Cinta Itu Butuh Kesiapan Bukan Karena Dihantui Kesepian

By On Wednesday, March 22nd, 2017 Categories : Artikel
Gratis Samsung
Perasaan cinta seharusnya disertai dengan ketulusan hati. Bukan karena adanya dendam pribadi atau sekadar pembuktian diri. Jangan hanya karena kamu merasa kesepian misalnya, kamu berpura-pura untuk menyukai orang lain dan memaksa hatimu untuk mencintainya. Bagaimana pun cinta itu butuh kesiapan bukan sekadar karena kamu sedang dilanda rasa kesepian.

Mungkin selama ini kamu merasa galau karena kesepian atau terlalu lama menjomblo. Tapi bukan berarti itu jadi alasan kamu mudah memberikan hatimu pada seseorang yang baru kamu kenal. Jangan sampai kamu malah makin terluka karena cinta yang terpaksa.

“Be careful while falling in love, see that the fall doesn’t kill you.”

—Steve Relane

Hati Seseorang Tak Bisa Dipermainkan Seenaknya

Kalau saat ini kamu sedang mencintai seseorang, coba tanyakan lagi pada dirimu. Benarkah kamu mencintainya dengan tulus? Atau jangan-jangan kamu hanya mempermainkan hatinya saja?

Hati seseorang jangan dipermainkan, Ladies. Pun dengan hatimu. Kalau cinta dan hubunganmu ingin bisa bertahan lama hingga akhir hayat, perlu adanya kesiapan dan komitmen kuat sejak awal. Siap untuk menghadapi semua masalah dan konflik yang akan muncul. Juga komitmen untuk saling menjaga satu sama lain.

Kalau Tak Ingin Terbakar, Jangan Main-Main dengan Api

Hanya karena merasa kesepian, kamu langsung begitu saja menerima cinta seseorang? Hati-hati dengan keputusan ini. Kalau tak ingin terbakar, sebaiknya jangan pernah coba-coba bermain dengan api. Kalau tak ingin malah terluka dan menderita, kamu juga tak bisa sembarangan mengadu rasa.

“To fall in love is very easy. Staying in love is a challenge. Letting go is the hardest part. And moving on is a damn suicide.”

—Nishan Panwar

Jatuh cinta mungkin hal yang mudah. Tapi mempertahankannya butuh tantangan dan perjuangan sendiri. Dan kamu juga dihadapkan pada risiko jika suatu saat nanti kamu harus melepasnya ketika ia ternyata bukan jodohmu. Belum lagi ketika kamu harus menghadapi kenyataan untuk move on dan membuka lembaran baru.

“Today’s problem is that people are quickly falling in love and falling out of it just as quickly.”

—Moffat Machingura

Ketika Cintamu Dilengkapi dengan Kesiapan Hatimu, Akhir yang Indah Akan Menyambutmu

Setiap cerita cinta punya alur kisah dan akhirnya sendiri. Ada yang berakhir luka, ada juga yang bahagia. Hanya saja jika kamu ingin bisa memiliki akhir yang indah dan bahagia untuk cerita cintamu, sertai rasamu dengan kesiapan hati. Sehingga kamu akan mempertahankan dan memperjuangkannya sekalipun muncul banyak masalah dan konflik ke depannya.

Namun, pada akhirnya semua kembali pada keputusan dan pilihanmu sendiri, Ladies. Hati dan perasaan itu milikmu. Kamu punya hak untuk mengaturnya dan mengendalikannya. Apapun pilihan dan keputusanmu dalam hal mencintai, semoga itu yang terbaik dan menghadirkan warna bahagia di hidupmu.

Cilla Lee-Jenkins: Future Author Extraordinaire, The Twits, Jacked Up (Birmingham Rebels, #3), Pachinko, The Virgins, I Could Pee on This And Other Poems by Cats, Blizzard, Hooray for Fish!, The Art of Peace, Head Start, The Red Pyramid (Kane Chronicles, #1), Bonded by Blood, Round Robin (Elm Creek Quilts, #2), Food Swings: 125 Recipes to Enjoy Your Life of Virtue and Vice, On Tyranny: Twenty Lessons from the Twentieth Century, The Master Will Appear, A New Jersey Love Story: Troy & Camilla, Turbulence (Kennedy Stern #5), The Hating Game