5 Manfaat kesehatan dari sayur kelor

By On Thursday, July 17th, 2014 Categories : News

Sayuran kelor tentu sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Namun nama sayuran ini seringkali dikaitkan dengan pepatah bahwa dunia tak selebar daun kelor ketimbang dikaitkan dengan nutrisi dan manfaat kesehatan yang dimilikinya.

Sayuran kelor, sama dengan sayuran lain, mengandung banyak nutrisi yang bisa memberikan manfaat kesehatan. Jika Anda belum mengonsumsi sayuran ini, pertimbangkan untuk mulai memasukkannya dalam masakan Anda. Berikut adalah beberapa manfaat sayuran kelor, seperti dilansir oleh Health Me Up (17/07).

1. Mengatasi flu dan pilek
Sayuran kelor kata akan vitamin C yang bisa membantu mengatasi penyakit flu, pilek, dan sakit tenggorokan. Coba gunakan sayuran kelor dalam sup jika Anda mulai terkena pilek atau flu.

2. Membersihkan darah
Daun dan batang sayur kelor memiliki zat yang membantu membersihkan darah. Selain itu, zat tersebut juga bekerja sebagai antibiotik yang sangat baik. Untuk kualitas darah yang lebih baik dan bersih, jangan ragu untuk makan sayuran ini.

3. Baik untuk ibu hamil
Sayuran kelor mengandung vitamin dan mineral penting yang bisa mencegah ibu hamil mengalami gejala tak menyenangkan seperti mual muntah, malas, dan tidak bertenaga. Selain itu, daun kelor juga bisa mencegah dan mengatasi gejala komplikasi kehamilan. Tak hanya itu, untuk ibu menyusui, daun kelor juga sangat baik karena bisa meningkatkan produksi air susu.

4. Mengobati masalah perut
Sayuran kelor juga bisa menjadi obat bagi beberapa masalah perut seperti diare, kolera, penyakit kuning dan disentri. Anda bisa mencampurkan daun kelor dengan madu atau air kelapa.

5. Meningkatkan kesehatan tulang
Sayuran kelor juga kaya akan kalsium, zat besi, dan vitamin. Ini membuat sayuran kelor sangat baik dikonsumsi untuk menguatkan tulang. Mengonsumsi sayuran ini secara teratur bisa meningkatkan kepadatan tulang Anda.

Itulah beberapa manfaat hebat yang dimiliki sayuran kelor untuk kesehatan. Nah, sekarang ketika mendengar sayuran kelor jangan lagi berpikir tentang pepatah, tetapi tentang nutrisi dan manfaat kesehatan yang dimilikinya. (MDK)