Ciri-ciri Jaringan Ikat dan Jenis

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Jenis-jenis del dasar, ciri-ciri setiap jenis jaringan ikat, bertanggung jawab untuk menghasilkan matriks. Bentuk-bentuk sel yang belum dewasa. Beberapa ciri umum jaringan ikat adalah sebagai berikut.

Pasokan saraf.

Kebanyakan jaringan ikat mempunyai pasokan saraf (sama seperti jaringan epitelium)

Pasokan darah.

Ada bermacam-macam pembuluh darah (vaskular) di antara jaringan ikat, walaupun kebanyakan di antaranya berpembuluh baik (berbeda dengan jaringan epitelium yang semuanya avaskular.)

Struktur.

Jaringan ikat terdiri atas sel-sel tersebar yang terbenam di dalam material antarsel yang disebut matriks. Matriks terdiri atas serat-serat dan zat dasar. Jenis serat, dan zat dasar ini menentukan ciri matriks yang pada gilirannya menentukan jenis jaringan ikatnya.

Tabel 1. Jenis-jenis Jaringan Ikat

Jenis Jaringan Sel yang Ada Serat yang Ada Ciri-ciri Matriks
Jaringan Ikat Longgar:
areola fibroblas makrofaga diposit (sel lemak)sel mastositsel plasma kolagen elastik retikulum serat longgar dalam zat dasar gelatin
adiposa (lemak) adiposit retikulum kolagen sel-sel yang terbungkus rapat oleh sejumlah kecil zat dasar gelatin; menyimpan lemak
retikulum sel retikulum retikulum serat longgar dalam zat dasar gelatin
Jaringan Ikat Rapat:
rapat teratur fibroblas kolagen (beberapa elastik) berkas serat berformasi paralel dengan sedikit sel dan zat dasar; mempunyai kekuatan daya tahan yang besar
rapat tak teratur fibroblas kolagen (beberapa elastik) berkas serat tak beraturan dengan sedikit sel dan sedikit zat dasar, mempunyai kekuatan daya tahan yang besar
Tulang Rawan (kartilago :)
hialin (tulang muda) kondrosit Kolagen (beberapa elastik) Zat dasar terbatas; rapat, matriks semirapat
tulang rawan serat kondrosit Kolagen (beberapa elastik) Daerah terbatas di anatara tulang rawan hialin dan jaringan ikat rapat
Tulang (jaringan tulang)
padat osteoblasosteosit kolagen Kaku, zat dasar terkalsiumisasi dengan osteon (sistem saluran)
Tulang spons osteoblasosteosit kolagen Kaku, zat dasar terkalsiumisasi (tanpa osteon)
Darah dan limfa (jaringan pembuluh):
darah eritrosit, leukosit, trombosit “serat” merupakan protein terlarut yang terbentuk selama pembekuan darah “matriks” adalah plasma darah cair
limfa leukosit “serat” merupakan protein terlarut yang terbentuk selama pembekuan darah “matriks” adalah plasma darah cair
  •  Jenis-jenis sel. Jenis-jenis del dasar, ciri-ciri setiap jenis jaringan ikat, bertanggung jawab untuk menghasilkan matriks. Bentuk-bentuk sel yang belum dewasa ini (yang namanya berakhiran blas) menyekresi serat-serat dan zat dasar pada matriks tersebut. Sel-sel yang sudah dewasa, atau terdiferensiasi (yang namanya berakhiran sit), berfungsi terutama untuk memelihara kestabilan matriks.

– Fibroblas umum terdapat baik pada jaringan ikat longgar maupun rapat.
– Adipospit, atau sel-sel pipih, terdapat pada jaringan ikat longgar.
– Sel-sel retikulum yang mirip dengan fibroblas, tetapi mempunyai proses (perpanjangan) sel yang panjang. Sel-sel retikulum ini terdapat pada jaringan ikat longgar.
– Kondroblas dan kondrosit berada pada tulang rawan
– Osteoblas dan osteosit berada pada tulang
– Hemositoblas berada pada sumsum tulang dan memproduksi eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping darah).
– Selain jenis-jenis sel dasar tersebut, berbagai leukosit berpindah dari sumsum tulang menuju ke jaringan ikat dan menyediakan berbagai kegiatan pertahanan tubuh.
– Makrofag menelan sel-sel asing dan sel-sel mati.
– Sel mastosit menyekresi histamin, yang merangsang tanggapan imun (respons kekebalan).
– Sel plasma menghasilkan antibodi (kekebalan tubuh).

