi vegetatif dilakukan dengan pembelahan biner. Reproduksi generatif dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina.

Contoh Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista Toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma terutama membahayakan ibu hamil karena dapat membunuh embrio atau bayi yang dilahirkan menjadi cacat.

Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di dalam tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel-sel hati dan sel-sel darah merah (eritrosit). Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium falciparum. Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale menyebabkan malaria tertiana, Plasmodium malariae meyebabkan malaria kuartana, dan Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria yang paling berbahaya, yaitu malaria tropiokana.

Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale dapat tetap hidup, meskipun tidak aktif di dalam sel hati penderita malaria selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Akibatnya, di kemudian hari penyakit malaria dapat kambuh lagi. Pemberantasan penyakit malaria dapat dilakukan dengan memotong siklus hidup Plasmodium, yaitu dengan cara mencegah adanya genangan air atau menutup tempat penampungan air. Cara ini menyebabkan nyamuk tidak dapat tumbuh menjadi dewasa. Cara lainnya adalah dengan memberi obat (misalnya obat kina) kepada si penderita.

Siklus hidup Plasmodium terbagi menjadi dua, yaitu di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina dan di dalam tubuh manusia.

PERAN PROTOZOA DALAM KEHIDUPAN

Protozoa dapat menguntungkan dan merugikan manusia. Protozoa berperan penting dalam mengontrol jumlah bakteri di alam karena Protozoa adalah pemangsa bakteri. Di perairan, protozoa juga merupakan zooplankton dan bentos. Zooplankton dan bentos adalah sumber makanan hewan air termasuk udang, kepiting, dan ikan yang secara ekonomi bermanfaat bagi manusia. Protozoa lain menguntungkan antara lain sebagai berikut :

  • Foraminifera, cangkang atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam, dan mineral.
  • Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolarian yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.

Protozoa yang merugikan manusi, yaitu menyebabkan penyakit antara lain :

  • Entamoeba histolyca, penyebab disentri.
  • Trypanosoma brucei, penyebab penyakit tidur di Africa
  • Trypanosoma evansi, penyebab penyakit pada hewan ternak, misalnya pada sapi, kambing, dan kuda
  • Leishmania, penyebab penyakit kala azar
  • Trichomonas faginalis, parasit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki.
  • Balantidium coli, penyebab diare
  • Toxopalsma gondii, penyebab toksopalsmosis
  • Plasmodium, Penyebab penyakit malaria.