Bintang Yang Tak Mampu Kugapai

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Cerita

Namaku viola anggraini melsa. Sebut saja aku dengan nama viola, aku sekarang duduk di bangku sd dan akan melanjutkan ke smp.

Hari pertama tes, aku sangat senang bisa memasuki sekolah impianku, yaitu mts negeri sekayu. Tesku pun selesai dan mos akan dimulai pada tanggal 15-17 juli 2013.

Hari-hari mos pun tiba aku senang bisa berkenalan dengan kakak-kakak osis, guru, dan teman-teman baruku. Hari ke-2 mos juga tiba dengan cepatnya berlalu waktu (16 juli 2013) di hari ini aku senang banget di hari ini aku ultah yang ke-13 tahun dan di hari ini juga aku kenal dengan cowok yang namanya susah untuk aku ingat (hehehe, mungkin susah juga untuk aku lupakan). Nama cowok itu yuda anggara. Yuda awalnya waktu mos dikerjai oleh pak bambang dan kakak-kakak osis, sehingga membuatnya menangis. Tanpa kami ketahui dan tak kusangka ternyata yuda dikerjai karena dia hari ini juga ulang tahun sama denganku. Sepulang dari mos aku bertemu dengannya, hanya sebuah lintasan mata dan terpancarkan oleh senyuman manisnya (senangnya hehehe).

Hari ke-3 mos (17 juli 2013), yaitu hari terakhir kami mengikuti masa orientasi siswa, keberadaan saat mos sangatlah menyenangkan penuh dengan canda dan tawa. Selepas dari itu, seluruh siswa termasuk aku, disuruh untuk membuat surat untuk diberikan kepada kakak-kakak osis yang dikagumi. Setelah itu, kami akan mencari kelas dimana kami akan duduk. Tak kusadari. Aku sekelas sama cowok spesial itu -yuda-, aku jadi tambah bersemangat dan betah rasanya untuk sekolah (hehehe efek cinta).

Hari ini hari pertama aku belajar dan menduduki kelas yang ternyaman -7a-. Entah kenapa aku selalu ngeliat yuda (cinta? Hemzz entahlah!!!). Saat aku melihat yuda, yuda sering bilang kepada ku “Kenapa viola?”, jujur saat itu aku merasa takut.

Perlahan-lahan aku mengenal teman-temanku di kelas, akhirnya aku tau semua dengan nama mereka, yaahh hanya saja nama yuda yang susah untuk aku ingat.
Hampir 1 bulan, aku sekolah di mts n sekayu dan takku mengerti mengapa aku selalu pengen sekolah dan tak pengen rasanya kenal dengan kata libur. Di sekolah aku punya teman dekat, hanya saja kami beda kelas, iya namanya dimas satriya, aku suka sekali curhat dengan dimas dan sebaliknya. Bahkan saat salah satu dari kami ada yang merasa sedih atau senang kami pasti akan terikuti (begitulah kami) dimas sudah kuanggap sebagai sahabatku sendiri, semua tentang hari-hariku aku selalu berbagi kisah dengan dimas. Begitu juga dengan kedua teman terbaikku yaitu silvia febriyanti dan kikhi saputri. Keberadaan kelas yang sama ini membuat aku selalu merasa sangat-sangat dekat dengan mereka. Hampir di setiap pagi-pagi ku sudah disambutin sama mereka berdua.

Di hari ini aku sempat keceplosan saat yuda bertanya kapan aku ulang tahun (aku selalu berpikir aku harus menutupi rahasiaku kalau aku sama dengannya tanggal lahir, sebab aku tak ingin semua teman-teman mengejek kami pacaranlah atau apalah dan terutama lagi aku tak ingin dibuat benci sama yuda) waktu-waktu saat ini sungguh kupenuhi dengan penyesalan “Mengapa harus keceplosan? Kenapa?” saat itu teman sebangku yuda rangga, memberi tau kepada semua teman, hingga akhirnya tak hanya teman sekelas saja yang tau tapi hampir semuanya tau tentang hal itu dan aku selalu merasa kalau yuda mulai ada benih-benih kebenciannya terhadapku -felling-.

