Asal Mula Keris Bunga Melati Dalam Pengantin Pria Jawa

By On Saturday, February 22nd, 2014 Categories : Cerita

Mungkin juragan pernah melihat keris berkalung bunga melati (ronce) yang digunakan oleh pengantin pria Jawa. Bagaimana sejarahnya keris tersebut?

Menurut babad tanah jawa, tradisi keris pengantin jawa tersebut berawal dari keris milik Raden Harya Penangsang (aryo penangsang), adipati Jipang Panolan pada masa kerajaan Demak Bintaro di Jawa Tengah sekitar abad ke16.

Dikisahkan, raden Haryo Penangsang adalah seorang penguasa sekaligus pendekar sakti mandraguna tanpa tanding di tanah jawa. Namun sang pendekar pilih tanding ini terjebak oleh sifatnya yang keras dan pemarah (brangasan), sehingga dia bisa dikalahkan oleh seorang pendekar muda bernama Raden Sutawijaya, putra angkat Hadiwijaya alias Jaka Tingkir (joko tingkir), raja Demak.

Suatu ketika terjadi pertempuran diatas kuda antara kedua pendekar sakti tersebut di daerah Bengawan Sore, Jawa Tengah. Aryo Penangsang menunggang kuda jantan yang bernama Gagak Rimang dan bersenjatakan keris sakti bernama Kyai Setan Kober, sedangkan Raden Sutawijaya menunggang kuda betina dengan bersenjatakan tombak sakti Kyai Pleret.

Dalam pertarungan satu lawan satu tersebut Aryo Penangsang terkena tombak kyai pleret milik Sutawijaya, dan akhirnya ususnya terburai keluar. Namun Arya penangsang dengan sigap mengalungkan buraian ususnya di keris yang terselip dipinggangnya dan melanjutkan pertempuran dengan tangan kosong hingga akhirnya Sutawijaya terdesak dan berhasil ditaklukkan.

Sesuai tradisi pendekar berwatak jantan di tanah jawa, Aryo Penangsang tidak mau menghabisi musuhnya dengan sembarang senjata, tapi harus menggunakan sesama senjata pusaka. Namun sayang, disaat Aryo Penangsang hendak mencabut keris pusaka untuk menghabisi Sutawijaya, ususnya yang terlilit di sarung keris terpotong oleh kerisnya sendiri hingga putus. Dan akhirnya Aryo Penangsang gugur di medan laga.

Semua bala tentara Aryo Penangsang maupun bala tentara Sutawijaya yang menyaksikan duel maut tersebut memberikan hormat atas kegagahan dan kejantanan Raden Aryo Penangsang. Bahkan pendekar Sutawijaya beserta para punggawa juga memberikan hormat atas keteladanan Aryo Penangsang.

Disaat nafas terakhir, Aryo Penangsang berwasiat kepada putranya yang ikut mendampinginya di medan laga. Pesannya, jika kelak putranya menjadi pengantin nanti agar mengalungkan bunga melati pada keris dan diselipkan di pinggangnya untuk mengenang ayahanda tercinta, serta untuk mewarisi kegagahan dan kejantanan ayahnya yang gagah berani. Bunga melati tersebut diibaratkan sebagai usus Arya Penangsang yang diselipkan di sarung keris saat bertempur di medan laga.

Sejak saat itu dalam busana pengantin pria jawa pasti menggunakan keris berkalung bunga melati (ronce) yang diselipkan dipinggangnya. Tradisi ini tetap digunakan hingga sekarang.

8307167, 8307168, 8307169, 8307170, 8307171, 8307172, 8307173, 8307174, 8307175, 8307176, 8307177, 8307178, 8307179, 8307180, 8307181, 8307182, 8307183, 8307184, 8307185, 8307186, 8307187, 8307188, 8307189, 8307190, 8307191, 8307192, 8307193, 8307194, 8307195, 8307196, 8307197, 8307198, 8307199, 8307200, 8307201, 8307202, 8307203, 8307204, 8307205, 8307206