Cerita Percintaan: Di Stasiun Kereta Api Ini

By On Monday, August 18th, 2014 Categories : Cerita

Cerita Percintaan – Pagi yang dingin mencekam harus ku lalui. Jalan panjang ku tempuh dengan ular naga besi. Begitulah bagi mereka para pecinta kereta menyebutnya. Pagi ini aku hanya diam membisu tanpa satupun kata. Ku duduk merenung memikirkan bagaimana hidupku nanti ketika aku menerima lingkungan baru, teman baru sekolah baru, hampir semuanya baru.

Tiba di stasiun kereta api di sebuah kota kecil namun asri yang sesaat lagi akan ku tempati, aku menunggu jemputanku di depan stasiun. Disaat aku duduk tenang di atas sebuah kursi panjang, seorang lelaki misterius bermata empat duduk di sampingku. Tangan kanannya memegang sebuah pensil dan tangan kirinya memengang sebuah foto. Di pangkuannya terdapat secarik kertas putih yang sesaat lagi akan ia isi dengan beberapa coretan. Entahlah, sepertinya ia sedang melukis foto yang sedang di pegangnya. Karena penasaran aku ingin sekali menanyakannya.
“Gambar apa, Kak?” tanyaku ramah.
“Kereta!” jawab lelaki misterius itu singkat.
“Lah , Kereta kok di gambar?” kata-katanya tadi membuatku semakin penasaran.
“Nggak papa, suka aja.” Jawabnya. “Oiya, kenalin aku Raka” sambungnya seperti mengajakku berkenalan.
“Aku Dera, kak salam kenal ya” sahutku melihatnya seraya tersenyum.
“Bukan orang sini ya?” tanyanya.
“Iya kak, aku dari Jombang. Tahun ajaran baru ini aku mau sekolah di sini. Kalo kakak orang mana?” Tanyaku.
“Aku tinggal disini dek. Di Jember” Jawabnya seraya terus menggerak-gerakkan pensilnya di atas secarik kertas.
“Wah, kebetulan banget kak aku baru pindah disini. Oiya kak , kalo boleh tau kenapa suka banget gambar kereta?”
“Nggak tau dek. Bagus aja. Menurutku kereta itu salah satu alat transportasi yang merakyat. Selain bentuknya yang unik. Kalo udah di padukan sama pemandangan sekitar pasti bagus. Makanya aku suka banget.” Jelasnya.

Tiba-tiba seorang wanita separuh baya menghampiriku. Ternyata Tanteku sudah datang untuk menjemputku. Langsung saja aku berpamitan pada lelaki bermata empat itu. Padahal aku masih ingin sekali berbincang-bincang dengannya. Mengetahui mengapaa kesukaannya sungguh aneh sekali. Yah, semoga saja suatu hari nanti aku dapat bertemu lagi dengannya. Agar aku dapat mengetahui beberapa informasi ataupun sedikit pengetahuan darinya.

Mulai hari ini aku harus hidup mandiri. Jauh dengan kedua orang tua tidak menyusahkanku untuk hidup mandiri. Saat ini mungkin aku masih belum bisa beradaptasi karena aku belum terbiasa dengan semua.
Hari pertama tinggal di kota ini. Ku rasa menyenangkan. Tetanggaku yang ramah tamah membuatku nyaman untuk bersosialisasi di lingkungan baruku ini. Yang harus ku pikirkan. Sekolahku! Ya, sekolahku, aku tak tau Tanteku memindahkanku di sekolah yang mana. Kedua orangtuaku sudah menyerahkan hak asuhnya kepada wanita separuh baya namun masih tetap terlihat cantik ketika di pandang, Tante Ana.
Pagi-pagi sekali, Tante Ana membangunkanku, mengajakku sarapan, lalu mengantarku ke sekolah. Hari ini aku akan bertemu sekolah baruku, teman baru, dan guru baru. Entah mengapa ketika sampai di depan gerbang sekolah baruku. Aku sudah merasa nyaman. Semoga saja aku betah disana hingga aku lulus nanti.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

  • Manfaat Dan Khasiat Daun Singkong Yang Perlu Diketahui
  • Ingin bahagiakan wanita, rumornya Sony luncurkan Xperia Z5 warna pink
  • Klopp Akui Liverpool Kalah Tangguh, tapi Juga Soroti Buruknya Lapangan
  • Wisatawan wajib kunjungi Diamond Triangle Banyuwangi
  • 5 Makanan Berikut Bikin Sperma Pria Tak Sehat
  • Ternyata 5 Smartphone Android Ini Gak Bisa Untuk Main Pokemon GO