Hari ini aku tempak bahagia dan juga terasa deg-degan pada saat yuda meminta e-mail dan password facebookku, “Voila, gue boleh minta e-mail dan password facebook lo gak? Gue cuma mau main” kata yuda meminta. Dan aku menjawab dengan penuh rasa deg-degan sebab ini pertama kalinya yuda bercakap kepadaku. “Boleh, entar gue nulis e-mail dan password facebook gue” kataku dengan rasa senang yang kumiliki.

Hari kemarin tampak hari yang menyenangkan namun berbeda dengan hari ini, rasanya ada sebuah kata yang tak ingin aku dengar saat aku hanya ingin ngobrol dengan yuda walau hanya sebentar, aku selalu cari alasan apapun itu, 1 kata yang kupikirkan saat itu ‘pura-pura bijak’
“Yud, jangan dibajak ya facebook gue”
Terus yuda bilang kepadaku “Dirubah aja kodenya kan gue sudah”
Dengan kata yang cukup sedikit kecewa aku katakan kepada yuda “Tapi gue gak bisa”
“Makanya cuman bisanya sms doang” kata yuda.
Untuk hari ini sudahlah biarlah beralu, hal yang biasa dihidup ini sebuah kepahitan bagi ku. :”)

~ bila terlalu rindu dan tidak ku =temukan jalan keluarnya, aku lebih memilih untuk membaca pesan singkatmu yang masih aku simpan ~

Saat seperti ini saat dimana aku hanya bisa diam dan tak begitu bersemangat sekolah, karena di hari ini yuda tidak masuk sekolah. Aku hanya bisa berdo’a agar allah senantiasa menyembuhkan yuda dari sakitnya.

~ seperti bintang-bintang hilang ditelan malam, bagai harus melangkah tanpa kutau arah. Lepas kan aku dari derita tak bertepi saat kau tak di sini, saat kau tak ada atau kau tak di sini terpenjara sepi ku nikmati sendiri. ~

1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari dan 5 hari tepat di hari ini yuda tampak masih sakit, andai aku bisa menjaganya. ‘tuhan, lekas sembuhkan yuda dari sakitnya, buat dia selalu sehat untukku tuhan’

Hari berlalu dengan cepat, di hari ini aku sangat merasa bahagia karena bisa tau di mana rumah yuda, sebab kikhi mengajakku untuk ke rumah saudaranya, “Viola, lo mau gak nemanin gue ke rumah saudara gue di sembawa?” tanya kikhi kepadaku “Ya udah gue mau kok khi”. Saat itu tak hanya kami berdua melainkan kami bertiga karena aku dan kikhi juga mengajak silvi. Selama di perjalanan kami selalu bercanda ria dan bahkan membuat video selama di motor “Hay, gue suzan kami lagi di sembawa”. “Hay gue kikhi kami ke sembawa mau ngeliat saudara gue”. “Dan ini viola hayy kami mau menuju sembawa” yah seperti itulah kata-kata di dalam video itu dan banyak lagi percakapan gak jelas lainnya hehehehe.

Sesampai di rumah saudara kikhi dan hingga terlepas kami ingin pulang, saat di tengah perjalanan kami bertemu dengan yuda, dan bahkan sempat bercakap dengannya walau diwakili oleh kikhi “Dari mana kalian khi?” tanya yuda, teman spesialku, hihihih dan kemudian kikhi menjawabnya “Kami dari rumah saudara gue” dan juga banyak pembicaraan lainnya dan termasuk menanyakan rumahnya, setelah melihat rumah yuda dahsyat dengan senang hati aku sangat bahagia.

Hari berlalu, waktu berganti waktu. Tepat di hari ini kami menyelesaikan ujian mid kami yang tentunya berjalan dengan lancar, dan tak lupa info di hari ini aku mendapatkan peringkat ke-10 dan tak lupa aku sampaikan bahwa teman spesialku yuda mendapatkan peringkat ke-5, barakullah.