  • Serat. Serat matriks adalah protein yang memberikan dukungan pada jaringan ikat. Ada tiga macam serat:
  • Serat kolagen, yang terbuat dari kolagen protein, ulet dan fleksibel.
  • Serat elastik, yang terbuat dari elastin protein, kuat dan dapat ditarik.
  • Serat retikulum, yang terbuat dari serat kolagen tipis dengan lapisan glikoprotein, bercabang banyak, dan membentuk susunan seperti jaringan.
  • Zat dasar. Dapat berupa cairan, gel, atau padat. Kecuali darah, zat ini di sekresi oleh-sel-sel jaringan ikat.
    – Protein adhesi sel menyatukan jaringan-jaringan ikat.
    – Proteoglikan memberikan kekuatan pada zat dasar. Hialuronat sulfat dan kondroitin sulfat adalah contohnya.
  • Klasifikasi. Ada lima kategori dasar jaringan ikat dewasa :
  1. Jaringan ikat longgar mempunyai sel dalam jumlah banyak di antara serat-serat yang sedikit atau yang tersusun secara longgar dan zat dasar gelatin yang berjumlah dari sedikit samapai berlimpah.
  2. Jaringan ikat rapat mempunyai sedikit sel di antara jaringan serat dengan zat dasar sedikit.
  3. Tulang rawan mempunyai sel-sel yang tersebar di antara serat di dalam suatu zat dasar yang menyerupai jeli yang kokoh. Tulang rawan bersifat keras namun lentur, avaskular, dan tanpa saraf.
  4. Tulang mempunyai sel yang tersebar di antara banyak serat di dalam zat dasar rapat yang mengandung mineral, terutama kalsium fosfat. Tulang tersusun dalam unit-unit yang disebut osteon (sistem Havers). Setiap osteon terdiri atas saluran tengah (saluran Havers) yang mengandung pembuluh darah dan saraf, dikelilingi oleh cincin-cincin sepusat (lamela) yang mengandung matriks keras dan serat kolagen. Di antara lamela terdapat ronga-ronga (lakuna) yang mengandung sel tulang (osteosit). Saluran (kanalikulus) menyebar dari saluran tengah dan memungkinkan adanya pertukaran nutrien dan zat sisa dengan osteosit.
  5. Darah terdiri atas bermacam-macam sel darah dan fragmen-fragmen sel (keping darah) yang tersebar di dalam sebuah matrik cair yang disebut plasma darah.
  • Asal jaringan. Semua jaringan ikat dewasa berasal dari jaringan ikat embrionik. Ada dua macam jaringan ikat embrionik.
  • Mesenkima adalah asal dari bermacam-macam jaringan ikat dewasa
  • Jaringan ikat mukosa adalah jaringan ikat sederhana yang dibentuk selama perkembangan embrionik.

Membran epitelium adalah kombinasi dari jaringan epitelium dan jaringan ikat yang bekerja sama melakukan fungsi-fungsi tertentu. Karena itu jaringan-jaringan tersebut berperan sebagai organ. Ada empat jenis dasar membran epitelium:

1)      Membran serum melapisi rongga dan organ dalam. Membran serum yang melapisi jantung, paru-paru, dan organ dan rongga perut (abdomen) secara berurutan disebut perikardia, pleuron, dan peritoneum.

2)      Membran mukosa melapisi rongga tubuh yang terbuka terhadap bagian luar tubuh. Membran mukosa meliputi rongga hidung dan pencernaan, pernapasan, dan pipa urogenitalia.

3)      Membran sinovial melapisi rongga pada persendian tulang.

4)      Membran kutan adalah kulit.

