Beberapa Penyakit Yang Menyerang Ternak Kambing (Page 1)

By On Monday, May 6th, 2013 Categories : Artikel

Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing dan dapat diobati secara tradisional diantaranya adalah sebagai berikut:
1. SCABIES (KUDIS)
Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang terdapat pada kotoran yang terjadi karena kandang kotor dan ternak tidak pernah dimandikan. Penyakit Scabies atau yang dikenal dengan kudis ini memiliki gejala atau tanda-tanda kerakÔÇôkerak pada permukaan kulit, ternak selalu menggesekan bagian kulit yang terserang kudis, kerontokan bulu serta kulit menjadi tebal dan kaku

Untuk mengatasi penyakit ini sebaiknya ternak kambing di cukur bulu sekitar daerah yang terkena kudis, mandikan ternak dengan sabun sampai bersih, kemudian jemur sampai kering.

Setelah kering ternak juga dapat diobati dengan menggunakan:

  • Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit.
  • Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada bagian kulit yang sakit.
  • Kamper / kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

Supaya penyakit ini tidak menjalar kemana-mana maka untuk pencegahan kudisan pada kambing dapat dilakukan dengan cara:

  • Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat.
  • Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis
  • Mandikan ternak dua minggu sekali.
  • Bersihkan kandang seminggu sekali.

2. MYASIS (BELATUNGAN)
Gangguan kesehatan pada ternak belatungan ini disebabkan karena luka daerah yang berdarah dan diinfeksi oleh lalat sehingga lalat berkembang biak (bertelur) dan menghasilkan larva belatung.

Ternak kambing yang mengalami gangguan kesehatan ini memiliki tanda-tanda adanya belatung yang bergerak-gerak pada bagian yang luka; jika belatungan pada kaki/teracak maka ternak terlihat pincang.

Supaya penyakit tidak bertambah parah, sebaiknya segera dilakukan pengobatan dengan cara berikut ini:

  • Bersihkan luka dari belatung, kemudian obati dengan gerusan kamper/kapur barus atau tembakau.
  • Luka dibungkus dengan kain/perban untuk melindungi dari terjadinya luka baru atau kotoran.
  • Pada hari berikutnya luka dibersihkan, pengobatan diulang dan dibungkus kembali. Biasanya dua atau tiga kali pengobatan sudah sembuh.
  • Bila belatung sudah terbasmi, pemberian yodium tinctur dapat dipakai untuk mempercepat pertumbuhan.

Pages: 1 2 3