Biografi Haddad Alwi

By On Monday, March 6th, 2017 Categories : Biografi

Haddad Alwi – Namanya meroket setelah album shalawatnya bertajuk Cinta Rosul (CR) 1 (S7.2 laris manis sampai menembus angka penjualan hingga jutaan keping, la juga kemudian menelurkan ainbul orkestra yang digarap secara apik, berkelas, dan direkam di Australia. Apa yang diraihnya itu sempat membawanya ke tangga popularitas dan tentu saja rejeki yang tidak sedikit.

Meski saat ini popularitasnya meredup, akan tetapi sosok Haddad Alwi dengan fenomena album Cinta Rosul-nya yang fenomenal tetap terkenang, karena pernah meramaikan syiar Islam di tanah air, terutama lewat jalur musik. Kehadiran duet Haddad Alwi dan Sulis dalam senandung Cinta Rosul ketika itu bisa diibararatkan bagai oase dt padang gersang. Shalawat yang digarap dengan keseriusan itu terbukti langsung disambut umat muslim negeri ini yang memang telah lama menantikan lagu-lagu islami yang renyah dan menghibur.

Biografi Haddad Alwi

Dalam waktu singkat, shalawat yang dilantunkan Haddad Alwi dan Sulis merambah kethana-mana. Kaset dan CD-nya laku keras. Nama mereka pun kemudian meroket menjajan nama-nama penyanyi yang belasan tahun telah berkecimpung di dunia tarik suara. Haddad Alwi merantau ke Jakarta. Semula, bekerja serabutan, mulai dari makelar tanah sam berdagang handphone. Di sela sela kesibukannya berdagang, ia yang ho bershalawat, kerap kali bersenandung puji-pujian Yang memuji Allah swt. dan Rasul-Nya. Bershalawat adalah salah satu kesukaannya.

Dari sini tangga kesuksesan mulai diraih. Haddad tampil berbeda dengan penyanyz cebanyakan. Shalawat yang dibawakannya benar-benar menyentuh kalbu. Khusuk, nerasuk ke jtwa pendengarnya. Sehingga, siapa pun yang mendengarkannya, akan bersentuh oleh lantunan keindahannya, kendati tidak tahu artinya karena dibawakan lalam bahasa Arab. Melihat suara Haddad, Haidar menawarinya rekaman lagu shalawat.

Kemudian keluarlah album Nur Muhamad (1997) dan Ziarah Rasul (1998). Dua album itu terjual lumayan banyak. Meski tak begitu meledak. Hingga sutau hari, di tahun 1999, ia begitu prihatin tatkala lagu Diobok-obok milik penyanyi cilik Joshua, laris matiis di pasaran. Haddad pun membayangkan bila satu juta album yang dihasilkan Joshua itu adalah album shalawat yang ditujukan untuk anak-anak.

Karena sebuah lagu memiliki nilai ibadah dan tidak sekedar menghibur. Waktu itu belum terbayang sama sekali, siapa penyanyi yang bakal membawakannya. Selanjutnya, melalui proses seleksi terpilihlah Sulis, yang kemudian dilatihnya secara intens dalam olah vokal. Apa yang didapatkannya sama sekali di luar dugaan. Ia membayangkan, untuk bisa dikenal membutuhkan waktu satu tahun.

Ternyata dalam hitungan enam bulan, kaset Cinta Rasul 1 terjual 1,4 juta keping. Begitu pun ketika Cinta Rasul 2 diluncurkan, angka penjualannya tak kalah tingginya. Sayangnya, maraknya aksi pembajakan membuat angka penjualan album Cinta Rasul 3, 4 dan 5 tidak setingi album Cinta Rasul 1 dan 2. Meskipun demikian, ia tidak patah arang. Haddad kembali merekam album yang disiapkan secara matang dan eksklusif dengan tema orkestra.