6 Hal yang mampu merusak program diet

By On Monday, January 30th, 2012 Categories : Artikel

(6 Hal yang mampu merusak program diet) – Pernahkah anda merasa ingin sekali makan meskipun tidak merasa lapar. Mulut rasanya tidak enak bila tidak mengunyah camilan. Kadang – kadang sulit sekali mengontrol diri sendiri untuk menghindari segala jenis makanan dan camilan. Hal – hal yang menyulitkan seperti ini sangat ditakuti para pelaku diet. Apalagi obesitas juga membawa berbagai masalah kesehatan. Yang perlu kita ketahui sebenarny apasih yang menyebabkan kita begitu kecanduan dengan makanan.

1. Ketidakseimbangan Hormonal
Jangan heran bila wanita menjelang menstruasi yaitu proses pembersihan rahim terhadap pembuluh darah, kelenjar-kelenjar dan sel-sel yang tidak terpakai karena tidak adanya pembuahan atau kehamilan tiba-tiba pola makannya meningkat dan tak kenal kata kenyang. Inilah fakta penyebab ketidakseimbangan hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesterone. Hal ini juga sering terjadi pada wanita hamil.

2. Obat – obatan
Perlu diketahui bahwa ada jenis-jenis obat-obatan tertentu yang juga dapat mempengaruhi pola makan. Beberapa obat golongan psikotropika, seperti obat antipsikotik mempunyai efek terhadap system syaraf pusat. System saraf pusat ini juga berperan dalam mengontrol keseimbangan energi. Dan bila terganggu akan menyebabkan keinginan makan yang berlebihan.

3. Rasa Senang
Perasaan senang disinyalir menajdi peyebab rasa tidak dapat menahan diri untuk menyantap makanan. Selain itu rasa senang juga memicu keinginan kita untuk ngemil. Dengan kondosi emosi dan indera penglihatan, serta penciuman yang sehat bahkan memori yang menyenangkan keinginan makan dan ngemil dapat timbul. Mungkin disaat anda melewati hal-hal menyenangkan perlu alarm dari teman atau keluarga untuk mengingatkan tentang pola makna kita.

4. Kadar Gula Darah Rendah
Kadar ula rendah biasanya disebabkan kekurangan asupan makanan. Kalau biasanya rutinitas makan siang pukul 12.00 siang WIB tetapi anda baru akan makan malam jam 20.00 WIB terang saja anda akna snagat kelaparan di jam-jam makan malam.

5. Faktor Emosi
Dr. Sarah Leibowitz dari Rockefeller University, AS, menemukan hormon kortisol atau sering disebut hormone stress, memicu produksi unsure kimia dalam otak bernama neuropetide Y. unsur inilah yang menjadi factor utama keinginan ngemil terus muncul. Emosi seseorang seperti rasa takut, cemas, bosan atau marah, baik pada diri sendiri atau orang lain bias memicu seseornag menjadi gila makan. Ketegangan yang disebabkan oleh pekerjaan yang menumpuk, jadwal kerja yang padat bahkan rasa malu dan rendah diri juga memicu rasa ngemil sebagai bentuk pelarian.

6. Faktor Musim
Maksudnya disini adalah faktor musim hujan yang biasanya mempegaruhi otak kita untuk memikirkan camilan. Bukan hanya itu saja berbagai camilan khas musim hujan menjadi ramai kalau musim penghujan tiba. Apalagi orang Indonesia yang cenderung suka wisata kuliner hal ini terbukti dari begitu banyak bisnis kuliner yang menjamur tapi tetap menjadi primadona apapun dan bagaimanapaun menu makanan yang disajikan.