Analisa Bisnis / Usaha Internal dan Eksternal

By On Monday, February 20th, 2017 Categories : Sains

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pada umumnya tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk memastikan bahwa tujuan utama peruanalisahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan, maka diperlukan perencanaan startegi bisnis, dan menyelaraskannya pada misi perusahaan. Strategi untuk suatu perusahaan adalah rencana jangka panjang. Strategi ini adalah rencana yang disatukan. Artinya mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu menyeluruh, meliputi semua aspek penting perusahaan dan terpadu, sehingga semua bagian rencana serasi satu sama lain dan bersesuaian.

Strategi menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungannya. Sehingga sebelum perusahaan dapat memulai perumusan strateginya, manajemen terlebih dahulu harus mengamati lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin terjadi dan mengamati lingkungan internal untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan yang juga akan menentukan apakah perusahaan mampu mengambil keuntungan dari peluang-peluang yang ada sambil menghindari ancaman-ancaman.

Dalam mencapai tujuan perusahaannya, meningkatkan volume penjualan, harus memiliki strategi bisnis yang efektif dengan mengamati lingkungan eksternal (faktor eksternal) dan lingkungan internal (faktor internal), yaitu dengan menggunakan analisis lingkungan SWOT (Strengths,  Weaknesses, Oportunities, dan Threats).

  1. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana lingkungan internal dan eksternal dalam perusahaan?
  2. Bagaimanakah analisis SWOT dengan mengevaluasi faktor eksternal dan faktor internal?
  1. Tujuan
  1. Memberi informasi tentang lingkungan internal dalam perusahaan.
  2. Memberi informasi tentang lingkungan eksternal dalam perusahaan
  3. Menganalisa SWOT dengan mengevaluasi faktor eksternal dan internal

 

BAB II PEMBAHASAN

  1. Analisa Internal Dalam Bisnis
  2. Pengertian lingkungan internal

Definisi yang populer mengidentifikasi lingkungan sebagai segala sesuatu yang berada di luar batas organisasi. Secara garis besar sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan dimana lingkungan tersebut dapat dibagi kedalam dua bagian besar, yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Faktor internal mencakup kekuatan dan kelemahan di dalam internal perusahaan itu sendiri. Penyusunan strategi perusahaan yang tepat harus memperhatikan betul-betul apa kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya selain memperhatikan faktor eksternal.

Analisis lingkungan internal perusahaan merupakan analisis yang berguna dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan atas dasar sumber daya dan kapabilitas yang dimilikinya.

Lingkungan internal:

  • Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).
  • Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.
  1. Analisis Internal (The Internal Assessment )

Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan organisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan.

Lingkungan Internal, ialah lingkungan dalam perusahaan yang perlu diidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, yang meliputi:

  1. Relationships among the  functional areas of business
  2. Management
  3. Marketing
  4. Finance/Acounting
  5. Production/operation
  6. Research and development
  7. Computer information system
  8. Human Resources

Disamping faktor-faktor di atas, faktor internal lainnya adalah budaya organisasi, yang meliputi:

  1. Menjunjung nilai-nila luhur standar etka moral, ilmu pengetahuan, dan profesi.
  2. Membantu pengembangan manusai secara optimal, baik dilingkungan pendidikan maupun amsyarakat.
  3. Mengembangkan ilmu secara bertangung jawab dan berkesinambngan serta menjadikan budaya belajar (learning culture) da peningkatan mutu diri yang berkesinambungan (continuous quality improvement) sebagai falsafah hidup.
  4. Mengembangkan ilmu bagi kepentingan dan kesejahteraan umat manusia tanpa membedakan agama dan suku bangsa.
  5. Memperlakukan manusia sesuai dengan martabat dan harkatnya.

Analisa lingkungan internal dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan. Faktor internal perusahaan sepenuhnya dapat dikendalikan sehingga kelemahan yang diketahuinya dapat diperbaiki.

