Benarkah Orang Suka Makanan Manis Cenderung Penolong?

By On Wednesday, October 10th, 2012 Categories : Artikel

Makanan manis tidak selamanya buruk bila dikonsumsi dalam batas yang wajar, Disamping salah satu faktor penyebab diabetes, makanan manis juga bisa untuk digunakan untuk prediksi kepribadian seseorang. Dalam sebuah penelitian orang yang suka makanan manis cenderung lebih memiliki karakter yang ‘manis’ hal ini diatrikan cenderung lebih suka menolong dibandingkan orang yang suka makanan gurih atau tidak berasa sama sekali.

Mengutip dari Medicalnewstoday.com pada hari Senin 31-10-2011, Brian Merier, PhD yang merupakan rekan penulis penelitian mengatakan bahwa “Semua orang merasakan makanan setiap hari. Penelitian kami ingin mencari tahu apakah pemilihan rasa dan pengalaman dapat digunakan untuk menjelaskan ciri-ciri kepribadian dan perilaku,”.

Penemuan terbaru dari para peneliti yang ada di North Dakota State University dan Sekolah Tinggi Gettysburg menemukan adanya partisipan yang memilih makanan manis (sepotong coklat Dove) lebih mungkin membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan dengan sukarela dibandingkan dengan relawan yang memilih makanan tak manis (keripik) atau tidak memilih makanan tertentu.

Penelitian ini juga sepertinya mengamini sudut pandang masyarakat bahwa seseorang yang lebih suka makanan manis (seperti halnya permen atau kue coklat) lebih terlihat menyenangkan atau suka menolong orang lain yang membutuhkan.

“Hasil ini sangat mengejutkan. Orang-orang yang biasanya suka menolong dan ramah dianggap ‘manis’ karena rasa sepertinya memiliki sedikit kesamaan dengan perilaku atau kepribadian. Teori yang tergolong baru ini mendorong kami berhipotesis bahwa persamaan tersebut sepertinya tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk menambah wawasan mengenai kepribadian dan perilaku,” imbuh Meier.

Peneliti, Michael D. Robinson, profesor psikologi North Dakota State University juga menerangkan bahwa “Hasil penelitian kami juga menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara rasa manis dan perilaku suka menolong. Temuan ini mampu mengungkapkan bahwa metafora dapat menyebabkan prediksi yang unik serta provokatif mengenai perilaku dan kepribadian seseorang,”.

Temuan dalam penelitian ini menunjukkan orang yang menyukai makanan manis cenderung memiliki ciri kepribadian yang suka menolong orang lain dan terlihat lebih menyenangkan dibandingkan dengan orang yang tidak menggemari makanan manis.