3 Bagian Kelenjar hipofisis dan hormon yang dihasilkan

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Secara umum Kelenjar hipofisis dibagi dalam 3 bagian, artikel berikut akan mengulas bagian Kelenjar hipofisis dan hormon yang dihasilkannya.

Kelenjar hipofisis terdapat dalam lekukan tulang selatursika dibagian tengah tulang baji. Kelenjar ini disebut juga “Master of glands”, karena berperan sebagai pengatur hormon lain. Kelenjar hipofisis terdiri dari tiga bagian:

Bagian depan (lobus anterior)

Bagian depan (lobus anterior), menghasilkan hormon berikut ini:

  • Hormone somatotropin/Growth Hormon

(STH/GH) yang berfungsi mempengaruhi pertumbuhan. Kekurangan pada anak-anak menyebabkan kretinisme. Kelebihan pada saat anak-anak menyebabkan gigantisme, bila terjadi pada masa dewasa menyebabkan akromegali.

  • Tiroid Stimulating Hormone (TSH)

Merangsang tiroid untuk mengekskresikan tiroksin

  • Adrenokortikotropik (ACTH), merangsang korteks ginjal untuk berproduksi.
  • Prolaktin/Lactogenic Hormone (LTH), merangsang glandula mamae untuk berproduksi
  • Gonadotropin, mempunyai sasaran pada gonad

Pada wanita menghasilkan hormon berikut ini.

  1. Follice Stimulating Hormon (FSH), merangsang pertumuhan polikel menghasilkan estrogen.
  2. Luteinizing Hormon (LH), merangsang ovulasi dan merangsang korpus luteum menghasilkan progesteron.

Pada pria menghasilkan hormon berikut ini.

  1. Follice Stimulating Hormon (FSH), merangsang terjadi spermatogenesis.
  2. Interstitial Cell Stimulating Hormon (ICTH), merangsang sel-sel interstitial testis untuk berkembang dan memproduksi testosteron.

Bagian tengah (lobus intermedia)

Merupakan bagian tengah dari kelenjar hipofisis yang bersifat unik karena bagian ini akan mengalami kemunduran ( rudimenter ) selama masa pertumbuhan dan belum secara jelas diketahui fungsinya. Bagian tengah (lobus intermedia), menghasilkan hormon melanotropin atau melanocyte stimulating hormon (MSH), merangsang melanosit, yaitu sel-sel yang mengandung pigmen. Hormon melanotropin berfungsi mempengaruhi warna kulit individu.

Bagian belakang (lobus posterior)

Bagian belakang (lobus posterior) menghasilkan hormon berikut ini.

  1. Oksitosin berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan.
  2. Hormon ADH (Antidiuretik Hormon). Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah.
  3. Pitresin atau Vasopresin mempertinggi tekanan darah.

Alkohol, steroid tertentu dan beberapa zat lainnya menekan pembentukan hormon antidiuretik. kekurangan hormon ini menyebabkan diabetes insipidus, yaitu suatu keadaan dimana ginjal terlalu banyak membuang air. kadang hormon antidiuretik diproduksi secara berlebihan, misalnya pada siadh (syndrome of inappropriate secretion of antidiuretic hormone). pada siadh, kadar hormon antidiuretik terlalu tinggi sehingga tubuh menahan air dan kadar beberapa elektrolit dalam darah (misalnya natrium) menurun. sindroma ini terjadi pada penderita gagal jantung dan penderita penyakit hipotalamus.

Kadang hormon antidiuretik dibuat diluar hipofisa, terutama oleh beberapa kanker paru-paru. karena itu jika ditemukan kadar hormon antidiuretik yang tinggi, selain dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi kelenjar hipofisa, juga dilakukan pemeriksaan terhadap kanker. oksitosin menyebabkan kontraksi rahim selama proses persalinan dan segera setelah persalinan untuk mencegah perdarahan. oksitosin juga merangsang kontraksi sel-sel tertentu di payudara yang mengelilingi kelenjar susu. pengisapan puting susu merangsang pelepasan oksitosin oleh hipofisa. sel-sel di dalam payudara berkontraksi, sehingga air susu mengalir dari dalam payudara ke puting susu.