4 Klasifikasi Arthropoda

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Filum Arthropoda (Yunani, Arthron = ruas/buku/segmen; podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas ruas atau berbuku-buku. Arthropoda merupakan kelompok hewan dengan jumlah anggota spesies terbesar dibanding filum lainnya.

Filum Arthropoda dibagi menjadi empat subfilum, yaitu Chelicerata (sebagian besar laba-laba), Myriapoda (hewan berkaki banyak), Crustacea (udang-udangan), dan Hexapoda (sebagian besar serangga). Arthropoda dibagi menjadi kelompok-kelompok dasar sebagai berikut:

Kelabang dan kaki seribu (miriapoda) – Ada lebih dari 13.000 spesies kelabang dan kaki seribu yang hidup hari ini. Anggota kelompok ini termasuk lipan-lipan, symphylans, dan pauropoda. Kelabang dan kaki seribu adalah serangga terestrial terkenal karena fakta bahwa mereka memiliki banyak pasang kaki (dari lima pasang hingga beberapa ratus pasang).

Chelicerates (Keliserata) – Ada sekitar 77.000 spesies Keliserata hidup hari ini. Anggota kelompok ini termasuk laba-laba, tungau, kalajengking, kepiting tapal kuda, harvestmen, dan kutu. Keliserata memiliki spesialisasi mulut dikenal sebagai kelisera, yang memungkinkan anggota awal kelompok untuk memberi makan pada hewan lain. Keliserata modern telah terdiversifikasi banyak sejak itu dan sekarang termasuk tidak hanya predator, tetapi juga parasit, pemulung, herbivora, dan detritivor.

Chelicerata adalah subfilum dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda. Chelicerata dalam pengertian yang luas merupakan salah satu kelompok fauna yang terdiri dari Arachnida, Xiphosura, kelompok yang punah Eurypterida dan Chasmataspidida dan juga Pycnogonida.

Jadi Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua segmen. Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yang menggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas.

Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000 jenis telah diberi nama. Termasuk didalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari dan laba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkat secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenis fosil Chelicerata dan hampir lebih dari 3/4 jumlahnya adalah kelompok Arachnida.

Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun, jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanya terbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatik Acari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup di daratan adalah kalajengking.

Crustacea (krustasea) – Ada sekitar 67.000 spesies krustasea yang hidup saat ini. Anggota kelompok ini termasuk krill, udang, teritip, kepiting, lobster, dan udang karang. Krustasea memiliki tubuh yang terbagi menjadi tiga segmen, kepala, dada, dan perut. Kebanyakan krustasea hewan air, tetapi ada juga beberapa spesies darat dan bahkan beberapa spesies perasitic.

Tubuh krustasea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya. Sistem pencernaan krustasea dimulai dari mulut, kerongkong, lambung, usus, dan anus. Sisa metabolisme akan diekskresikan melalui sel api. Sistem saraf krustasea disebut sebagai sistem saraf tangga tali, dimana ganglion kepala (otak) terhubung dengan antena (indra peraba), mata (indra penglihatan), dan statosista (indra keseimbangan). Hewan-hewan Crustacea bernapas dengan insang yang melekat pada anggota tubuhnya dan sistem peredaran darah yang dimilikinya adalah sistem peredaran darah terbuka. O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan. O2 ini akan diedarkan ke seluruh tumbuh tanpa melalui pembuluh darah. Golongan hewan ini bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Untuk dapat menjadi dewasa, larva hewan akan mengalami pergantian kulit (ekdisis) berkali-kali.

Krustasea dibagi menjadi 2 sub-kelas, yaitu Entomostraca (udang-udangan rendah) dan Malacostrata (udang-udangan besar). Entomostraca umumnya berukuran kecil dan merupakan zooplankton yang banyak ditemukan di perairan laut atau air tawar. Golongan hewan ini biasanya digunakan sebagai makanan ikan, contohnya adalah ordo Copepoda, Cladocera, Ostracoda, dan Amphipoda. Sedangkan, Malacostrata umumnya hidup di laut dan pantai. Yang termasuk ke dalam Malacostrata adalah ordo Decapoda dan Isopoda. Contoh dari spesiesnya adalah udang windu (Panaeus), udang galah (Macrobanchium rosenbergi), rajungan (Neptunus pelagicus), dan kepiting (Portunus sexdentalus).

Hexapods (Heksapoda) – Ada lebih dari 1.000.000 spesies yang teridentifikasi dari Heksapoda yang hidup hari ini, yang sebagian besar adalah serangga. Anggota dari kelompok ini termasuk serangga dan springtails. Heksapoda memiliki tubuh terdiri dari tiga bagian (kepala, dada, dan perut) dan tiga pasang kaki.

14314205, 14314206, 14314207, 14314208, 14314209, 14314210, 14314211, 14314212, 14314213, 14314214, 14314215, 14314216, 14314217, 14314218, 14314219, 14314220, 14314221, 14314222, 14314223, 14314224, 14314225, 14314226, 14314227, 14314228, 14314229, 14314230, 14314231, 14314232, 14314233, 14314234, 14314235, 14314236, 14314237, 14314238, 14314239, 14314240, 14314241, 14314242, 14314243, 14314244