Apa Hubungan Simbol Budaya dan Huruf (Abjad)

By On Tuesday, February 14th, 2017 Categories : Artikel
Loading...

Sistem simbolis yang digunakan orang untuk menangkap dan mengkomunikasikan pengalaman mereka membentuk dasar dari budaya bersama. Simbol adalah benda, biasanya material yang dimaksudkan untuk mewakili (biasanya abstrak) objek lain, bahkan jika tidak ada hubungan yang bermakna.

Antropolog berpendapat bahwa, melalui evolusi mereka, manusia berevolusi kapasitas manusia universal untuk mengklasifikasikan pengalaman, dan encode dan berkomunikasi secara simbolis, seperti dengan bahasa tertulis. Karena sistem simbolik yang dipelajari dan diajarkan, mereka mulai berkembang secara mandiri evolusi biologis (dengan kata lain, satu manusia bisa belajar keyakinan, nilai, atau cara melakukan sesuatu dari yang lain, bahkan jika mereka tidak biologis terkait). Bahwa kemampuan ini untuk berpikir simbolik dan pembelajaran sosial merupakan produk evolusi manusia mengacaukan argumen yang lebih tua tentang alam.

Hubungan Budaya dan Huruf (Abjad)

Budaya adalah sistem simbol dan makna bersama. Huruf adalah salah satu contoh unsur simbolis budaya. Pandangan budaya berpendapat bahwa orang yang hidup terpisah satu sama lain mengembangkan budaya yang unik. Unsur budaya yang berbeda, bagaimanapun, dapat dengan mudah menyebar dari satu kelompok orang yang lain. Kepercayaan bahwa budaya simbolis kode dan sehingga karenanya, diajarkan dari satu orang ke orang lain, berarti bahwa budaya, meskipun dibatasi, bisa berubah. Budaya bersifat dinamis dan dapat diajarkan dan dipelajari, sehingga bentuk berpotensi cepat adaptasi terhadap perubahan kondisi fisik. Antropolog melihat budaya sebagai tidak hanya produk evolusi biologi, tetapi sebagai suplemen untuk itu; budaya dapat dilihat sebagai sarana utama adaptasi manusia dengan alam.

Pandangan kebudayaan sebagai sistem simbolik dengan fungsi adaptif, yang bervariasi dari satu tempat ke tempat, dipimpin antropolog untuk memahami budaya yang berbeda seperti yang didefinisikan oleh pola yang berbeda (atau struktur) abadi (meskipun sewenang-wenang) rangkaian konvensional tentang makna. Makna ini mengambil bentuk konkret dalam berbagai artefak seperti mitos dan ritual, alat, desain perumahan, dan perencanaan desa. Antropolog membedakan antara budaya material dan budaya simbolik, bukan hanya karena masing-masing mencerminkan berbagai jenis aktivitas manusia, tetapi juga karena mereka merupakan jenis data yang memerlukan metodologi yang berbeda untuk belajar.

Sosiologi budaya menyangkut budaya seperti yang dimanifestasikan dalam masyarakat: cara berpikir, cara bertindak, dan benda-benda yang bersama-sama membentuk cara hidup masyarakat. Menurut Max Weber, simbol merupakan aspek penting dari budaya: orang menggunakan simbol-simbol untuk mengekspresikan spiritualitas mereka dan sisi spiritual dari kejadian nyata, dan kepentingan yang ideal berasal dari simbol. Menurut sosiolog, simbol membentuk salah satu dari lima unsur kunci budaya, yang lainnya adalah bahasa, nilai-nilai, keyakinan, dan norma-norma.