8 Hormon Penting untuk Turun Berat Badan & Cara Meningkatkannya

By On Wednesday, January 25th, 2017 Categories : Sehat

Saat diet untuk menurunkan berat badan, umumnya orang lebih mementingkan pengurangan kalori dan makanan yang diasup. Sebagian juga mengutamakan olahraga intens agar lemak maupun kalori terbakar lebih cepat dan berat badan ideal bisa didapatkan dalam waktu singkat. Banyak yang tidak menyadari bahwa naik-turun, atau langsing-gemuknya seseorang juga dipengaruhi oleh hormon.

Sejumlah hormon di dalam tubuh berperan penting dalam mengatur penurunan atau kenaikan berat badan. Sedikitnya ada delapan hormon yang cukup berperan untuk mendukung program penurunan berat badan Anda. Ini delapan hormon tersebut dan cara-cara untuk memaksimalkan fungsinya, seperti dipaparkan pakar nutrisi, fitnes dan kesehatan Dr. Roussell, Ph.D., dikutip dari Shape.

1. Ghrelin
Ghrelin diproduksi di dalam perut dan ‘bekerjasama’ dengan otak untuk mengirimkan sinyal lapar pada tubuh. Mengurangi kalori untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan peningkatan produksi ghrelin, sehingga membuat Anda terus merasa lapar. Bahkan setelah penurunan berat badan berhasil dilakukan, ghrelin tetap meningkat dan secara terus menerus mengirimkan sinyal lapar. Itulah alasannya kenapa menjaga berat ideal terkadang lebih sulit ketimbang menurunkannya. Ghrelin bisa berkurang produksinya jika tubuh selalu aktif bergerak. Maka dari itu Anda disarankan untuk rutin olahraga di samping menjaga pola makan.

2. Leptin
Leptin merupakan tipe hormon yang diproduksi secara eksklusif dari sel-sel lemak. Hormon ini berinteraksi dengan otak untuk ‘memerintahkan’ tubuh agar makan lebih sedikit dan membakar kalori lebih banyak. Semakin banyak lemak di dalam tubuh, maka sel lemak akan meningkatkan produksi leptin. Sayangnya, terlalu banyak lemak di dalam tubuh akan membuat leptin yang dilepaskan juga terlalu banyak sehingga menyebabkan resistensi leptin. Akibatnya otak tidak lagi sensitif terhadap sinyal kenyang yang dikirimkan leptin.

Agar hormon leptin berfungsi dengan seharusnya, pastikan kualitas tidur Anda tercukupi minimal 7-8 jam sehari. Biasakan pola makan kaya antioksidan seperti buah berry, sayuran hijau dan merah.

3. Adiponectin

Hormon ini meningkatkan kemampuan otot untuk memanfaatkan karbohidrat sebagai bahan bakar. Adiponectin juga mempercepat metabolisme, meningkatkan kemampuan tubuh untuk memecah dan mengolah lemak sekaligus menahan nafsu makan. Adiponectin bisa dimaksimalkan dengan lebih banyak olahraga di pagi hari, dan mengurangi karbohidrat sederhana serta menggantinya dengan lemak sehat seperti minyak zaitun dan avokad.

4. Insulin
Insulin berperan sangat penting di dalam tubuh. Hormon ini penting untuk memulihkan tubuh setelah olahraga, membangun otot dan menjaga kestabilan gula darah. Namun konsumsi karbohidrat yang berlebihan akan membuat produksi insulin meningkat. Terlalu banyak produksi insulin menyebabkan tubuh jadi resisten terhadap insulin sehingga glukosa tidak dapat digunakan dan jadi menumpuk di dalam aliran darah. Inilah cikal bakal diabetes dan kegemukan.

Agar insulin bisa membantu dalam penurunan berat badan, kurangi konsumsi karbohidrat sederhana dari nasi putih, mie ayam, bubur ayam atau roti tawar. Ganti dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, sayuran dan beberapa jenis buah kaya serat yang rendah gula.

5. Glucagon
Kebalikan dari insulin yang menyimpan karbohidrat dan berpotensi menumpuk lemak, glucagon berfungsi memecah cadangan karbohidrat dan lemak untuk digunakan tubuh sebagai energi. Makan makanan berprotein tinggi dan rendah karbohidrat sederhana bisa memaksimalkan pelepasan glucagon di dalam tubuh.

6. CCK
Kependekan dari Cholecystokinin, hormon ini dilepaskan dari sel menuju usus ketika Anda mengonsumsi protein atau lemak. CCK ‘berkomunikasi’ dengan sistem syaraf untuk memperlambat proses pencernaan makanan. Alhasil, Anda jadi merasa kenyang lebih lama dan makan pun lebih sedikit. Maksimalkan produksi CCK dengan memperbanyak makanan tinggi protein yang rendah lemak. Misalnya dada ayam panggang, telur rebus atau kacang-kacangan. Lemak sehat juga diperlukan untuk meningkatkan CCK, bisa berasal dari avokad, minyak zaitun, salmon atau polong.

7. Epinephrine

Hormon ini memicu pembakaran lemak dan menyediakan energi untuk digunakan tubuh saat berolahraga. Epinephrine juga bisa membantu mengontrol nafsu makan. Olahraga merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan produksi epinephrine.

8. Growth Hormone

Growth hormone atau hormon pertumbuhan tidak hanya menjadikan Anda awet muda tapi juga membantu turun berat badan. Hormon pertumbuhan berinteraksi dengan sel lemak dan ‘memerintahkan’ nya untuk memecah diri, membakar lemak menjadi energi. Hormon ini bisa ditingkatkan dengan olahraga intens dan mencukupi kualitas tidur.