Anak ini Sakit Mengerikan Karna Ponsel

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Artikel

Teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah Smartphone. Perkembangan ini telah menyentuh semua masyarakat. Maka dari itu jangan heran jika golongan orang menengah kebawah dan anak-anak dapat menggunakan ponsel karena harganya yang murah dan jaminan akses internet yang bisa di dapat. Khususnya untuk anak-anak, saat ini sangat banyak yang sudah mahir dan memang diizinkan oleh orang tuanya untuk membawa ponsel. Namun buktinya anak-anak yang sudah menggunakan ponsel akan berdampak buruk bagi kesehatan, moral dan bahkan pendidikannya. Sayangnya, banyak sekali orang tua yang tak paham tentang seberapa bahayanya ponsel untuk kesehatan anak-anak dimasa yang akan datang.

Related image

Tak hanya itu, menurut penelitian W. Steward dari Swedia, penggunaan ponsel minimal selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko timbulnya acoustic-neuroma atau tumor lunak pada saraf pendengaran. Penelitian tentang acoustic-neuroma menandakan bisa berlipat empat kali lipat jika ponsel sering digunakan untuk menelpon yaitu tepatnya di sisi kepala. Perlu diketahui, bahwa radiasi ponsel dapat menembus sampai 3 inchi kedalam tubuh dibandingkan dengan bagian tubuh yang tak digunakan. Lebih berbahayanya lagi pada anak-anak karena akan berisiko lebih besar sebab tubuh anak masih rentan terhadap serangan penyakit.

 

Penggunaan ponsel dapat menghambat perkembangan sistem saraf pada anak. Lebih bahayanya lagi, menurut banyak penelitian di Eropa menyatakan bahwa radiasi ponsel dapat merusak sel DNA. Penelitian lain menemukan adanya hubungan antara penggunaan ponsel dengan sel tumor. Efek ini akan lebih berbahaya bagi si anak karena mereka masih kecil dan tengah tumbuh. Sangat mengkhawatirkan memang apabila radiasi itu menyerang bagian yang lebih besar.

Jika kita cermati hal ini tentunya kita pasti lebih mengkhawatirkan anak-anak kita jika dibekali ponsel ketimbang  tidak dibekali. Anak-anak yang memiliki risiko terbesar adalah anak-anak yang berusia dibawah 8 tahun. Dalam hal ini orang tua perlu memahaminya bahwa anak-anak masihlah dalam masa pertumbuhan karena apabila pertumbuhan tidak normal maka akan berdampak pada pertumbuhan selanjutnya. Jika hal ini terjadi maka bukanlah kebahagiaan yang akan di peroleh anak melainkan adalah penderitaan dan tentunya keluarga juga akan merasakannya.