4 Alat Ekskresi pada Manusia

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Organ atau alat pengeluaran manusia terdiri atas ginjal, hati, kulit, dan paru-paru. Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan karbon dioksida, dan hati mengeluarkan zat empedu.

1. Ginjal.

Ginjal adalah merupakan alat ekrsresi yang utama bentuk ginjal menyerupai biji kacang buncis, berwarna merah kecoklatan. didalam tubuh manusia terdapat sepasang ginjal yang ter letak didekat ruas-ruas tulang pinggang.

Fungsi utama ginjal bagi tubuh adalah untuk menyaring darah. Dari proses penyaringan darah. dari proses penyaringan darah ini dihasilkan limbah yang dalam bentuk urine yang di salurkan ke kandung kemih untuk di tampung sementara sebelum akhirnya di buang melalui saluran kemih (uretra).

a. Bagian-bagian ginjal.

Apabila sebuah ginjal dipotong secara membujur, maka akan tampak bagian-bagian ginjal, yaitu kulit ginjal (korteksi)sumsum ginjal (medula), dan rongga ginjal.

1) Kulit ginjal (korteks)pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat glomerulus dan simpai worman. glomerulus dan simpai bowman membentuk kesatuan yang di sebut badan Malpighi. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai.

2) Sumsum ginjal mendula. mendula (sumsum ginjal). Tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan malphigi dan saluran yang ada di bagian korteks.

3) Rongga ginjal, berfungsi sebagI penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.

b. Proses pembentukan urine. terbentuknya urine terjadi melalui serangkaian proses, yaitu penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengeluaran zat(augmentasi).

1) Penyaringan(filtrasi). Zat yang berupa air, garam, glukosa, dan urea mengalami penyaringan dibagian glomerulus kemudian masuk ke simpai bowman. Hasil penyaringan ini disebut filtras glomerulus atau urine primer.

2) Reabsorpsi. dari simpai bowman, urine primer terus mengalir menuju saluran pengumpul (tubulus kolektivus). Dalam perjalanan nya (di tubulus kontortus proksimal)terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garam, dan asam amino. Setelah reabsorpsi, kadar urea dalam tebulus semakin tinggi sehingga terbentuklah filtras tubulus atau urine sekunder.

3) Augmentasi, proses ini terjadi di tubulus kontrortus distal dan juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Dibagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor, serta urea. Cairan yang di hasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal. Setelah mengalami filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi, terbentuklah urine yang mengandung zat-zat sisa dan zat-zat berlebih yang sudah tidak digunakan tubuh.

Adapun kandungan urine normal pada manusia adalah:

– Air kurang lebih 95%
– urea, asam ureat, dan ammonia
– zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin).
– Garam-garam mineral
– Beberapa zat yang bersifat racun.

2. Kulit.

Kulit adalah, lapisan jaringan yang terdapat dalam permukaan tubuh. Pada permukaan kulit ter jadi kelenjar kering yang mengekskresi zat-zat sisa. zat-zat sisa yang dikeluarka melalui pori pori kulit berupa keringat. Keringat tersusun dari air dan garam –garam mineral terutama garam dapur (NaCi) yang merupakan metabolism protein. kulit berpungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan-kerusakan fisik karena gesekan, penyinaran, kuman-kuman, dan zat-zat kimia. selain itu, kulit juga erfungsi untuk mengurangi kehilangan air, mengatur suhu tubuh, menerima rangsangan dari luar, dan sebagai alat ekskresi.

a. Setuktur kulit.

kulit manusia ter susun atas tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan jaringan ikat bawah kulit.

1) Epidermis. epedermis (kulit ari)terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan tanduk, dan lapisan Malpighi. lapisan tanduk merupakan lapisan yang terletak paling luar dan terdiri dari sel-sel mati. sedangkan laoisan Malpighi terletak dibawah lapisan tanduk dan terdiri atas sel-sel hidup. lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang berfungsi member warna pada kulit. lapisan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari.

2) Dermis, dermis atau kulit jangat, merupakan lapisan kulit yang terletak dibawah epidermis. Didalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan, yaitu:

a) Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara pada pori-pori kulit.

b) Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut tidak kering. Kelenjar ini terletak dekat akar rambut.

c) Pembuluh darah, yang berfungsi untuk mengedarkan daraah ke semua sel atau jaringan termasuk akar rambut.

d) Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan peraba.

3) Jaringan ikat bawah kulit

Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa). Fungsinya antara lain untuk penahan suhu tubuh dan cadangan makanan.

3. Hati

Hati atau hepar merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh kita. Hati terletak di rongga perut sebelah kanan, tepat di bawah sekat rongga perut sebelah kanan, tepat dibawah sekat rongga dada (diafragma) dan terlindung oleh tulang iga.

Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi dan ekskresi. Dikatakan sebagai alat sekresi, karena hati menghasilkan empedu. Hati dikatakan sebagai alat ekskresi karena empedu yang dikeluarkan mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.

Di dalam hati, sel-sel darah merah akan pecah menjadi hemin dan globin. Hemin akan diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Zat warna empedu keluar bersama feses dan urine, dan akan member warna pada feses dan urine menjadi berwarna kuning.

4. Paru-paru

Paru-paru adalah organ yang bertindak sebagai alat pernafasan. Selain itu paru-paru juga bertindak sebagai alat ekskresi dengan mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Kedua zat ini harus dikeluarkan supaya tidak mengganggu fungsi tubuh. Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma.

24085098, 24085099, 24085100, 24085101, 24085102, 24085103, 24085104, 24085105, 24085106, 24085107, 24085108, 24085109, 24085110, 24085111, 24085112, 24085113, 24085114, 24085115, 24085116, 24085117, 24085118, 24085119, 24085120, 24085121, 24085122, 24085123, 24085124, 24085125, 24085126, 24085127, 24085128, 24085129, 24085130, 24085131, 24085132, 24085133, 24085134, 24085135, 24085136, 24085137