Ciri-ciri Lumut Kerak (Lichen)

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Lichen (lumut kerak) merupakan gabungan antara dua macam organisme yang hidup bersimbiosis mutualisme

Lichen bukanlah jenis lumut, tetapi gabungan antara dua macam organisme yang hidup bersimbiosis mutualisme, yaitu ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang biru (bakteri hijau biru/Cyanobacteria) dengan jamur.

Penyatuan jamur dengan ganggang tersebut sangat sempurna sehingga terlihat sebagai satu jenis organisme tunggal. Oleh karena itu, simbiosis antara dua organisme tersebut diberi nama spesies baru. Saat ini lebih dan 25.000 spesies lichen sudah diidentifikasi. Pada umumnya, lichen berwarna biru kehijauan, namun ada pula yang berwarna oranye. Warna tersebut disebabkan oleh adanya pigmen fotosintesis yang dimiliki ganggang.

Bila diamati menggunakan mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas hifa jamur dan sel ganggang. Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut terjadi karena masing-masing organisme membutuhkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Ganggang mampu menyediakan makanan untuk jamur. Ganggang biru dapat memfiksasi nitrogen bebas, kemudian menyediakan nitrogen organik untuk jamur.

Sementara itu, jamur dapat memberikan lingkungan dan perlindungan untuk kehidupan ganggang. Susunan hifa jamur memungkinkan terjadinya pertukaran udara, menahan air dan garam-garam mineral, serta melindungi ganggang dari sengatan cahaya matahari.

Ciri-ciri Lumut Kerak

Ciri-ciri Lumut Kerak

Cara Reproduksi Lichen

Lichen mampu bereproduksi sebagai unit simbiosis (satu kesatuan organisme) secara vegetatif, dengan fragmentasi induk lichen dan pembentukan soredia. Fragmentasi terjadi bila ada pemutusan dan pemisahan sebagian tubuh induk, kemudian bagian tubuh tersebut tumbuh menjadi lichen baru. Sementara soredia merupakan kumpulan hifa yang mengandung sel ganggang di dalamnya. Soredia terdapat di permukaan lichen dan terlihat berwarna putih seperti tepung. Bila soredia ini jatuh di tempat yang cocok, maka akan tumbuh menjadi lichen baru.

Reproduksi Lumut Kerak

Reproduksi Lumut Kerak

Habitat Lichen

Lichen dapat hidup pada habitat yang sangat ekstrem, misalnya pada lahan bekas aliran lahar gunung berapi, di gurun, di hutan bekas terbakar, batu-batuan, menempel pada pohon-pohon, bahkan di daerah kutub yang bersuhu sangat dingin.

Beberapa lichen dapat menghasilkan zat kimia dan zat asam yang dapat melapukkan batu-batuan hingga menjadi tanah.Oleh karena itu, lichen merupakan organisme perintis. Lichen memungkinkan tumbuhan lain, seperti lumut dan paku, tumbuh di lahan baru. Lichen mengawali terjadinya suksesi, yaitu proses perubahan struktur jenis organisme yang hidup di dalam suatu komunitas.

Beberapa jenis lichen sangat peka terhadap polusi udara, misalnya Usnea sp. (lumut janggut). Lumut ini dapat digunakan sebagai indikator polusi udara di suatu daerah. Bila di suatu daerah masih ditemukan lichen yang hidup, berarti udara di daerah tersebut belum terpolusi.

Contoh Lichen

Lichen memiliki bentuk yang berbeda-beda, antara lain frutikosa (seperti semak), foliosa (lembaran seperti daun), krustosa (seperti kerak atau olesan cat) dan skuamulosa (bersisik, peralihan antara lichen foliosa dan krustosa).

  • Usnea berbentuk frutikosa (seperti semak), hidup menempel di pohon-pohon yang tumbuh di daerah berudara sejuk dan tidak terpolusi.
  • Parmelia, berbentuk foliosa (lembaran seperti daun), hidup menempel pada kulit pohon.

Ringkasan

Lichen (lumut kerak) merupakan gabungan antara dua macam organisme yang hidup bersimbiosis mutualisme, yaitu ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang biru (bakteri hijau-biru/Cyanobacteria) dengan jamur. Lichen dapat hidup di habitat yang sangat ekstrem serta bereproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi induk lichen dan pembentukan soredia.