Ciri-ciri Metode ilmiah

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Metode ilmiah adalah sistem yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mengeksplorasi data, menghasilkan dan menguji hipotesis, mengembangkan teori-teori baru dan mengkonfirmasi atau menolak hasil sebelumnya.

Meskipun metode yang tepat digunakan dalam ilmu-ilmu yang berbeda bervariasi (misalnya, fisikawan dan psikolog bekerja dengan cara yang sangat berbeda), mereka berbagi beberapa atribut fundamental yang dapat disebut karakteristik metode ilmiah.

Empiris

Metode ilmiahadalah empiris. Artinya, hal itu bergantung pada pengamatan langsung dari dunia, dan meremehkan hipotesis yang bertentangan dengan fakta yang dapat diamati. Ini berbeda dengan metode yang mengandalkan akal murni (termasuk yang diusulkan oleh Plato) dan dengan metode yang mengandalkan faktor subjektif emosional atau lainnya.

Direplikasi

Percobaan ilmiah dapat direplikasi. Artinya, jika orang lain menduplikat percobaan, ia akan mendapatkan hasil yang sama. Para ilmuwan seharusnya mempublikasikan cukup metode mereka sehingga orang lain, dengan pelatihan yang tepat, bisa meniru hasil. Ini berbeda dengan metode yang mengandalkan pengalaman yang unik untuk individu tertentu atau sekelompok kecil orang.

Provisional

Hasil yang diperoleh melalui metode ilmiah bersifat sementara; mereka (atau seharusnya) terbuka untuk pertanyaan dan perdebatan. Jika data baru muncul yang bertentangan teori, teori yang harus diubah. Misalnya, teori phlogiston api dan pembakaran ditolak ketika bukti terhadap itu muncul.

Tujuan

Metode ilmiah adalah tujuan. Hal ini bergantung pada fakta dan dunia seperti itu, bukan pada keyakinan, keinginan atau keinginan. Para ilmuwan berusaha (dengan berbagai tingkat keberhasilan) untuk menghapus bias mereka ketika melakukan pengamatan.

Sistematis

Sebenarnya, metode ilmiah adalah sistematis; yaitu, hal itu bergantung pada studi yang direncanakan dengan hati-hati bukan pada pengamatan acak atau sembarangan. Namun demikian, ilmu pengetahuan dapat dimulai dari beberapa pengamatan acak. Isaac Asimov mengatakan bahwa kalimat yang paling menarik untuk mendengar dalam ilmu pengetahuan tidak “Eureka!” tapi “Itu lucu.” Setelah pemberitahuan ilmuwan sesuatu yang lucu, ia melanjutkan untuk menyelidiki secara sistematis.

Ciri-ciri lainnya adalah

  1. Bersifat ilmiah artinya penelitian bersifat rasional, di lakukan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan fakta yang di peroleh secara valid dan kebenarannya bersifat objektif.
  2. Memberikan kontribusi artinya bahwa penelitian harus mengandung konstribusi atau nilai tambah teknologi yang ada.
  3. Analitis artinya bahwa suatu penelitian harus dapat di uraikan atau di buktikan dengan hubungan sebab dan akibat antarvariabelnya dengan menggunakan metode ilmiah.
  4. Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus karena suatu hasil penelitian selalu dapat di sempurnakan lagi dan hasil dari suatu penelitian dapat di lanjutkan oleh penelitian lain.

Berikut unsur-unsur penelitian yang harus di perhatikan pada saat melakukan penelitian.

  1. Unsur ilmiah yaitu penggunaan ilmu pengetahuan dan langkah-langkah penelitian sebagai metode berfikir. Langkah yang di maksud adalah mulai dari pernyataan masalah, penggunaan hipotesis, pengumpulan data, sampai dengan penarikan kesimpulan.
  2. Unsur penemuan artinya berusaha mendapatkan sesuatu untuk menigisi kekosongan atau kekurangan.
  3. Unsur pengembangan yaitu memperluas dan mengabalisis lebih dalam apa yang sudah ada.
  4. Unsur pengujian kebenaran yaitu mengetes hal-hal yang masih di ragukan kebenarannya.
  5. Unsur pemecahan masalah yaitu upaya untuk membuat solusi terhadap masalah yang sedang di jadikan sebagai bahan penelitian.

Adapun fungsi penelitian adalah menjajaki, menguji, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menjajaki

Penelitian yang berfungsi menjajaki disebut juga fungsi eksploratif. Penelitian ini berfungsi untuk menemukan sesuatu yang belum ada pada sebuah ilmu pengetahuan.

Menguji

Penelitian yang berfungsi menguji di sebut juga fungsi verifikasi. Penelitian ini berfungsi untuk menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan yang telah ada.

Pengembangan

Penelitian yang berfungsi mengembangkan di sebut juga fungsi developmental. Penelitian ini berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

17548884, 17548885, 17548886, 17548887, 17548888, 17548889, 17548890, 17548891, 17548892, 17548893, 17548894, 17548895, 17548896, 17548897, 17548898, 17548899, 17548900, 17548901, 17548902, 17548903, 17548904, 17548905, 17548906, 17548907, 17548908, 17548909, 17548910, 17548911, 17548912, 17548913, 17548914, 17548915, 17548916, 17548917, 17548918, 17548919, 17548920, 17548921, 17548922, 17548923