Bagaimana Klasifikasi Porifera

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Porifera adalah organisme sederhana yang mudah untuk dijelaskan. Porifera adalah organisme yang tinggal menetap, metazoan yang memfilter-makanan yang memiliki satu lapisan sel berflagel yang mendorong arus air searah melalui tubuhnya.

Porifera adalah hewan kelompok kuno dan sangat sukses. Dalam Paleozoikum mereka diyakini telah terdiri lebih dari setengah biomassa di terumbu laut. Mereka telah tinggal di perairan dunia selama lebih dari 600 juta tahun, dan sekarang dapat ditemukan di semua laut dan banyak habitat air tawar. Porifera terdapat di sungai dan selokan, dari kolam batu sampai kedalaman laut yang dalam, dari laut Arktik yang beku sampai laut tropis yang hangat.

Mereka mungkin yang paling indah di laut laut tropis. Ada sekitar 10.000 spesies yang diketahui dan meskipun organisasi dasar mereka cukup sederhana dan tetap cukup konstan sepanjang semua spesies mereka berhasil menunjukkan berbagai macam bentuk.

Ukuran porifera sangat beragam. Beberapa jenis porifera ada yang berukuran besar butiran beras, sedangkan jenis yang lainnya bisa memiliki tinggi dan diameter mencapai 2 meter. Tubuh porifera pada umumnya asimetris dan tidak beraturan meskipun ada yang simetris radial. Bentuknya ada yang seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau bercabang seperti tumbuhan. Tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil atau pori (ostium). Warna tubuh bervariasi, ada yang berwarna pucat, dan ada yang berwarna cerah, seperti merah, jingga, kuning, bahkan ungu.

Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ, sehingga porifera dikelompokan dalam protozoa. Permukaan luar tubuhnya tersusun dari sel-sel berbentuk pipih dan berdinding tebal yang disebut pinakosit. Pinakosit berfungsi sebagai pelindung. Di antara pinakosit terdapat pori-pori yang membentuk saluran air yang bermuara di spongosol atau rongga tubuh. Spongosol dilapisi oleh sel “berleher” yang memiliki flagelum, yang disebut koanosit.

Flagelum yang bergerak pada koanosit berfungsi untuk membentuk saluran air satu arah, sehingga air yang mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori ke spongosol. Di spongosol makanan ditelan secara koanosit. Sisa pembuangan dikeluarkan melalui lubang yang disebut oskulum. Zat dan makanan dan oksigen selain digunakan oleh koanosit, sebagian juga di transfer secara difusi ke sel-sel yang selalu bergerak seperti amoeba, yaitu amoebosit (sel amoeboid). Fungsi sel amoebosit, yaitu mengedarkan makanan dan oksigen keseluruh sel-sel tubuh lainnya. pencernaan makanan terjadi secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan, sehingga porifera disebut sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya di laut.

Klasifikasi yang lebih tinggi dari Porifera cukup membingungkan para ahli yang berbeda lebih memilih skema yang berbeda. Yang terbaik bisa saya lakukan adalah untuk menawarkan dua skema yang berbeda untuk memberikan beberapa gagasan tentang masalah ini, salah satu lebih memuaskan untuk siswa sekolah menengah dan lebih dari itu Anda harus berkonsultasi dengan guru atau dosen kecuali Anda akan menjadi ahli taksonomi Porifera.

filum Porifera

kelas Calcarea Orde Calcinia
Orde Calcaronia
kelas Hexactinellida Orde Amphidiscophora
Orde Hexasterophora
kelas Demospongiae Orde Homoscleromorpha
Orde Tetractinomorpha
Orde Ceractinomorpha

 

filum Porifera

kelas Calcarea Orde Clathrinida
Orde Leucosoleniida
Orde Sycettida
Orde Leucettida
kelas Hexactinellida
kelas Demospongiae Orde Haplosclerida
Orde Poecilosclerida
kelas Sclerospongiae

Terdapat sekitar 10.000 spesies Porifera yang sudah diidentifikasi. Porifera dikelompokkan menjadi empat kelas berdasarkan penyusun kerangka tubuhnya, yaitu sebagai berikut.

a. Calcarea (Calcispongiae)

Calcarea atau Calcispongiae (Latin, calcare = kapur, calsi = kapur, spongia = spons) memiliki rangka dari zat kapur atau kalsium karbonat. Calcarea berwarna pucat dan memiliki tinggi kurang dan 15 cm serta permukaan tubuh berbulu. Calcarea memiliki tipe saluran air askonoid, sikonoid, dan leukonoid. Contohnya Leucosolenia, Clathrina, dan Sycon ciliatum.

Leucosolenia merupakan contoh kelas Calcarea

Gambar Leucosolenia merupakan contoh kelas Calcarea

b. Hexactinellida (Hyalospongiae)

Hexactinellida atau Hyalospongiae (Yunani, hexa = enam, hyalo transparan atau kaca, spongia = spons). Kerangka tubuh Hexactinellida tersusun atas silika (kaca) dengan bentuk tubuh silindris, datar atau bertangkai. Tinggi tubuh mencapai 90 cm. Tipe saluran air sikonoid. Hexactinellida hidup di laut dengan kedalaman 90 cm – 5.000 m. Hexactinellida biasa disebut sebagai “glass sponge” spikulanya terkadang bersatu dengan struktur jaringan, sehingga membentuk jalinan yang rumit seperti ring basket. Selain itu, ada juga yang berbentuk mangkuk atau vas bunga. Contohnya Euplectella aspergillum dan Hyalonema.

c. Demospongiae

Demospongiae (Yunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki kerangka tubuh yang tersusun dari serabut spongin. Tinggi dan diameter tubuh ada yang mencapai lebih dari 1 m dengan tipe saluran air leukonoid. Pada umumnya Demospongiae berwarna cerah, tetapi ada yang gelap (hitam). Warna tubuh yang cerah diduga untuk melindungi tubuh dari sinar matahari. Demospongiae merupakan kelompok dengan jumlah spesies terbesar, sekitar 90% dari seluruh jenis Porifera. Mereka biasanya hidup di tepi pantai hingga kedalaman 45 m, namun ada pula yang hidup di air tawar.Contohnya Oscarella, Microciona, Halichondria dan Cizona celata.

d. Sclerospongiae

Sclerospongiae atau spons karang (coralinne sponges) menghasilkan rangka yang tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3) yang terjalin dalam serat-serat spons, sehingga tampak seperti batu koral. Diameter Sclerospongiae dapat mencapai 1 m. Sclerospongiae banyak ditemukan di daerah terumbu karang di Jamaika. Contohnya Ceratoporella dan Stromatospongia.

Euspongia salah satu contoh kelas Demospongiae

Euspongia salah satu contoh kelas Demospongiae

Peran Porifera dalam Kehidupan

Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi. Zat kimia yang dikeluarkan memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya.

23561176, 23561177, 23561178, 23561179, 23561180, 23561181, 23561182, 23561183, 23561184, 23561185, 23561186, 23561187, 23561188, 23561189, 23561190, 23561191, 23561192, 23561193, 23561194, 23561195, 23561196, 23561197, 23561198, 23561199, 23561200, 23561201, 23561202, 23561203, 23561204, 23561205, 23561206, 23561207, 23561208, 23561209, 23561210, 23561211, 23561212, 23561213, 23561214, 23561215