Cerpen (Cerita Pendek): Jangan Percaya Terhadap SMS Palsu

By On Saturday, April 15th, 2017 Categories : Cerita

Liburan sekolah telah usai. Adi mulai masuk sekolah pada waktu liburan sekolah. Aadi menemani ibunya ke Bandung menengok neneknya. Padahal Adi punya rencana berlibur ke Yogya bersama Ari, Tiyo, dan Bagas sahabatnya. Diapun tidak kecewa karena pada waktu di rumah neneknya. Diapun tidak kecewa karena pada waktu dirumah neneknya Adi sempat merayakan ulang tahunya. Selain Adi diperbolehkan memancing sepuasnya, dia juga diberi Handphone sebagai kado dari neneknya. Adi berfikir kalau sahabatnya bakal iri padanya.

Ternyata pada saat Adi masuk kelas sambil menenteng Handphonenya, sahabatnya Adi yang bernama Tiyo, Ari dan Bagas mengaguminya. Bahkan Ari sempat merebut dari tangan Adi karena HP itu ada kameranya. Adi marah karena Ari kurang hati-hati. Bel masuk berbunyi dan Adi bersiap menerima pelajaran. Adi berkata pada Bagas, Ari dan Tiyo kalau dia akan menunjukkan kecanggihan HP-nya pada waktu istirahat. Ketika istirahat Adi menjelaskan kepada mereka di taman depan kelasnya.

TIba-tiba handphone Adi berbunyi ternyata ada SMS masuk. SMS itu berisi kalau Adi mendapat hadiah computer hanya dengan membayar uang seratus ribu dan komputernya akan dikirim kerumahnya. Salah satu sahabat Adi tetap tidak percaya adanya SMS itu walaupun terdapat telephon kantornya. Tiyo mengusulkan bahwa lebih diselidiki dahulu dan dia akan mencari alamat telephon itu di buku telephon. Mereka semua setuju dengan usul yang diberikan Tiyo.

Pada waktu pulang sekolah mereka menyelidiki alamat kantor yang berada di Jalan Merpati Nomor 15 dekat rumah Paman Asmin. Kurang lebih setengah jam mereka sampai di kantor itu dengan menaiki sepeda. Mereka mengamati kantor tersebut di tempat yang cukup teduh.

Tidak lama kemudian datang seorang ibu dengan mengendarai mobil. Ibu itu turun dari mobil dan menuju pos satpam. Kelihatanya ibu itu marah-marah setelah menunjukkan handphonenya kepada satpam tersebut.

Adi bersama Bagas, Ari dan Tiyo menuju pos satpam tersebut. Ibu itu telah tampak kesal kemudian langsung masuk ke mobil dan bergegas pulang. Mereka bertanya-tanya kepada satpam tentang itu tadi. Satpam bercerita kalau ibu tersebut adalah korban penipuan dari sebuah SMS berisi kalau akan mendapatkan hadiah mobil.

Ibu itu sudah mengirimkan uang satu juta dan mobil diambil di kantor tersebut. Padahal kantor tersebut bukan kantor pemberi hadiah melainkan kantor perusahaan minuman. Ibu tersebut adalah korban yang ke-20 Adi bersama sahabatnya saling berpandangan. Di benak Adi yang terbayang bukan seperangkat computer lagi, melainkan segelas es limun yang selalu disuguhkan Paman Asmin.