8 Gejala yang Menunjukkan Anda Terlalu Banyak Konsumsi Gula

By On Wednesday, March 22nd, 2017 Categories : Artikel

Semua orang tidak bisa menyangkal bahwa gula memang terasa lezat. Agak sulit bagi kita menghindari unsur gula dalam sajian kita sehari-hari. Namun, gula dalam jumlah yang berlebih jelas berbahaya bagi tubuh kita.

Ancaman-ancaman kesehatan seperti diabetes, gangguan jantung, dan obesitas dengan setia menunggu Anda yang mengonsumsi terlalu banyak gula. Lantas, bagaimana Anda mengidentifikasi bahwa Anda sudah terlalu banyak mengonsumsi gula? Artikel ini akan membahas tanda-tanda Anda sudah terlalu banyak mengonsumsi gula.

1. Anda kecanduan makanan/minuman manis

Semakin banyak Anda mengonsumsi gula, semakin banyak Anda menginginkan dan ketagihan dengan gula. Jadi, jika Anda merasa Anda merupakan penggemar berat makanan manis, Anda mungkin sudah tergolong dengan orang yang terlalu banyak mengonsumsi gula.

“Mengidam gula dan terus mengonsumsinya merupakan sebuah lingkaran setan yang sulit untuk Anda keluar,” ujar Brooke Alpert, penulis buku The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger.

Ini bukan hanya soal sugesti karena rasa manis yang tertinggal di lidah Anda membuat Anda mulai terbiasa dengan hal tersebut. Ini lebih rumit, mengonsumsi gula memicu hormon dalam tubuh Anda, sehingga hormon tersebut terus ‘meminta’ asupan gula ke diri Anda. Efek seperti ini juga berlaku pada candu narkoba.

2. Anda merasa lesu sepanjang hari

Jika ada unsur yang naik, pasti berdampak turunnya unsur yang lain. Mengonsumsi gula membuat kadar insulin kita melonjak tinggi.

“Energi yang stabil tercipta pada kadar gula yang stabil. Sehingga, kadar gula yang terlalu tinggi atau rendah akan membuat energi Anda tidak stabil,” ujar Alpert. Memakan banyak gula juga bisa diartikan Anda kurang mengonsmsi protein dan serat. Maka hal itu dapat juga memicu tidak stabilnya energi Anda.

3. Gangguan pada kulit

“Beberapa orang memiliki tubuh yang sensitif terhadap melonjaknya insulin karena terlalu banyak konsumsi gula. Hal tersebut memicu perubahan hormonal yang kemudian menimbulkan gejala timbulnya jerawat atau wajah yang memerah,” ujar Dr. Rebecca Kazin, dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery.

Kelebihan gula dapat memicu wajah Anda memerah dalam waktu yang singkat (beberapa hari). Maka dari itu, jika gejala-gejala tersebut sudah terasa di diri Anda, segeralah hindari konsumsi gula. Gangguan kulit merupakan tanda konsumsi gula berlebih yang mudah terindentifikasi.

4. Mood yang tidak stabil

Tingkat gula yang tinggi dalam tubuh Anda sangat mungkin memicu tidak stabilnya suasana hati Anda. Terlebih lagi, tingkat gula yang tinggi membuat Anda buruk dalam bersikap dan cenderung menjadi pemarah.

5. Berat badan naik

Kelebihan gula berarti kelebihan kalori, dan hal tersebut juga berarti Anda kekurangan protein dan serat. Hal ini juga memicu memproduksi insulin, hormon yang berperan besar dalam menentukan berat badan. Ketika kita mengonsumsi gula, pankreas akan memproduksi insulin, yang membawa gula ke tubuh kita sehingga kita memiliki energi.

Semakin banyak Anda mengonsumsi gula, semakin banyak Anda memproduksi insulin. Namun, produksi insulin yang berlebihan akan menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin maksudnya adalah ketika tubuh kita tidak bisa merespon insulin dengan jumlah yang normal. Gangguan tersebut akan membuat berat badan kita terus naik.

6. Gigi berlubang

Ketika bakteri terselip di antara gigi melalui makanan, asam diproduksi, maka hal tersebut kemudian memicu kerusakan pada gigi. Tugas air liur kita adalah menjaga keseimbangan dan menghindari kita dari bakteri.

Mengonsumsi gula akan merusak struktur dan keseimbangan yang diciptakan oleh air liur. Hal ini memberi bakteri kesempatan emas untuk berkembang biak, dan bila hal tersebut sudah terjadi maka rongga pada gigi akan muncul.

7. Otak melemah, terutama setelah makan

Alpert mengatakan bahwa tingkat gula darah akan mempengaruhi kinerja otak kita.

8. Rasa manis memudar

“Makan terlalu banyak gula pada dasarnya akan merusak selera Anda,” ujar Alpert. Gula akan membuat parameter Anda terus meningkat. Jadi, jika Anda merasa sebuah makanan sudah tidak semanis biasanya, bukan makanan tersebut yang harus Anda khawatirkan melainkan diri Anda sendiri.