Ciri-ciri Protista Mirip Hewan

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Ciri-ciri Protista Mirip Hewan (Protozoa) antara lain bersifat eukariotik, heterotrof, uniseluler, memiliki alat gerak/tidak, bentuk tubuh tetap/berubah ubah

Protozoa (Yunani, proto = pertama, zoa = hewan) adalah organisme uniseluler (bersel satu), eukariotik (memiliki inti Sel yang terbungkus oleh membran), tidak memiliki dinding sel, heterotrof, dan pada umumnya dapat bergerak (motil). Protozoa dapat bergerak dengan menggunakan alat geraknya, yaitu pseudopodia (kaki semu), silia (rambut getar), atau flagela (bulu cambuk).

Dalam kajian evolusi, Protozoa diduga merupakan cikal bakal organisme hewan yang lebih kompleks. Terdapat sekitar 65 ribu jenis protozoa yang sudah dikenali. Ciri-ciri Protista Mirip Hewan (Protozoa) antara lain: bersifat eukariotik, heterotrof, uniseluler, memiliki alat gerak/tidak, bentuk tubuh tetap/berubah ubah, bercangkang/tidak bercangkang, hidup bebas/parasit/simbiosis mutualisme, dan dapat membentuk kista/tidak.

A. Ciri-ciri Tubuh Protozoa

1. Ukuran dan Bentuk Tubuh Protozoa

Protozoa bertubuh mikroskopis dengan ukuran sekitar 10 – 200 mm atau 0,01 – 0,2 mm, namun ada pula yang berukuran hingga 500 mm. Protozoa dapat diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Bentuk sel Protozoa bervariasi; ada yang tetap dan ada pula yang berubah-ubah karena tidak memiliki dinding sel. Protozoa bercangkang memiliki bentuk tubuh yang cenderung tetap, misalnya Radiolaria dan Foraminifera, sedangkan Amoeba merupakan contoh Protozoa yang bentuk tubuhnya dapat berubah-ubah terutama pada saat bergerak mendekati makanannya.

2. Struktur Tubuh Protozoa

Struktur sel Protozoa terdiri atas sitoplasma yang diselubungi membran Sel atau membran plasma. Membran sel berfungsi sebagai pelindung dan mengatur pertukaran zat di dalam sel dengan zat di luar sel. Pada beberapa jenis Protozoa, selain membran plasma, terdapat pelikel (selaput tubuh yang keras) yang membantu mempertahankan bentuk tubuh Protozoa agar selalu tetap.

paramesium

Membran plasma pada beberapa jenis Protozoa ada yang dilengkapi dengan silia atau flagel. Keduanya berfungsi sebagai alat bergerak. Sitoplasma mengandung beberapa organel sel, yaitu mitokondria, ribosom, lisosom, nukleus (inti sel), vakuola makanan, dan vakuola kontraktil (vakuola berdenyut). Paramecium memiliki trikosis (struktur di bagian korteks tubuh berupa rongga dan benang panjang yang bisa dikeluarkan sebagai respons stimuli) sebagai alat mempertahankan diri dari musuh.

Struktur sel Protozoa

Struktur sel Protozoa

Beberapa jenis protozoa memiliki inti lebih dari satu.

· Membrane sel : pelindung serta pengatur pertukaran makanan dan gas

· Vakuola makanan : untuk mencerna makanan

· Vakuola kontraktil : mengeluarkan sisa makanan berbentuk cair ke luar sel melalui membran sel serta mengatur kadar air dalam sel.

· Inti sel : mengatur ktivitas sel

B. Reproduksi Protozoa

Protozoa dapat bereproduksi secara vegetatif (tak kawin) maupun secara generatif (kawin). Reproduksi secara vegetatif pada umumnya dengan pembelahan biner. Dari satu sel menjadi dua sel, dari dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya. Pembelahan biner diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis), kemudian diikuti pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Sementara reproduksi secara generatif, yaitu dengan cara penyatuan gamet yang berbeda jenis sehingga menghasilkan zigot atau secara konjugasi (penyatuan inti vegetatif sel). Namun, ada pula Protozoa yang tidak melakukan reproduksi generatif, misalnya Amoeba sp.

reproduksi vegetatif protozoa

reproduksi vegetatif protozoa

Endodiogeni adalah pembelahan vegetatif dan terjadi di dalam sel dan terlepas menghasilkan 2 anakan. Endodiogeni terjadi pada Toxoplasma. Pada apicomplexa pembelahan vegetatif disebut schizogoni. Schizogoni adalah pembelahan nukleus menjadi beberapa anakan diikuti pembelahan sitoplasma, sehingga menghasikanmerozit bernukleus tunggal kecil. Pada Palsmodium, Toxoplasma dan apicompexa lainnya siklus generatif meliputi produksi gamet, fertilisasi gamet menghasilkan zigot, kistasisasi zigot menjadi oosit, dan pembentukan sporozoit dalam oosit.

C. Klasifikasi Protozoa

3 jenis protozoa

3 jenis protozoa

Protozoa diklasifikasikan berdasarkan alat geraknya. Terdapat empat filum Protozoa, yaitu sebagai berikut.

  1. Ciliata (Ciliophorallnfusoria), bergerak dengan menggunakan silia (rarnbut getar). Contohnya Paramecium sp.
  2. Rhizopoda (Sarcodina), bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu). Contohnya Amoeba sp.
  3. Flagellata (Mastigophora), bergerak dengan flagela (bulu cambuk). Contohnya Trypanosoma sp.
  4. Sporozoa (Apicomplexa), tidak memiliki alat gerak. Contohnya Plasmodium sp.

Protozoa memiliki 4 kelas yang dibedakan berdasarkan alat geraknya.

1) Rhizopoda

Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia)yang merupakan penjuluran protoplasma sel. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.
Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di luar tubuh organisme lain (hidup bebas), contohnya Ameoba proteus, Foraminifera, Arcella, Radiolaria.
Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme, contohnya Entamoeba histolityca, Entamoeba coli.

2) Flagellata (Mastigophora)

Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera
dan alat bantu untuk menangkap makanan.
Dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
a) Fitoflagellata
Flagellata autotrofik (berkloroplas), dapat berfotosintesis. Contohnya : Euglena viridis, Noctiluca milliaris, Volvox globator.Zooflagellata
b)Flagellata heterotrofik (Tidak berkloroplas).Contohnya : Trypanosoma gambiens, Leishmania

3) Ciliata (Ciliophora)

Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel
Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi vegetatif, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi generatif.

Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar.
Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli

4) Apicomplexa (Sporozoa)

Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.
Hidupnya parasit pada manusia dan hewan.
Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,
Plasmodium vivax. Gregarina.

D. Habitat

Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak. Pada spesies tertentu ada yang hidup :

– Dalam sel tubuh Hostnya

Misalnya : * Saluran pencernakan makanan

* Pada otot

* Pada ginjal

* Pada alat kelamin / genetalia

– Pada cairan tubuh Hostnya

Misalnya : * Dalam darah

Ringkasan

Ciri-ciri Protista Mirip Hewan (Protozoa) antara lain bersifat eukariotik, heterotrof, uniseluler, memiliki alat gerak/tidak, bentuk tubuh tetap/berubah ubah, bercangkang/tidak bercangkang, hidup bebas/parasit/simbiosis mutualisme, dan dapat membentuk kista/tidak.