8 Cara Facebook Dapat Merusak Rumah Tangga Anda

By On Wednesday, March 22nd, 2017 Categories : Artikel

  • Anda membaca Facebook di ponsel Anda, bukannya berbicara dengan teman hidup Anda

    Menurut Daily Mail, orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponselnya daripada dengan teman hidupnya. Orang cenderung memakai smartphone selama 119 menit sehari, dan cuma melewatkan 97 menit bersama orang yang dikasihinya.

  • Anda lebih peduli tentang apa yang ditulis orang daripada apa yang dilakukan teman hidup Anda

    Ada yang menyebut hal ini “dampak Instagram”: Anda lebih peduli tentang apa yang ditulis teman atau kerabat Anda di Facebook ketimbang apa yang diperbuat teman hidup Anda di depan mata Anda. Instagram mempunyai sekitar 150 juta pengikut (yang sebagian besar juga menulis di Facebook), jadi orang lebih suka mencari sesuatu yang mencekam minatnya untuk mengalihkan perhatiannya dari teman hidupnya.

  • Anda tidak suka kepada status teman hidup Anda

    Hal ini mungkin kelihatannya sederhana tetapi sebetulnya penting. Banyak penulis blog dan situs kencan menyebutkan tentang dampak dari menyukai status seseorang, karena di balik hal ini ada simpati dari orang yang menyukai terhadap orang yang menulis. Dengan tidak memberikan acungan jempol kepada orang yang Anda cintai, ada kesan buruk bahwa Anda tidak mempedulikan dia.

  • Anda terlalu menyukai status seseorang

    Menurut data dari Facebook, hubungan antara calon pacar sangat seru dengan meningkatnya berbagi foto dan acungan jempol dalam 100 hari sebelum pacaran dimulai. Dengan terlalu banyak menyukai foto dan tulisan seseorang Anda mungkin memberi kesan yang keliru bahwa Anda belum terikat atau Anda ingin memutuskan ikatan itu.

  • Hati-hati dengan beberapa dari teman-teman di Facebook

    Tidak diragukan lagi bahwa Anda dan teman hidup Anda mungkin mempunyai teman yang sama. Hati-hati dengan teman itu karena dapat menyebabkan perselisihan. Menurut Pew Research Center, setengah dari pengguna Facebook mempunyai 200 teman, jadi antara pasangan tentu mempunyai teman yang sama. Semoga di antara 200 orang itu tidak ada yang memberi komentar menyakitkan terhadap tulisan pasangan Anda. Ini dapat berdampak buruk bagi rumah tangga dan lingkungan teman-teman Anda pula.

  • Anda berhenti main Facebook namun tetap bertanya tentang itu

    Menurut penelitian yang dikutip Daily Mail, makin banyak orang berhenti berkecimpung di media sosial karena kuatir dengan pembeberan data pribadinya dan takut ketagihan. Tetapi sesudah berhenti Anda mulai bertanya kepada teman hidup Anda tentang hal itu–dengan siapa dia berhubungan, apa yang dia tulis dan apa yang dia lihat di situs itu, misalnya–dan ini bisa menjurus ke perselisihan serta berkurangnya kepercayaan.

  • Anda tidak memperhatikan penerapan privasi Anda

    Pernikahan selayaknya mencakup kepercayaan dan keterbukaan. Tetapi Facebook menciptakan kemungkinan untuk membeberkan diri Anda kepada dunia luar. NBC News menyinggung bahwa pembeberan diri adalah persoalan utama para pemakai Facebook, karena mereka membuka diri untuk dinilai dan dihakimi oleh teman maupun publik. Percakapan yang seharusnya terjadi antara suami dan istri dibeberkan untuk umum. Misalnya, seseorang menulis kepada Deseret News National_ bahwa istrinya dan anak istrinya menulis di Facebook tentang hal-hal yang belum diceritakan kepadanya. Facebook juga dapat menyebabkan orang-orang mengetahui sesuatu tentang Anda sebelum pasangan Anda mengetahuinya, ini pertanda kurangnya kepercayaan di antara Anda berdua.

  • Foto Anda tidak menarik

    Foto profil Anda berbicara banyak tentang Anda. Menurut The Atlantic apa yang membuat foto Anda menarik adalah banyaknya acungan jempol dan komentar yang Anda dapat. Jika Anda memasang foto yang tidak menarik–seperti foto yang tidak disukai seorang pun–pasangan Anda mungkin akan mendesak Anda untuk mengganti foto itu.

  • Ada masalah lain

    Tentu saja Facebook mempunyai banyak masalah lain karena beraneka ragam penggunanya berinteraksi dengan begitu banyak orang. Yang disebutkan di atas hanyalah sebagian saja dari berbagai masalah yang dapat timbul.