Analisa internal menurut Porter yang dikenal dengan rantai nilai yang memposisikan perusahaan pada matriks strategi generik dan menemukan keunggulan bersaing perusahaan melalui analisa kompetensi inti. Rantai nilai ini mensyaratkan bahwa untuk mencapai suatu margin, perusahaan harus didukung oleh kegiatan utama dan penunjang.

Kegiatan utama merupakan aktivitas utama perusahaan, meliputi fungsi :

  • Logistik Kedalam. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan penerimaan, penyimpanan, informasi mengenani : Gudang, persediaan atau jadwal pengiriman.
  • Operasi. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan transformasi input produksi menjadi produk akhir, yang meliputi : permesinan, perakitan, pengetesan, pengepakan, dan pemeliharaan mesin/peralatan.
  • Logistik Keluar. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, dan distribusi produk ke konsumen.
  • Pemasaran dan Penjualan. Menyediakan fasilitas sehingga konsumen dapat membeli produk, dan mencakup pula kegiatan seperti : periklanan, penjualan, penentuan harga, jalur distribusi, dan promosi.
  • Pelayanan. Menyediakan pelayanan untuk memelihara dalam hal ini nilai dari produk yang mencakup : instalasi, pelatihan, penyediaan suku cadang, perbaikan dan pemeliharaan.

Fungsi  penunjang  merupakan  aktivitas pendukung perusahaan yang meliputi :

  • Pengadaan. Merupakan fungsi dari bagian pengadaan, yang mencakup semua prosedur pembelian dengan pemasok, yang melibatkan antar perusahaan.
  • Pengembangan Teknologi. Tidak hanya pengembangan teknologi dalam hal mesin dan proses saja tetapi juga pengetahuan / keahlian, prosedur dan sistem.
  • Manajemen Sumber Daya Manusia. Termasuk didalamnya semua aktivitas perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan penilaian karyawan.
  • Infrastruktur Perusahaan. Meliputi manajemen secara umum, perencanaan dan keuangan, pengendalian kualitas, dan sistem informasi. Infrastruktur perusahaan mendukung semua aktivitas rantai nilai, yang dapat membantu perusahaan dalam mencapai keunggulan bersaing.

Komponen utama untuk mencapai keunggulan bersaing adalah kompetensi inti perusahaan yang mengandalkan asset atau skill. Prahalad menggambarkan kompetensi inti sebagai akar pendukung sebuah pohon, dahannya adalah produk inti dan rantainya adalah bisnis. Dengan kompetensi inti yang merepresentasikan kesatuan asset dan teknologi, perusahaan akan mampu membentuk nilai optimal bagi konsumen maupun perusahaan, memposisikan diri secara khas atas pesaing, kemampuan memperluas pasar, dan antisipasi proaktif terhadap perusahaan.

Langkah 1: Identifikasi faktor-faktor Strategik Intern

Apa saja faktor-faktor strategik itu, dimana dan dari mana berasal, mana yang perlu dievaluasi secara teliti, karena merupakan kekuatan dan kelemahan dan sebagai landasan bagi strategi y.a.d.

Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan potensial itu menurut Robinson (1997:238-230), mencakup:

  1. Pemasaran
  2. Keuangan dan Akunting
  3. Produksi, Operasi dan Teknik
  4. Personalia
  5. Manajemen Mutu
  6. Sistem Informasi
  7. Organisasi dan Manajemen Umum
  8. Layanan
  9. Pengembangan Teknologi
  10. Manajemen Sumberdaya Manusia
  11. Logistik kedalam

Langkah 2-3 : Evaluasi Faktor-faktor Strategik Intern

  1. Membandingkan kinerja dengan masa lalu
  2. Perubahan dalam tahap-tahap evolusi organisaisi/perusahaan
  3. Perbandingan dengan pesaing
  4. Perbandingan dengan fakgtor-faktor kunci sukses dalam industri

 Menganalisis dan Memilih Strategi (StrategyAnalysis and Choice)

ST strategi yaitu menggunakan kekuatan untuk mengatasi tantangan eksternal.
WT strategi merupakan taktik defensip yang langsung dimaksudkan untuk mengurangi kelemahan dan menghindari tantangan lingkungan.

