Apa itu Letak Astronomis?

By On Friday, April 14th, 2017 Categories : Artikel

Tahukah kalian, setiap tempat yang ada di bumi memiliki letak astronomis yang berbeda-beda. Letak astronomis di tentuka oleh bentuk suatu titik koordinat yang terjadi karena suatu tempat dihubungkan dengan posisi garis lintang dan garis bujur. Adapun pengertian garis lintang adalah garis paralel yang membujur sama dengan garia ekuator (katulistiwa).

Jadi, lintang utara (LU) berarti posisi atau tempat yang terletak di sebelah utara ekuator (khatulistiwa), dan lintang selatan (LS) berarti posisi atau tempat yang terletak sebelah selatan ekuator. Dalam pengnukuran garis litang menggunakan satuan derajat, titik terendah adalah 0 derajat sedangakan titik koordinat garis lintang ialah 90 derajat (kutub utara dan kutub selatan).

Sementara, yang dimaksud dengan garis bujur (meridian) adalah garis-garis yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Posisinya tegak lurus terhadap garis lintang. Pada umumnya semua meridian berbentuk setengah lingkaran besar. Sama seperti garis lintang, jarak garis bujur pun diukur dengan satuan derajat. Banyak sekali garis bujur yang dapat ditarik, namun agar tidak terlalu rapat maka, dibuat tiap 15°.

Salah satu hal yang berpengaruh oleh adanya perbedaan letak astronomis pada suatu wilayah terletak pada berbedanya waktu pada daerah tersebut. Di Indonesia sendiri memiliki 3 pembagian waktu, diantaranya adalah :

1.WIT
WIT berdasarkan meridian pangkal 135 BT, meliputi seluruh provinsi di Irian Jaya (papua), Maluku, dan Maluku Utara.

2. WITA
berdasarkan meridian pangkal 120 BT, meliputi seluruh provinsi di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, dan seluruh provinsi di Sulawesi.

3. WIB
berdasarkan meridian pangkal 105 BT. Meliputi seluruh provinsi di Sumatra, di Jawa, Kalimantan Barat, dan Provinsi Kalimantan Tengah .