Keesokan harinya, seiring waktu yang berlalu dengan begitu cepatnya aku sangat semakin bersemangat untuk sekolah terlebih lagi ada teman-teman terbaikku dan bahkan seseorang yang menjadi penyemangat bagi hari-hariku. Saat suasana kelas yang begitu ramai seolah-olah pasar ini! Membuatku semakin berbahagia dan bercanda tawa ria bersama teman sekelasku. Saat itu yuda sikapnya beda (bedanya kenapa? Makin ceria hehehe) termasuk juga beda pada waktu menatapku. Kadang-kadang aku suka bertanya pada temanku silvi. “Bagaimana dengan yuda itu menurut lo?” “Hobi?” “Cita-cita?” “Makanan minuman warna favoritanya?” ehh yang jawab bukan silvi, tapi tepat sekali kami diberi tugas bahasa inggris sama ibu naila untuk membuat biodata masing-masing. Jadi intinya di hari itu aku tau semua tentangnya.

Bahagia, takut. Ya itulah yang aku rasakan saat ini. Di hari ini hari pertamaku memberikan sesuatu kepada yuda yaitu minuman pulpy orange dan bersama surat ku untuknya tapi saat ini aku tak memiliki keberanian untuk memberikannya secara langsung, tapi ada-ada saja ide konyol yang hadir di pikiranku (ya, diam-diam memberikan di tas yuda) pada waktu itu aku pura-pura permisi ke toilet bersama silvi tapi aslinya aku mau memberikan minuman itu secara diam-diam dibantu dengan temanku silvi. Yah berhubung itu waktu yang tepat karena kami bukan belajar di kelas tapi belajar di ruang tik. Kegelisaan dan rasa takut selalu menghampiriku saat itu “Sil, gue takut ntar yuda tau kalau gue yang memberikan minuman itu untuk dia. Gue gak mau masuk kelas dulu” kataku dengan takut. “Udah gak papa, lo harus tampak biasa aja ya viola biar gak ketahuan” jawab silvi untuk menenangkanku “Ok lah sil” dan akhirnya saat itu aku memutuskan untuk tampak seperti biasanya saat masuk kelas.

Sudah berbulan-bulan atau bahkan bisa disebut hampir setengah tahun aku sekolah di mts n sekayu. Hari ini ada-ada saja hal yang konyol terjadi, entah aku harus bahagia atau kecewa. Terutama saat temanku insani mengatakan kepada yuda “Yud lo mau kan sama viola” disaat itu yuda hanya diam. Entah diam karena apa? Yang jelas saat itu aku benar-benar takut jika setelah mendengar perkataan dari insani, yuda akan membenciku, kuharap itu tidak akan terjadi.

Esok ya keesokkan harinya, pagi-pagi yang amat indah ini membuatku selalu ingin tampak tersenyum, hari-hari sekolah itu sungguh sangatlah menyenangkan bagiku. Eehh iya kalian tau? Semua teman-temanku yang berada di kelas semua memanggilku tante viola dan om yuda, hanya karena tanggal lahir kami sama, jadi kami punya efek dibilang pacaran -7a emang gituhh hehehe-, sepulang sekolah aku sangat senang bisa mengetahui saudaranya yuda saat temanku anggak memberi tau ku, mula-mula ada yang kutanyakan di angga.
“Ga, lo masih ya pacaran sama bilah?” tanyaku
“Eh emang gue pacaran sama sih bilah ya?” sambil tawa “Pacar gue itu tuh” kata angga lagi, sambil menunjukkan seorang perempuan yang jelas lebih dewasa dari kami, waktu itu aku gak tau itu siapa.
Aku hanya bingung, ya.. Itu aja. Tapi akhirnya angga bilang kepadaku “Enggak viola, itu saudaranya yuda?” jelas angga kepadaku. “Oh, udah sma ya?” kataku “Iya..” jawab angga dengan singkat. Selepas itu aku sangat bahagia bisa mengetahui saudaranya yuda.

Tibalah kami di ujian semester, posisi dudukku aku di barisan yang terdepan. Emaang enak, tapi yang bikin justrunya, yuda di barisan belakang. Otomatis aku gak bisa ngelihat yuda. Tapi selalu ada cara untuk tetap terlihat perfect di hari-hari. Disetiap mau mengumpulkan kertas ujian yuda suka ngeliat aku.

