Aliran Seni Lukis dan penjelasannya

By On Thursday, March 9th, 2017 Categories : Sains

Dalam artikel kita kali ini akan menjelaskan mengenai jenis aliran seni lukis yang ada berikut dengan contoh-contoh lukisannya, dengan mempelajari artikel ini mudah-mudah kita bisa lebih menghargai dan mencintai karya-karya seni khususnya seni lukis.

Surrealisme

Lukisan dengan aliran surrealisme kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabadikan bentuk secara keseluruhan, kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.

Kubisme

Kubisme adaIah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan dari setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang Iukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.

Ekspresionisme

Ekspresionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. lstilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia. Pelukis Matthias Grunewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.

Impresionisme

lmpresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad ke-19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860-an. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet, “Impression, Sunrise “(“Impression, soleil levant”). Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari.

Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya) komposisi terbuka penekanan pada kualitas pencahayaan subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. lmpresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain, seperti post-impresionisme, fauvisme, dan kubisme.

Impresionisme memiliki ciri khas sebagai berikut.

a. Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya.

b. Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina.

c. Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (hitam tidak digunakan sebagai bayangan).

d. Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.

e. Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.

f. Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.

g. Dikerjakan di luar ruangan (en plein air).

Post-Impresionisme

Lukisan Post-impresionisme

Post-impresionisme adalah suatu masa yang masih dipengaruhi sisa-sisa impresionisme. Pada awal 1880, pelukis mulai mengeksplorasi sisi lain dari penggunaan warna, pola, bentuk, dan garis yang sedikit berlawanan dari pencapaian impresionisme. PeIukis pada era ini contohnvya adalah Vincent Van Gogh, Paul Gauguin, Georges Seurat, dan Henri de Toulouse-Lautrec. Camille Pissarro, yang sebelumnya adalah seniman impresionis kemudian mengembangkan gaya pointilisme. Monet meninggalkan kewajiban melukis di luar ruangan. Paul Cezanne, meskipun telah tiga kali terlibat dalam pameran impresionis, kemudian mengembangkan gayanya tersendiri. Karya seluruh seniman ini meskipun tidak lagi menganut aliran impresionisme, namun masih mengandung unsur-unsur dasarnya.

Fauvisme

Lukisan Fauvisme

Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era seni rupa modern. Nama fauvisme berasal dari kata sindiran “fauve” (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d’Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, halaman 2. Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre, Paris, hingga Bordeaux. Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906.

Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap suasana yang hendak dilukis. tidak seperti karya impresionisme, pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi seniman dengan alam tersebut. Konsep dasar fauvisme bisa terlacak pertama kali pada 1888 dari komentar Paul Gauguin kepada Paul Serusier “Bagaimana kau menginterpretasikan pepohonan itu? Kuning, karena itu tambahkan kuning. Lalu bayangannya terlihat agak biru karena itu tambahkan ultramarine. Daun yang kemerahan? Tambahkan saja vermillion”.

Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis.

Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya, bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan banyak detail.

Realisme

Lukisan Realisme

Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.

Pembahasan realisme dalam seni rupa bisa pula mengacu kepada gerakan kebudayaan yang bermula di Prancis pada pertengahan abad ke-19. Namun, karya dengan ide realisme sebenarnya sudah ada pada 2400 SM yang ditemukan di kota Lothal, yang sekarang Iebih dikenal dengan nama India.

Dalam pengertian Iebih luas, usaha realisme akan seIalu terjadi setiap kali perupa berusaha mengamati dan meniru bentuk-bentuk di alam secara akurat. Sebagai contoh, pelukis foto di zaman renaisans, Giotto, bisa dikategorikan sebagai perupa dengan karya realis, karena karyanya yang meniru penampilan fisik dan volume benda lebih baik daripada yang telah diusahakan sejak zaman Gothic.

Kejujuran dalam menampilkan setiap detail objek terlihat pula dari karya-karya Rembrandt yang dikenal sebagai salah satu perupa realis terbaik. Kemudian pada abad ke-19, sebuah kelompok di Prancis yang dikenal dengan nama Barbizon School memusatkan pengamatan Iebih dekat kepada alam, yang kemudian membuka jalan bagi berkembangnya impresionisme. Di lnggris, kelompok Pre-Raphaelite Brotherhood menolak idealisme pengikut Raphael yang kemudian membawa kepada pendekatan yang Iebih intens terhadap realisme.

Naturalisme (Seni Rupa)

Lukisan Naturalisme

Istilah naturalisme berasal dari kata nature atau natural yang berarti alam dan isme yang berarti aliran/gaya. Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Pelukis gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya. Hal ini merupakan pendalaman Iebih lanjut dari gerakan realisme pada abad ke-19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme. SaIah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salah satu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.

Plural Painting

Lukisan Plural Painting

Plural painting adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menerjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep plural painting. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi menggunakan idiom-idiom yang bersifat multi-etnis, multi-teknik. atau Multi-style.

Seni Lukis Daun

Lukisan Daun Pisang

Seni lukis daun adalah aliran seni lukis kontemporer, di mana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, baik yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daur memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar.