Analisa dan Sejarah Tanaman Seledri

Selain dimanfaatkan sebagai penyedap masakan, seledri juga dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Di antaranya, hipertensi, rematik, dan sakit panas.

Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Celery Ap Grafeolens ini juga memiliki kontribusi besar bagi dunia kecantikan. Daunnya biasa digunakan untuk menyuburkan dan menjaga kesehatan rambut. Secara medis, seledri memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat penting untuk konsumsi sehari-hari. Ingin tahu lebih lanjut?

Pada zaman Romawi kuno, tanaman seledri dijadikan sebagai karangan bunga atau? penghias pusara orang yang telah meninggal. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, sekira tahun 1640-an, para ahli botani menyatakan bahwa daun seledri dapat dimanfaatkan sebagai sayuran.

Tanaman ini baru diakui sebagai tumbuhan berkhasiat obat secara ilmiah pada tahun 1942. Tanaman ini diyakini mengandung vitamin A, C dan B1. Selain itu, seledri juga mengandung banyak mineral seperti, sodium, klorin, potasium (kalium) dan magnesium.

Tanaman seledri

Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga vitalitas tubuh. Masyarakat pedesaan memnfaatkan seledri untuk menyembuhkan sakit panas pada anak-anak dengan cara menumbuk dan membalurkannya.

Sementara hasil perasan daun seledri dapat digunakan untuk menghitamkan rambut. Seledri juga diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti, diare, diabetes, epilepsi, migran, buang air kecil yang mengandung darah, mencegah stroke, memperbaiki fungsi hormon, serta membersihkan darah. Jus seledri dari seledri berdaun besar bisa meningkatkan kecerdasan, mengatasi herpes, dan gondok.

Tumbuhan herbal bernama seledri ini berasal dari daerah subtrotip Eropa dan Asia. Nama ilmiahnya adalah Celery Apium gravoelens, Linn. Tumbuhan di dataran tinggi pada ketinggian di atas 900 m dari permukaan laut.

Di daerah ini, seledri tumbuh dengan tangkai dan daun yang tebal. Tanaman seledri memiliki tinggi 25-100 cm. Batang bersegi dan beralur membujur. Memiliki bunga yang banyak dengan ukuran yang kecil. Bunga-bunga tersebut berwarna putih kehijauan. Seledri digolongkan sebagai tumbuhan sayur-mayur.

Tanaman seledri juga dapat dibudidayakan di segala tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan subur. Dapat dibudidayakan dengan biji atau dengan memindahkan anak rumpunnya ke dalam pot. Daun-daunnya digunakan sebagai penambah aroma/rasa pada masakan. Seledri juga bisa dijadikan sebagai sayuran atau sebagai salad.

Seledri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu seledri daun, seledri potongan, dan seledri berumbu. Umumnya, seledri dipanen setelah beumur 6 pekan. Tangkai daun yang agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian.

Tangkai daun yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap. Sedangkan daunnya bisa digunakan untuk penyedap sup. Seledri yang tumbuh di daerah tropis memiliki ukuran batang yang kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur.

Perlu Anda ketahui, setiap 100 gr seledri memiliki: Kalori sebanyak 20 kkal, protein 1 gram, lemak 0,1 gram, hidrat arang 4,6 gram, kalsium 50 mg, fosfor 40 mg, besi 1 mg, vitamin A 130 S1, vitamin B1 0,03 mg, dan vitamin C 11 mg.

Daun seledri banyak mengandung Apiin dan substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air kencing. Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik). Sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang (antipasmodik), menurukan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisak dan penenang (sedatif).

Ditegaskan dr Mieristika Rooselani dari DuraSkin, seledri memiliki kandungan gizi yang tinggi. “Kalau ngomongin seledri banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan. Tanaman ini mengandung zat gizi dan fitonoutrien.

Seledri juga mengandung provitamin A (karetenoid), Vitamin B dan Vitamin C, mineral kalsium, fosfor, sodium, klor, potasium/kalium, magnesium, asparagine apigenin, kholin, saporin, minyak asiri, senyawa sedatif, (phathalide) dan serat. Herba ini bisa dijadikan obet alternatif untuk berbagai jenis penyakit,” ungkapnya.

Dokter kulit dan ahli kecantikan ini menambahkan, bahwa secara medis seledri memiliki khasiat yang tinggi untuk kecantikan. Selain itu, seledri juga bisa menjadi pilihan bagai Anda yang ingin memiliki rambut indah. “Herba seledri menyumbangkan kontribusi yang besar untuk dunia kecantikan. Seledri terbukti efektif merangsang pertumbuhan dan menjaga kesehatan rambut, terutama rambut anak kecil dari baru lahir hingga usia beberapa tahun. Selain itu, seledri juga baik dikonsumsi untuk mencegah timbulnya kerutan pada wajah, melarutkan lemak dan menurunkan berat badan, sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit dan menghilangkan bau mulut,” jelasnya.

Tags:

Visit us on Google+

Beberapa Jenis Makanan Sumber Energi Tubuh

(Beberapa Jenis Makanan Sumber Energi Tubuh) – Energi tubuh adalah salah satu unsur yang membantu tubuh dapat melakukan berbagai hal aktivitas. Oleh sebab itu, energi tubuh harus tetap dijaga supaya tetap setabil. Untuk menjaga energi tubuh dapat mengonsumsi makanan...

Tips Untuk Mencegah Kanker Otak

(Tips Untuk Mencegah Kanker Otak) – Berikut ada beberapa tips untuk mencegah Kanker Otak. Seperti kita ketahui klau KANKER otak adalah penyakit berbahaya yang sangat mematikan. Selain mematikan, pengobatannya pun menelan biaya yang sangat besar. Untuk menghindari penyakit tersebut, berikut...

Viaclav Atasi Infeksi Bakteri Anaerob serta Aerob

(Viaclav Atasi Infeksi Bakteri Anaerob serta Aerob) – Viaclav yang mana masih merupakan salah satu merek dagang dari Amoxicillin dan juga Clavulanate. Amoxicillin dan Clavulanate yang dikombinasikan dapat digunakan untuk mengobati seseorang yang terininfeksi akibat bakteri di bagian yang...

Pecandu Internet Cenderung Panjang Umur, Benarkah?

(Sering Berinternet Cenderung Panjang Umur, benarkah?) – Seseorang yang mengidap pecandu internet biasanya memiliki aktifitas yang jarang bergerak, mata sering iritasi yang diakibatkan kurang tidur. Tetapi menurut suatu penelitian di Italia, dalam keadaan tertentu sering berinternet atau mencari informasi...

6 Hal Penyebab Rusaknya Diet

(6 Hal Yang Menurut Diwarta dapat Merusak Program Diet) – Pernahkah anda merasa ingin sekali makan meskipun tidak merasa lapar. Mulut rasanya tidak enak bila tidak mengunyah camilan. Kadang – kadang sulit sekali mengontrol diri sendiri untuk menghindari segala...