Aliran Energi Ekosistem

By On Monday, May 5th, 2014 Categories : Sains

Aliran Energi Ekosistem – Semua makhluk hidup memerlukan energi untuk melakukan aktivitas hidupnya. Energi tersebut dapat diperolehnya dari makanan. Proses konsumsi makanan dalam ekosistem merupakan proses transfer atau perpindahan energi.

Aliran energi dalam ekosistem dapat digambarkan dengan rantai makanan dan jaring makanan. Dalam ekosistem terdapat beberapa tingkatan trofik.

  1. Produsen, adalah organisme penghasil energi terbesar yaitu organisme autotrof atau tumbuhan.
  2. Konsumen, adalah organisme pemakan produsen. Konsumen terdiri dari konsumen pertama, kedua, dan seterusnya.
  3. Detritivor,adalah organisme pemakan bangkai makhluk hidup. Contohnya adalah cacing tanah dan jamur.
  4. Dekomposer, adalah organisme pengurai sisa-sisa makhluk hidup yang biasanya terdiri dari mikroorganisme.

1. Rantai Makanan
Rantai makanan dimulai dari organisme autotrof dengan mengubah energi cahaya dari matahari menjadi energi kimia. Energi kimia ini akan diteruskan pada konsumen tingkat pertama atau konsumen primer, tingkat kedua atau konsumen sekunder, dan seterusnya sampai kelompok organisme pengurai atau dekomposer. Contohnya rantai makanan adalah sebagai berikut.

Padi ? Tikus ? Ular ? Elang

Padi sebagai produsen, tikus sebagai konsumen primer, ular sebagai konsumen sekunder, elang sebagai konsumen tersier.

2. Jaring-jaring Makanan
Setiap organisme memakan lebih dari satu makanan. Sehingga hubungan makan dan aliran energi pada ekosistem alami lebih kompleks dibandingan hanya sekedar rantai makanan saja. Interaksi ini disebut dengan jaring-jaring makanan.

3. Piramida Biomassa
Merupakan gambaran diagramatik dari organisme pada berbagai tingkatan trofik dalam ekosistem. Umumnya biomasa herbivora akan lebih sedikit daripada produsen. Biomasa karnivora akan lebih sedikit daripada herbivora dan seterusnya. Inilah yang disebut dengan piramida biomassa.

4. Piramida Energi
Dalam ekosistem, hanya sebagian kecil energi yang ditransfer ke tingkatan trofik diatasnya. Kira-kira hanya sekitar 10% yang ditransfer ke trofik diatasnya. Sedangkan 90% sisanya digunakan untuk beraktivitas dan menjadi kalor atau panas oleh suatu tingkatan trofik. Jadi energi yang dapat digunakan oleh tingkatan trofik diatasnya hanya 10% saja. Efisiensi ekologis tersebut membatasi panjangnya suatu rantai makanan karena banyaknya energi yang hilang. Dengan meningkatnya tingkatan trofik maka jumlah energi yang digunakan oleh organisme makin kecil.