Apakah Makanan Organik Benar Lebih Sehat? Simak Fakta-faktanya

By On Wednesday, March 22nd, 2017 Categories : Artikel

Gaya hidup sehat sedang menjadi trend saat ini. Banyak orang mulai melirik untuk mengonsumsi makanan-makanan sehat, seperti buah, sayur, gandum, dan makanan yang kaya protein. Tetapi, jika Anda pergi ke supermarket, dalam memilih sayur segar atau buah segar, mungkin Anda mengalami dilema: apakah saya harus membeli produk organik?

Meskipun harga produk organik lebih mahal, tetapi saat ini penjualan produk organik terus meningkat. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang makanan organik.

Apa itu makanan organik?

Makanan organik adalah makanan-makanan yang berasal dari tumbuhan atau hewan di mana petani merawatnya dengan mengutamakan sistem ramah lingkungan. Petani yang menghasilkan produk organik tidak menggunakan metode konvensional dalam mengontrol tumbuhan mereka. Misalnya, petani organik menggunakan pupuk natural untuk tanah dan tumbuhan, dan menggunakan sistem pergiliran tanaman (metode yang digunakan untuk merotasi tanaman supaya tanah tidak kehilangan unsur hara akibat terus dihisap oleh tanaman).

Untuk memastikan apakah makanan yang dijual di supermarket benar-benar organik atau tidak, Anda bisa mengecek sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) baik secara nasional ataupun intenasional pada kemasan. Di Indonesia sendiri, lembaga yang berwenang untuk menyertifikasi produk organik adalah Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO). Saat ini di Indonesia, baru 40%, atau 9 ribu ha dari 22 ribu ha lahan organik di Indonesia yang sudah tersertifikasi secara nasional maupun internasional., dan hanya 20% yang tersertifikasi secara nasional.

U.S. Department of Agriculture (USDA) memberikan syarat untuk sertifikasi produk organik, yaitu bila memenuhi kriteria di bawah ini:

  • Produk 100% organik. Untuk masuk kategori ini, produk yang didistribusikan harus betul-betul organik atau terbuat dari bahan-bahan organik
  • Produk organik. Produk harus mengandung 95% bahan-bahan organik yang digunakan.

Produk yang mengandung 70% bahan-bahan organik bisa menaruh keterangan di kemasan bahwa produk tersebut adalah produk organik, namun tidak mendapatkan cap sertifikasi di kemasan.

6 anggapan umum tentang makanan organik

Meski popularitas makanan organik makin menanjak seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pelestarian lingkungan, tidak semua persepsi dan anggapan seputar  makanan organik itu benar. Mana saja yang memang fakta, dan mana yang sebenarnya salah?

1. Makanan organik mengandung sedikit pestisida

Benar. Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh hama pada tanaman. Bahan kimia ini sangat sering digunakan di metode konvensional tanam-menanam, di mana pestisida tersebut masih menempel di produk makanan yang akan kita makan.

2. Makanan organik tidak mengandung bahan-bahan buatan tambahan

Benar. Salah satu aturan yang paling ditekankan dalam produk organik adalah produk organik dilarang mengandung bahan-bahan buatan tambahan lainnya, termasuk bahan pengawet, pemanis buatan, pewarna buatan, perasa buatan, dan MSG.

3. Makanan organik lebih ramah lingkungan

Benar. Metode penanaman dan perawatan produk organik memang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi polusi air, udara, dan tanah; mengurangi erosi tanah, menambah kesuburan tanah, dan menggunakan energi yang lebih sedikit. Mengurangi penggunaan pestisida juga berpengaruh pada hewan-hewan (terutama burung dan hewan-hewan kecil) dan penduduk yang tinggal dekan dengan perkebunan.

4. Makanan organik lebih banyak nutrisinya

Salah. Sampai saat ini, belum ada studi yang betul-betul dapat membuktikan bahwa produk organik lebih kaya nutrisi dari produk non-organik. Saat ini peneliti masih menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan tentang perbedaan kandungan nutrisi di produk organik dan produk non-organik.

5. Makanan organik SELALU ramah lingkungan

Salah. Meskipun memang metode penanaman produk organik mengurangi polusi, tetapi penelitian dari Dennis Avery dari Hudson Institute’s Center for Global Food Issues memberikan data yang menyatakan bahwa menanam produk organik memakan jauh lebih banyak lahan daripada penanaman produk non-organik untuk menghasilkan jumlah produk yang sama. Diperlukan untuk mengalihkan banyak sekali lahan hutan untuk diubah menjadi lahan produk organik untuk menyeimbangi jumlah produk non-organik.

6. Makanan organik tidak perlu dicuci dulu

Salah. Semua produk organik, baik Anda beli di supermarket atau pasar tradisional, tetap harus Anda cuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Sebab, mungkin saja produk-produk organik tersebut terkontaminasi oleh bakteri dari perairan di sekitar perkebunan, misalnya kalau perkebunan tersebut dekat dengan peternakan, maka mungkin saja perairan dari perternakan yang sudah terkontaminasi dengan kotoran hewan-hewan mengontaminasi produk organik tersebut.

Hal-hal lain yang perlu diingat

Setiap membeli produk organik, perhatikan baik-baik label yang tertera pada kemasan. Disarankan untuk membeli produk organik yang memiliki label sertifikasi karena hal itu lebih meyakinkan bahwa produk tersebut adalah produk organik. Belilah juga variasi buah dan sayur yang berbeda-beda supaya Anda mendapatkan nutrisi yang lengkap untuk tubuh Anda, karena setiap satu buah atau satu sayur tidak mengandung seluruh nutrisi yang diperlukan oleh tubuh Anda.