Apakah Anda termasuk orang ‘lebay?’

By On Saturday, February 4th, 2017 Categories : Artikel
Loading...

Mungkin Anda menyadari bahwa diksi ‘lebay’ sangat sering digunakan belakangan ini. Diksi yang sudah mulai memasyarakat ini mendeskripsikan sifat manusia yang ‘sangat berlebihan.’

Memang, sifat lebay terlihat menyebalkan bagi orang lain. Tapi untuk diri sendiri, sifat terlalu ekspresif, terlalu baik, terlalu pintar, hingga terlalu percaya diri pun ternyata juga tak ada baiknya. Buruknya, kita seringkali tak bisa merasakan hal itu sendiri.

Selain memang segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, ternyata beberapa hal yang berlebihan dalam hal kepribadian dan perilaku, benar-benar akan membawa efek buruk.

Sebuah penelitian tentang kepemimpinan menunjukkan bahwa rasa percaya diri yang moderat berhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Namun, jika rasa percaya diri itu berlebihan, pemimpin akan cenderung arogan. Selain itu, pemimpin yang percaya diri berlebihan merasa tidak pernah merasa salah. Jika melakukan kesalahan mereka sangat sulit untuk dikoreksi.

Ada sejumlah kebiasaan berlebihan tentang rasa percaya diri ini, semisal terlalu memiliki ketelitian berlebih akan membuat orang menjadi perfeksionis. Mereka tidak akan mampu untuk menyelesaikan tugas karena mereka akan selalu merasa tidak sempurna.

Selain itu bagi mereka yang terlalu terbuka terhadap pengalaman baru dan hobi coba-coba, ia tidak akan sadar dan hirau akan bahaya yang mengancam. Selain itu, sifat terlalu baik dan terlalu mudah setuju justru akan membuat orang memanfaatkan kelemahan sifat tersebut.

Di aspek lain, terlalu ekspresif tanpa memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan emosi yang ditunjukkan di depan publik akan membuat individu menjadi mudah dibaca dan memiliki emosi yang tak terkendali. Hal ini tentu tidak baik jika kita berada di lingkungan kompetitif seperti lingkungan pekerjaan dan komunitas.

Namun sebaliknya, jika seseorang yang susah menunjukkan emosinya, akan membuat individu terlihat jauh, tertutup dan menyendiri, di mana hal tersebut masih diasumsikan negatif oleh banyak orang. Selain itu jika punya sensitivitas yang terlalu berlebihan, seseorang akan mudah merasakan perasaan orang lain yang terkadang justru tidak baik bagi diri sendiri.

Untuk menghindari segala sesuatu yang ‘lebay,’ kuncinya hanyalah soal keseimbangan. Sebagai contoh, jika Anda orang yang terbuka, imbangi pula dengan kebijaksanaan, dan jangan sembrono. Dengan kebijaksanaan tersebut, tentu akan muncul kemampuan untuk menolak yang mengimbangi setuju di segala hal, kemampuan untuk lebih lapang dada agar tak terlalu perfeksionis yang kadang bisa menyiksa diri.