Benarkah pria beresiko virus kanker serviks?

By On Wednesday, October 10th, 2012 Categories : Artikel

Pria Berisiko Terserang Virus Kanker Serviks‘, Demikianlah kata yang paling tepat untuk memberikan judul pada informasi kali ini. Kanker serviks atau yang biasa disebut dengan kanker leher rahim tersebut biasanya menyerang wanita, dimana kanker serviks ini menjadi salah satu pembunuh tertinggi wanita penderita kanker di dunia. Seiring dengan keganasannya, kanker ini pada umumnya dipicu oleh Human Papilloma Virus (HPV) ini bisa juga menjadi ancaman yang serius bagi pria.

Seorang pria bisa tertular penyakit kanker serviks (kanker leher rahim) melalui kontak kelamin atau oral seks dengan wanita yang mengidap kanker serviks. Temuan ini ketahui dalam sejumlah penelitian yang menunjukkan adanya lonjakan pria pengidap kanker mulut atau tenggorok yang terkait dengan HPV (Human Papilloma Virus).

Dikutip diwarta dari Vivanews pada hari Sabtu (29 Oktober 2011), (Penularannya) bukan hanya karena hubungan seks semata, tetapi bisa menular karena oral seks, anal seks maupun kontak manual genital, ungkap dr Enny Setyowati Pamuji, di hadapan peserta seminar ‘Kenali Sejak Dini Kanker Serviks’, di Yogyakarta, Sabtu, 29 Oktober 2011.

dr Eni juga menginformasikan bahwa kanker serviks ini menempati urutan pertama dari berbagai kasus kanker di Indonesia. Beliau juga mengungkap data di mana sebanyak 700 wanita meninggal dunia akibat ganasnya kanker tersebut. Setiap harinya, ditemukan 40 kasus baru kanker serviks.

Risiko kanker serviks kini kian hari kian meningkat terlebih pada wanita perokok, mereka yang suka berganti-ganti pasangan intim, menikah di usia dini, dan mereka yang terkena HIV/AIDS.

Kebanyakan kanker servik terjadi dikarenakan paparan HPV. Virus yang tergolong memiliki ukuran sangat kecil ini, tidak lebih dari 55 nanometer. “Memiliki ratusan tipe, yaitu 16, 18, 31, 33, 35, 41, 51, 52, 56, dan 58 yang paling banyak ditemukan pada kanker,” terangnya. “HPV tipe 16 atau 18, merupakan 70 persen penyebab kanker serviks.”

Disamping kanker, HPV juga bisa menyebabkan timbulnya kutil kelamin, kanker vulva, dan kanker vagina. “Infeksi HPV itu sendiri sebenarnya tidak menimbulkan gejala. Bahkan orang yang terinfeksi bisa jadi tidak menyadari kalau sudah terinfeksi dan bahkan sudah menularkan pada orang lain,” terangnya.

Pada wanita, gejala-gejala baru tersebut muncul ketika telah berkembang menjadi kanker, seperti keputihan yang tak kunjung sembuh, dan secara spesifik keputihan itu memiliki warna keruh serta menimbulkan bau busuk. Terjadi perdarahan setelah bersenggama, dan pendarahan yang terjadi di luar siklus haid.

Oleh sebab itulah kanker serviks ini perlu dideteksi dini dengan beberapa metode seperti papsmear, teknik thin prep, dan IVA.  dr Eni juga mengatakan bahwa “Akan lebih baik jika melalukan pencegahan dengan berperilaku hidup sehat, melakukan screening, deteksi dini, melakukan vaksinasi untuk menumbuhkan kekebalan”.

Selain melakukan pengobatan alangkah lebih baiknya kita melakukan pencegahan, maka dari itu marilah kita hindari sex bebas dan berganti-ganti pasangan.