Ciri-ciri Chlorophyta Alga Hijau

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Chlorophyta (Yunani, chloros = hijau) adalah ganggang yang berwarna hijau karena memiliki pigmen dominan klorofil a dan klorofil b, serta pigmen tambahan karoten (kuning kemerahan) dan xantofil (kuning). Klorofil b adalah jenis klorofil yang terdapat pada tumbuhan dan tidak dimiliki oleh ganggang lain, kecuali Chlorophyta dan Euglenophyta.

Chlorophyta memiliki dinding sel dan selulosa. Cadangan makanannya disimpan dalam bentuk amilum, protein, dan minyak.

Bagaimana Hijau Alga Dapatkan warna mereka ?

Ganggang hijau memiliki warna dari gelap sampai hijau terang, yang berasal dari klorofil a dan b, yang mereka miliki dalam jumlah yang sama dengan “tumbuhan tingkat tinggi.” Warna mereka secara keseluruhan ditentukan oleh jumlah pigmentations lainnya termasuk beta-karoten (yang berwarna kuning) dan xanthopil (yang kekuningan atau kecoklatan.) Seperti tumbuhan tingkat tinggi, mereka menyimpan makanan mereka sebagai pati dalam plastida, dan kebanyakan dinding sel terdiri dari selulosa.

Habitat dan Distribusi:

Ganggang hijau yang umum di daerah di mana cahaya berlimpah, seperti air dan pasang dangkal kolam renang. Alga hijau kurang umum di laut daripada ganggang coklat dan merah.

Sebagian besar Chlorophyta hidup secara fotoautotrof di air tawar, beberapa jenis lainnya hidup di laut sebagai fitoplankton. Ada pula yang hidup di tanah yang lembap, tembok basah, di salju, atau menempel di tubuh tumbuhan atau hewan. Namun, ada pula yang hidup bersimbiosis mutualisme dengan organisme eukariotik lainnya. Contoh Chlorophyta yang bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen (lumut kerak), yaitu Trebouxia dan Pseudotrebouxia.

Chlorophyta ada yang uniseluler soliter atau berkoloni dan multiseluler. Chlorophyta uniseluler yang memiliki flagela dapat bergerak aktif (motil). Chlorophyta multiseluler berbentuk benang, lembaran, atau seperti tumbuhan tingkat tinggi.

Reproduksi Chlorophyta

Chlorophyta bereproduksi secara vegetatif atau generatif. Reproduksi secara vegetatif dengan membelah diri menghasilkan zoospora, dan fragmentasi, sedangkan reproduksi secara generatif dengan konjugasi dan peleburan gamet jantan dengan gamet betina.

Terdapat sekitar 7.000 spesies Chlorophyta yang sudah diidentifikasi, antara lain sebagai berikut.

  • Chlamydomonas nivalis, hidup soliter di air tawar, uniseluler, dan memiliki dua flagela. Kloroplas Chlamydomonas nivalis berbentuk seperti magkok, serta memiliki bintik mata dan pirenoid. Chlamydomonas nivalis bereproduksi vegetatif dengan zoospora, dan reproduksi generatif dengan singami.
  • Chlorella, uniseluler, sel berbentuk seperti bola-bola kecil, kloroplas berbentuk seperti mangkok, dan hidup di air tawar. Dinding sel Chlorella terbentuk dari selulosa dan tidak berflagela. Reproduksi terjadi secara vegetatif dengan membelah diri dan membentuk spora. Chlorella dapat berkembang biak dengan cepat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga dibudidayakan untuk diolah menjadi makanan suplemen dan kosmetik. Chlorella dikenal sebagai PST (protein sel tunggal) dan mengandung 45% protein, 20% lemak, 20% karbohidrat, dan 10% vitamin (riboflavin, vitamin B12, karoten).
alga chlorella

