Apa itu Anus? Bagian saluran Pencernaan

By On Tuesday, February 21st, 2017 Categories : Sains

Anus adalah bagian dari saluran pencernaan. Ini adalah pembukaan di ujung saluran keluar yang dimulai dari mulut, dan fungsinya untuk mengeluarkan limbah dari sistem pencernaan.

Istilah ini berasal dari kata Latin yang berarti “lingkaran” atau “cincin,” dan mengacu pada otot sfingter yang mengontrol pembukaan dan penutupan anus.

Pada mamalia, limbah padat atau setengah padat dikeluarkan melalui lubang ini, sedangkan limbah cair dikeluarkan melalui uretra. Karakteristik fisiologis ini adalah salah satu yang membedakan mamalia dari hewan lain. Burung, reptil, dan amfibi, hanya memiliki lubang tunggal, yang disebut “kloaka” atau “vent,” digunakan untuk mengekskresikan baik limbah cair dan padat, dan untuk reproduksi dan bertelur.

Bagian dari saluran pencernaan tepat sebelum anus pada manusia dan mamalia adalah rektum. Ketika makanan telah melewati saluran pencernaan, nutrisi dan air keduanya dihapus, meninggalkan sekumpulan limbah tidsk dapat dicernakan yang disebut feses. Tinja bisa terdiri dari jaringan dicerna dari tanaman atau hewan, serta bakteri mati dari usus. Seperti kotoran menumpuk di rektum, peningkatan tekanan menyebabkan serangkaian kontraksi otot. Kontraksi ini memindahkan kotoran di sepanjang rektum dan rilek di anus, yang membuka, mengeluarkan dari tubuh. Proses ini disebut defekasi (buang air besar).

Banyak kebudayaan manusia memiliki pantangan penting yang berkaitan dengan defekasi, dan beberapa bentuk pembersihan hampir selalu dipraktekkan. Ini mungkin termasuk mencuci daerah anus dengan air dan sabun yang lembut, atau menyeka dengan kain atau kertas. Pembersihan secara teratur baik untuk pemeliharaan kesehatan saluran pencernaan, meskipun pembersihan dengan bahan yang kasar dapat menyebabkan iritasi yang menyakitkan.

Anus memiliki sejumlah besar ujung saraf, yang membuatnya sangat sensitif. Akibatnya, daerah anus dirangsang dalam beberapa bentuk aktivitas generatif. Anal seks dianggap tabu atau kontroversial dalam beberapa kebudayaan. Seperti semua aktivitas generatif, seks anal tanpa kondom dapat mengakibatkan infeksi menular generatif.