Bagaimana Bakteri Berkomunikasi

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Katakanlah Anda datang ke rumah setelah seharian bekerja. Rumah yang tenang, tapi lampu menyala, sehingga Anda memanggil, “Ada orang di rumah?” Anak-anak Anda merespon dengan teriakan sukacita, dan pasangan Anda menyambut Anda dari dapur.

Dengan cara ini, Anda telah menjelaskan kepada anggota keluarga Anda. Anda juga sudah mengerti  kebutuhan mereka – jika pasangan Anda jatuh  dari kursi, dia akan menangis dan minta tolong. Dan jika anak-anak Anda telah mengamati kedatangan Anda dengan menanyakan apakah Anda akan membawa pulang roti bakar, maka Anda akan tahu bahwa mereka lapar.

Anda mungkin pernah mendengar suara-suara binatang yang menunjukkan beberapa bentuk komunikasi, tetapi tidak sampai cukup itu saja, baru-baru ini kita tahu bahwa bahkan beberapa organisme terkecil di Bumi, bakteri, dapat berkomunikasi satu sama lain. Pada tahun 1960, peneliti mengamati bahwa bakteri yang dikenal Vibrio fischeri menunjukkan jumlah yang lebih besar dari pendaran saat peningkatan populasi bakteri.

Memancar cahaya membutuhkan banyak metabolisme, dan para ilmuwan menentukan bahwa bakteri mampu mempertahankan energi mereka sampai mereka menyadari bahwa ada cukup dari mereka untuk membuat cahaya benar-benar baik. Para peneliti menyebut fenomena ini quorum-sensing – bakteri berkomunikasi untuk menentukan ukuran komunitas mereka.

Tapi bagaimana? Jawabannya adalah bakteri memancarkan autoinducers atau homoserin lakton, atau molekul sinyal yang mirip dengan feromon. Ukuran populasi bakteri ditentukan oleh konsentrasi autoinducers di tiap daerah. Tetapi bakteri tidak hanya berkomunikasi dengan jenis mereka sendiri – dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menentukan bahwa bakteri memiliki reseptor untuk spesies-spesifik autoinducers, serta reseptor untuk sinyal yang dikirim oleh semua jenis bakteri lain. Hal ini tidak hanya menunjukkan bahwa banyak spesies bakteri di luar yang bercahaya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, itu berarti bahwa semua bakteri dalam jarak dekat mungkin mengobrol. Sama seperti kita menjelaskan orang yang kita cintai pada penghujung hari, bakteri menggelinding juga.

Mengapa hal ini penting? Mengetahui bagaimana bakteri berkomunikasi dapat mempengaruhi bagaimana kita melawan penyakit. Banyak bakteri mulai menimbulkan kerusakan pada tubuh manusia hanya satu kali tidak cukup untuk mengalahkan sistem kekebalan tubuh. Daripada menunggu bagi bakteri untuk menyerang kita, produsen obat tertarik untuk mengembangkan cara untuk berebut kabel komunikasi bakteri sebelum dimulai. Dengan begitu, bakteri tidak akan pernah tahu bahwa mereka telah mencapai semacam ambang batas yang diperlukan untuk mendirikan infeksi dalam tubuh.