Hampir seminggu berlalu, yang berarti ujian juga selesai di laksanakan. Terlebih lagi kami tinggal hanya menunggu pembagian rapot. Tapi ada syarat untuk mendapatkan rapot yaitu mendapatkan kartu kuning. Tepat di hari ini kartu kuning itu dibagikan kepada siswa yang sudah mengembalikan semua buku perpustakaan, ya tepat di hari ini juga yuda tidak masuk sekolah karena sekolah kami cuma mengadakan classmeting bukan belajar seperti biasa. Ini adalah kesempatan bagiku untuk chattingan sama yuda di facebook. “Yud, hari ini pembagian kartu kuning” kataku dengan rasa bahagia. “Kartu kuning, apa?” tanya yuda, dengan begitu singkat. “Untuk ngambil rapot” jelasku, sedikit. “Kalau besok boleh gak?” tanya yuda lagi kepadaku. “Iya..” jawabku dengan singkat juga. Waktu waktu seperti ini aku selalu berharap, semoga aku selalu bisa seperti ini cattingan dengan yuda, selalu.

Pembagian rapot
Hari ini adalah hari ditunggu-tunggu oleh kami semua. Saat ujian semester aku selalu belajar meski tidak sefokus-fokusnya sebab aku ingin peringkatku dekat dengan peringkat yuda. Eehh saat pembagian rapot, yuda mengatakan bahwa dia peringkat 13, saat itu aku berharap aku peringkat 14. Tapi tak lama kemudian namaku disebut dan ternyata aku peringkat ke-7 aku tak terlalu bahagia tapi aku tetap berdo’a semoga ada keajaiban untukku dan yuda untuk masuk ke kelas yang sama lagi.

Sesudah dari pembagian rapot, kelas kami ya 7a makan bersama. Kami sangat menikmati hari-hari ini berfoto-foto, canda, tawa, semua ada di hari ini. Dengan kebahagiaan tiada habisnya bersama wali kelas kami juga (ibu hani). Porsi hari ini, aku: mie ayam, dan yuda: bakso.

Beberapa minggu telah berlalu, aku ada rencana untuk memberikan kado kepada yuda, karena sebentar lagi dia akan ultah dan termasuk aku juga. Satu yang aku pikirkan aku berencana pengen memberikannya jam tangan aku ingin dia memakainya dengan cool.

Suasana sekolah saat ini libur karena bulan suci ramadhan yang penuh berkah, ya pada tanggal 16 bulan suci ramadhan di situ juga aku dan yuda ulang tahun. Dan yang paling terpenting di hari ini aku sangat bahagia karena surprise yang diberikan keluargaku untukku, kado dan kue itu sungguh membuatku senang. Thanks family, kalian lah yang terbaik.

Hari ini, pagi-pagi aku sudah bangun dari tidurku untuk bersiap-siap pergi ke sekolah, karena di hari ini sekolah telah menentukan kelas kami selanjutnya. Sesampai di sekolah, sudah terlalu lama kami menunggu pengumuman itu tertempel di jendela kelas masing-masing. Dan tepatnya di waktu ini barulah pengumuman itu tertempel, dan yang terpasti kami sudah siap-siap untuk melihat di mana kami akan masuk kelas berikutnya.

Hari penuh kecewaaan di hari ini, nyatanya ternyata aku tak ditempatkan sekelas lagi dengan silvi atau maupun yuda, tapi yang tersisa hanyalah kikhi temanku yang terbaik yang sekarang ini kami masih tetap sekelas, pada saat itulah aku memohon kepada allah semoga ia senantiasa memberikan keajaiban di masing-masing hari nanti walau harus tak sekelas dengan teman-teman terbaikku. Biarpun kami tak sekelas bersama lagi dengan silvi namun aku dan kikhi selalu menjemputnya saat-saat sedang istirahat, terlebih lagi pada teman spesialku yuda, dia selalu ke kelasku meski kami tidak sekelas namun aku masih bisa melihatnya disaat-saat tertentu. All is well

Pandangan itu saat aku tertabrak yuda saat hendak masuk ke dalam kelas, hatiku dag-dig-dug badan serasa kaku rasanya. Untung pada saat itu yuda tidak marah kepadaku dan yang bikin senang dia tersenyum malah dan bicara kayak gini “Berjalan gak makai mata lo ya bbiollaah ya?” sambil tertawa, ya seeperti itulah yang yuda katakan, sementara aku hanya bisa diam dan membisu.