alga chlorella

  • Chlorococcum, hidup di air tawar, bersifat uniseluler, dan soliter. Kloroplas Chlorococcum berbentuk seperti mangkok.
  • Volvox, koloni berbentuk bola yang tersusun dari sekitar 500 sel dengan dua flagela dan terangkai oleh benang sitoplasma. Volvox memiliki alat kelamin (anteridium dan oogoniurn) dan sel-sel yang membesar, yang terletak di bagian permukaan koloni. Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang akan tumbuh dan membentuk koloni anak.
alga Volvox

alga Volvox

  • Scenedesmus, memiliki flagela, dikenal sebagai PST (protein sel tunggal) dan dimanfaatkan untuk produksi makanan suplemen.
  • Hydrodictyon, hidup di air tawar (sering ditemukan di sawah), tidak memiliki flagela dan membentuk koloni seperti jala, kloroplas juga berbentuk jala. Panjang koloni dapat mencapai 30 cm. Hydrodictyon mengalami reproduksi vegetatif dengan membentuk zoospora, dan melepas sel koloninya untuk membentuk koloni baru. Reproduksi secara generatif dengan konjugasi.
  • Spirogyra, hidup di air tawar (misalnya kolam), berbentuk benang bersekat, dan berlendir. Kloroplas Spirogyra berbentuk spiral. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, dan generatif dengan konjugasi yang menghasilkan zigospora.
Spirogyra

Spirogyra

  • Caulerpa taxifolia, hidup di laut, ditemukan di zona pasang surut hingga zona subtidal, merupakan alga yang mengisi ekosistem padang lamun, tinggi mencapai sekitar 10-15 cm, dan bisa tumbuh pada substrat pasir maupun pada batu karang. Pada umumnya ikan tidak memakan alga ini karena mengandung racun.
  • Ulothrix, berbentuk benang, hidup di air tawar atau laut, melekat pada medium dengan holdfast, dan bereproduksi secara vegetatif dengan fragmentasi.
  • Cladophora, hidup di air tawar (sawah, kolam, selokan, sungai), melekat pada medium dengan menggunakan holdfast, berbentuk seperti benang bersekat-sekat dan bercabang, dan kloroplas berbentuk jala. Talus Cladophora lebih kasar dibandingkan Spirogyra.
  • Oedogonium, hidup di air tawar, berbentuk benang, dan kloroplas berbentuk seperti jala. Reproduksi Oedogonium secara vegetatif dengan zoospora, dan generatif dengan fertilisasi ovum oleh spermatozoid. Ovum dihasilkan oleh oogonium yang berbentuk menggembung, sedangkan spermatozoid dihasilkan oleh anteridium yang berbentuk pipih. Anteridium dan oogonium yang berada pada talus yang sama disebut homotalus, sedangkan anteridium dan oogonium yang berada pada talus yang berbeda disebut heterotalus.
  • Ulva, hidup di daerah pasang surut laut atau melekat di substrat padat. Ulva berbentuk lembaran dan mengalami metagenesis isomorfik (sporofit/talus diploid dan gametofit/talus haploid secara stuktural identik). Ulva sering dimanfaatkan untuk sayuran.
  • Halimeda borneensis, berbentuk talus bersegmen, tinggi sekitar 7 cm, dan memiliki struktur yang keras karena banyak mengandung kalsium karbonat. Halimeda borneensis dapat ditemukan di pantai pulau Kalimantan pada kedalaman laut 1 – 5 meter.
  • Caulerpa racemosa, dimanfaatkan untuk sayuran dan lalapan.
  • Chara braunii dan Nitella, hidup di air tawar, bentuk talus beruas ruas dan bercabang mirip tumbuhan tingkat tinggi. Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi dan reproduksi secara generatif dengan fertilisasi ovum oleh spermatozoid. Ovum dihasilkan oleh nukul, sedangkan spermatozoid dihasilkan oleh globul. Nukul dan globul terdapat pada ruas-ruas talus.