Untuk menentukan dan memilih setrategi yang paling tepat perlu dilakukan analisis situasi sebagai beriktut:

Faktor internal merupakan lingkungan internal yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan yang ada didalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak.  Lingkungan internal terdiri dari keuangan dan Akuntansi, SDM, Pemasaran, Operasi, dan Penelitian/Pengembangan.

Menurut Wikipedia, analisis SWOT adalah metode perencanaan startegis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

  1. Faktor Eksternal Dalam Bisnis

Faktor eksternal merupakan lingkungan bisnis yang melengkapi operasi perusahaan yang daripadanya muncul peluang dan ancaman.  Faktor ini mencakup lingkungan industri dan lingkungan bisnis makro, yang membentuk keadaan dalam organisasi dimana organisasi ini hidup.

Lingkungan industri atau lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok yang secara langsung berpengaruh langsung pada perusahaan dan pada gilirannya akan dipengaruhi oleh perusahaan.  Elemen tersebut adalah pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan.  Lingkungan kerja perusahaan umumnya adalah industri dimana perusahaan dioperasikan.

Lingkungan bisnis makro atau lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang.  Perusahaan-perusahaan besar membagi membagi lingkungan sosial dalam satu wilayah geografis menjadi empat kategori, terdiri dari faktor ekonomi, sosiokultural, teknologi dan politik-hukum dalam hubungannya dengan lingkungan perusahaan secara keseluruhan.

Kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi  ancaman-ancaman yang dihadapi oleh perusahaan berada pada kondisi menengah. Berdasarkan hasil perhitungan matrik EFE terlihat bahwa stabilitas ekonomi relatif baik dengan jumlah skor 0,428 merupakan peluang yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan penjualan.

Penentuan posisi perusahaan sangat penting bagi perusahaan dalam memiliki alternatif strategi untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam usaha yang dijalankan. Karyawan, pemerintah, investor dan banyak orang lain mendapatkan keuntungan ekonomi dari kegiatan kami. Sebuah kesempatan yang berkembang adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen berpenghasilan rendah dalam mengembangkan dan pasar negara berkembang. Apakah itu melalui saluran distribusi baru, menggunakan format lebih kecil atau menciptakan produk baru, kami mencoba untuk mengembangkan model bisnis untuk mencapai anggota masyarakat yang paling miskin.

  1. Analisa SWOT

Analsis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.  Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats).  Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi tujuan, strategi dan kebijaksanaan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategi harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman). Dalam kondisi yang ada saat ini analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses).  Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT.

Gambar 1: Kerangka SWOT, Matrik dua kali dua

Gambar 1: Kerangka SWOT, Matrik dua kali dua


PEMBAHASAN

Identifikasi Lingkungan Internal dan eksternal

Gambar 2: Kerangka SWOT Perusahaan Konveksi “A”

Gambar 2: Kerangka SWOT Perusahaan Konveksi “A”

 

Evaluasi Faktor Internal (Matrik EFI)

Di bawah ini merupakan hasil dari pengolahan matrik internal faktor Evaluation.  Untuk menentukan rating dan bobot merupakan hasil konsultasi dengan pemilik perusahaan.  Dan untuk penilaian nilai skor kalikan rata-rata rating dengan rata-rata bobotnya, begitupun matrik eksternal Faktor Evaluation.

Tabel 1. Matriks Evaluasi Faktor Internal

Tabel 1. Matriks Evaluasi Faktor Internal

 

 Evaluasi Faktor Eksternal (Matrik EFE)

Matrik Evaluasi Faktor Eksternal digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan berkaitan dengan peluang dan ancaman yang dimiliki perusahaan.

