Ciri-ciri Platyhelminthes (cacing pipih)

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Platyhelminthes (Yunani, platy = pipih, helminthes = cacing) adalah cacing berbentuk pipih, triploblastik (memiliki tiga lapisan embrionik), dan aselomata (tidak berongga tubuh).

1. Bentuk tubuh pipih, simetri bilateral, triploblastik, dan acoelomata.
2. Sistem pencernaan makanan belum sempurna, terdapat mulut dan belum memiliki anus. Makanan masuk melalui mulut —> farink —> usus —> dan dikeluarkan melalui mulut.
3. Reproduksi secara generatif dan vegetatif. Secara generatif dilakukan dengan perkawinan silang atau perkawinan sendiri, karena bersifat hermaprodit (monoceus). Secara vegetatif dengan fragmentasi dan membentuk generasi baru (regenerasi).

4. Sistem ekskresi tersusun atas sel-sel bersilia ( flame cells /aster / sel api ).
5. Susunan syaraf terdiri atas 2 ganglia yang berbentuk cincin membentuk tangga tali.
6. Tubuhnya terdiri atas bagian kepala (anterior), ekor (posterior), bagian punggung (dorsal), bagian perut (ventral), dan bagian samping (lateral).
7. Belum memiliki sistem respirasi. Masuknya oksigen (O2)dan keluarnya karbon dioksida (CO2) melalui permukaan kulit.
8. Hidup bebas di air tawar maupun tempat–tempat lembab.

1. Cara Hidup dan Habitat Platyhelminthes

Platyhelminthes ada yang hidup bebas di air tawar, air laut, atau tempat yang lembap dengan cara memakan sisa-sisa organisme dan tumbuhan atau hewan kecil. Ada cacing yang hidup sebagai endoparasit atau parasit di dalam tubuh inang, misalnya pada manusia, sapi, babi, anjing, kucing, burung, katak, siput air, dan ikan. Namun ada pula yang hidup sebagai ektoparasit dengan memakan lendir dan sel-sel di permukaan tubuh inang. Cacing yang hidup bebas berasal dari kelas Turbellaria, sedangkan cacing dari kelas lainnya hidup sebagai parasit.

2. Ciri-Ciri Tubuh Platyhelminthes

Ukuran dan bentuk tubuh Platyhelminthes

Ukuran tubuh Platyhelminthes bervariasi, mulai dari yang berukuran hampir mikroskopis (kurang dari 1 mm) hingga yang berukuran panjang lebih dari 20 m. Cacing pipih yang berukuran kecil, misalnya Symsagittifera roscoffensis, Dugesia, dan Bipalium. Cacing pipih yang berukuran besar, contohnya Taenia saginata dan Taenia solium. Bentuk tubuh Platyhelminthes pipih dorsoventral, simetri bilateral, beruas-ruas atau tidak beruas-ruas. Platyhelminthes merupakan hewan yang paling primitif diantara hewan simetri bilateral lainnya. Platyhelminthes menunjukkan gerakan maju ke depan.

Tubuh Platyhelminthes simetri bilateral yang berbentuk pipih. Ukuran platyhelmintes hingga 20 meter panjangnya. Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang terdiri dari ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh atau aselomata. Sistem pencernaan pada Platyhelminthes terdiri dari mulut, faring dan usus. Sistem pencernaan Platyhelminthes disebut sistem pencernaan satu lubang. Platyhelminthes tidak memiliki sistem respirasi dan ekskresi. Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel tubuh Platyhelminthes. Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali. Sistem saraf tangga tali terdiri dari sepasang simpu saraf (ganglia) dengan sepasang tali saraf yang memanjang dan bercabang melintang seperti tangga. Organ reproduksi jantan dan betina berada di dalam satu individu Platyhelminthes sehingga disebut hermafrodit.

Sekilas Fakta menarik

  • Platyhelminthes kadang-kadang digunakan untuk mengontrol spesies invasif.
  • Cacing pita bisa memiliki ukuran lebih panjang dari mobil bus sekolah. Yang terpanjang yang ditemukan adalah 90 kaki.
  • Mereka diperkirakan hidup pada 200 juta manusia di seluruh dunia, tentu saja ini bisa menjadi lahan ekonomi yang cukup luas kalau Anda tahu bagaimana cara membersihkannya.
  • Cacing pipih dapat menempelkan faring ke dalam mangsa mereka, seperti selang vacuum cleaner atau pembersih debu, dan menghisap bagian dalam hewan buruan.
  • Satu cacing pipih dapat menghasilkan lebih dari 500.000 embrio.

Selanjutnya Struktur dan fungsi tubuh Platyhelminthes dan cara reproduksi