Penyakit Jaringan Ikat

Penyakit jaringan ikat mengacu pada sekelompok gangguan yang melibatkan jaringan kaya protein yang mendukung organ dan bagian tubuh lainnya. Contoh jaringan ikat lemak, tulang, dan tulang rawan. Gangguan ini sering melibatkan sendi, otot, dan kulit, tetapi mereka juga dapat melibatkan organ lain dan sistem organ termasuk mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, dan pembuluh darah.

Ada lebih dari 200 gangguan yang mempengaruhi jaringan ikat. Penyebab dan gejala spesifik bervariasi oleh berbagai jenis.

Gangguan Jaringan ikat warisan

Beberapa penyakit jaringan ikat – sering disebut gangguan dari jaringan ikat wariskan (HDCTs) – adalah hasil dari perubahan gen tertentu. Banyak dari mereka adalah cukup langka. Berikut ini adalah beberapa yang lebih umum.

Sindrom Ehlers Danlos-(EDS). Sebenarnya kelompok ini lebih dari 10 kelainan, EDS ditandai oleh sendi lebih-fleksibel, kulit elastis, dan pertumbuhan abnormal jaringan parut. Gejala dapat berkisar dari ringan sampai melumpuhkan. Tergantung pada bentuk spesifik dari EDS, gejala lain mungkin termasuk:

  • Sebuah tulang belakang melengkung
  • Pembuluh darah yang lemah
  • pendarahan gusi
  • Masalah dengan paru-paru, katup jantung, atau pencernaan
  • Epidermolisis bulosa (EB). Orang dengan EB memiliki kulit yang begitu rapuh sehingga mudah air mata atau lecet sebagai akibat dari benjolan kecil, tersandung, atau bahkan gesekan dari pakaian. Beberapa bentuk EB mungkin melibatkan saluran pencernaan, saluran pernapasan, otot-otot, atau kandung kemih. Disebabkan oleh cacat dari beberapa protein pada kulit, EB biasanya terlihat saat lahir.
  • Sindrom Marfan. Sindrom Marfan mempengaruhi tulang, ligamen, mata, pembuluh jantung, dan darah. Orang dengan sindrom Marfan cenderung tinggi dan memiliki tulang yang sangat panjang dan tipis jari tangan dan kaki “seperti laba-laba”. Masalah lain mungkin termasuk masalah mata karena penempatan abnormal lensa mata dan pembesaran aorta (arteri terbesar dalam tubuh), yang dapat menyebabkan pecahnya fatal. Sindrom Marfan disebabkan oleh mutasi pada gen yang mengatur struktur protein yang disebut-fibrilin 1.
  • Osteogenesis imperfecta. Osteogenesis imperfecta adalah kondisi tulang rapuh, massa otot yang rendah, dan lemah sendi dan ligamen. Ada beberapa jenis kondisi ini. Gejala khusus tergantung pada jenis tertentu dan mungkin termasuk:
  • Warna biru atau abu-abu untuk bagian putih mata
  • kulit tipis
  • tulang belakang melengkung
  • masalah pernapasan
  • Gangguan pendengaran
  • Gigi yang mudah pecah

Penyakit ini terjadi ketika mutasi pada dua gen yang bertanggung jawab untuk jenis kolagen 1 mengurangi jumlah atau kualitas protein. Tipe 1 kolagen penting untuk struktur tulang dan kulit.

Penyakit autoimun

Untuk bentuk-bentuk lain dari penyakit jaringan ikat, penyebabnya tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, para peneliti percaya gangguan ini dapat dipicu oleh sesuatu di lingkungan orang-orang yang mungkin secara genetik rentan. Pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh biasanya melindungi tubuh menghasilkan antibodi yang menargetkan jaringan tubuh sendiri untuk menyerang.

Contoh soal

Dasar yang digunakan untuk mengelompokkan Jaringan tulang rawan menjadi tulangrawan hialin, elastis, dan fibrosa adalah
A. Macam sel tulang rawannya
B. Kandungan matriksnya
C. Fungsi tulangnya
D. Ada tidaknya rongga tulang
E. Lokasi tulang
Pembahasan :
Jaringan tulang rawan di bagi menjadi 3 berdasarkan kandungan maktriksnya.
Jawab : (B)