Tabel 2: Matrik Evaluasi Faktor Eksternal

Tabel 2: Matrik Evaluasi Faktor Eksternal

 

Matrik Space Analisis

Selanjutnya setelah menggunakan model analisis Matrik IE, perusahaan itu dapat menggunakan Matrik Space untuk mempertajam analisisnya.  Tujuannya adalah agar perusahaan dapat melihat posisinya dan arah perkembangan selanjutnya.  Berdasarkan Matrik Space, Analisis dapat memperlihatkan dengan jelas garis yang bersifat positif baik untuk kekuatan Keuangan (KU) maupun kekuatan industri (KI).   Hal ini menunjukan bahwa perusahaan itu secara finansial relatif cukup kuat sehingga dia dapat mendayagunakan kompetitifnya secara optimal melalui tindakan yang cukup agresif untuk merebut pasar.

 Gambar 3: Hasil pengolahan Matrik Space

Gambar 3: Hasil pengolahan Matrik Space

Tabel 3: Matrik Space Analisis

Tabel 3: Matrik Space Analisis

Matrik SWOT

Kita dapat membuat sekumpulan strategi yang  mungkin bagi perusahaan konveksi berdasarkan kombinasi tertentu dari empat kumpulan faktor tersebut.  Kita menghasilkan Strategi SO dengan memikirkan cara-cara tertentu yang perusahaan dapat menggunakan kekuatan-kekuatannya untuk mengambil manfaat dari peluang-peluang yang ada.  Kita mempertimbangkan kekuatan-kekuatan perusahaan untuk menghindari ancaman-ancaman untuk mendapatkan Strategi ST.  Kita mengembangkan Strategi WO untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ada dengan mengatasi berbagai kelemahan perusahaan.  Akhirnya kita mendapatkan Strategi ST sebagai strategi bertahan untuk meminimasikan kelemahan dan menghindari ancaman

Gambar 4: Matriks SWOT (TOWS)

Gambar 4: Matriks SWOT (TOWS)

  1. Berdasarkan analisa SWOT dengan mengevaluasi faktor internal dan eksternal dengan menggunakan matrik EFI dan EFE dan diformulasikan kedalam matrik space bahwa posisi perusahaan pada saat ini berada pada posisi yang Agresif.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Definisi yang populer mengidentifikasi lingkungan sebagai segala sesuatu yang berada di luar batas organisasi. Secara garis besar sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan dimana lingkungan tersebut dapat dibagi kedalam dua bagian besar, yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Faktor internal mencakup kekuatan dan kelemahan di dalam internal perusahaan itu sendiri. Penyusunan strategi perusahaan yang tepat harus memperhatikan betul-betul apa kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya selain memperhatikan faktor eksternal.

B.Saran

  • Sistem manajemen lingkungan harus dimiliki oleh setiap perusahaan atau organisasi yang produksinya bersentuhan langsung dengan alam atau lingkungan hidup.
  • Sebaiknya sistem manajemen lingkungan semakin didorong oleh pemerintah dan didukung oleh masyarakat supaya lebih banyak lagi kontribusi yang dilakukan dalam melestarikan lingkungan hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Hunger, J. David.   and Wheelen, Thomas L. 2000. Manajemen Srategis.  Prentice Hall.

Jauch, Lawrence R.  and  Glueck, William F. 1988.  Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan.  Terjemahan  Henry Sitanggang. 1997 Jakarta. Penerbit Erlangga.

Winarni. Wisnubroto, Petrus. and Suyatno,  Perencanaan Strategi Pemasaran melalui Metode SWOT dan BCG guna menghadapi Persaingan dan Menganalisis Peluang Bisnis.  Jurnal diterbitkan.  Jogyakarta: Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Jogyakarta.

Source: http://winda032.blogspot.co.id/2015/05/analisa-bisnis.html