Keesokan harinya, seperti yang kukatakan aku ingin memberikan yuda kado, ya semua sudah kupersiapkan dan hanya tinggal memberinya saja. Pada kado itu aku tuliskan from: viola, kikhi, silvi, dan salsa. Karena pada saat itu aku takut memberikan atas namaku sendiri, yang aku pikirkan, aku takut ia tidak memakainya dan terlebih lagi takut ia buang, mungkin dengan menambah nama temanku ia akan menerimanya dengan senang hati -tas jam tangan- dan yang paling membuat senang di hari ini yuda selalu bilang terima kasih kepadaku, entahlah ia tau atau tidak kalau itu kado dari aku seorang, karena pada umumnya ia gak pernah makasih sama kikhi/silvi/salsa, hanya kepadaku ia berkali-kali mengucapkan terima kasih, apa mungkin karena surat. Hehehe ya di kado itu aku menuliskan surat untuknya.
“Itu kado dari lo ya, viola?” dengan senyumnya
“Gak eh gak kok dari kami berempat” jujur saat itu aku merasa gugup
“Oh iya, makasih ya” seperti itulah yang dikatakan yuda kepadaku.

1 minggu telah berlalu, aku begitu sangat sangat senang dengan hariku, walau banyak rintangan yang harus kuhadapi di dunia ini. Di hari-hariku hal yang membosankan itu adalah sendirian di rumah, butuh teman di rumah. Seorang ayah yang bekerja keras selalu untuk menjaga kami, kakak rina yang selalu bersemangat dengan kuliahnya dan kakak lola yang juga selalu bersemangat dengan smanya. Dan seorang ibu yang berarti dalam hidupku kini sudah menjadi bidadari surga yang maha kuasa, beliau telah berbahagia di sana, sebahagia beliau membuat kami tersenyum. Kalian tau ada 3 hal yang paling kutakuti di dunia ini yaitu: tak dapat membahagiakan mereka, membuat mereka kecewa, dan kehilangan mereka. Aku sangat bersyukur punya mereka yang begitu banyak humorisnya, dan bahkan aku sangat sangat bahagia bisa masuk dalam canda tawa mereka. Untuk menceritakan keluargaku, begitu banyak cerita yang begitu berarti hanya merekalah yang membuatku selalu ingin ceria dalam hari-hariku. Jaga mereka untukku tuhan

Sudah hampir 2 tahun aku sekolah di mts n sekayu, dan tibalah untuk naik ke kelas 9, berbicara tentang cinta. Aku yang selalu memperjuangkan yuda yang dulunya sangat berarti tetapi yuda yang memperjuangkan dinda, untuk sebuah kebahagiaan. Yuda selalu memberikan petunjuk atau kode bahwa ia tak menyukaiku, satu pilihan yang aku punya aku harus merelakan. Selama 2 bulan atau bahkan hampir 3 bulan yang lalu yuda selalu memperjuangkan dinda begitu pun dinda. Aku tak punya pilihan lain selain jujur dan harus benar-benar membodohi diriku sendiri. Untuk kebahagiaan orang yang aku cinta terkadang aku harus benar-benar merelakan, aku tau sakitnya itu menunggu, dan aku tak ingin yuda merasakan sama halnya yang aku rasakan selama hampir 3 tahun ini kepada yuda. Ya harus kukatakan aku menyerah untuk menunggu, aku lelah untuk memperjuangkan orang yang justru tidak menyukaiku. Namun aku selalu bangga aku bisa mengenalnya, dan sekarang bintang yang ku miliki di sekolah adalah seorang teman yang selalu setia senantiasa bersamaku yaitu: deketasilotakivi (singkatan persahabatan kami) dan 4one bb. Ya hanya bintang itu yang mampu kugapai tetapi 1 bintang yang tak mampu kugapai yaitu yuda. Dan sekarang aku hanya bisa memahami bahwa terlalu mencintai itu sungguh menyakitkan,

The end