21 Fungsi Hati Manusia Secara Umum

By On Saturday, April 9th, 2016 Categories : Sains
Advertisement

21 Fungsi Hati Manusia Secara Umum

Advertisement

Jatuh hati, jatuh cinta, dan sayang menjadi ikon yang di gunakan dalam mengungkapkan perasaan manusia. Dengan lambang daun waru sebagai simbol rasa kasih sayang. Namun hati yang akan di bahas di sini bukan seputar hal itu. Lebih mendalam mengenai hati secara medis, ilmiah, yang mana bisa di pelajari. Hati disini merupakan salah satu organ di dalam tubuh manusia, yang pandang memiliki sisi penting untuk kelangsungan hidup dan kesehatan manusia.

Hati merupakan kelenjar yang ada di dalam tubuh manusia, sangat bekerja pada sistem pencernaan dan sistem ekskresi manusia. Jika secara bahasa orang umum menyebut hati merupakan perwujudan perasaan, sedangkan ini menyebut hati dengan nama liver. Bisa di katakana bahwa liver ini merupakan salah satu organ vital tubuh manusia. Sebab tanpa adanya hati, kehidupan manusia tidak akan bertahan lama.

Berikut adalah fungsi hati :

1. Penawar racun

Manfaat hati adalah menawarkan, menetralkan, atau biasa di sebut dengan detoksifikasi racun racun yang ada di dalam tubuh. Secara alamiah, apapun yang masuk ke dalam manusia berpotensi sebagai racun. Untuk itu hati menawarkan zat zat tersebut agar menjadi netral bagi tubuh. Sebagai pencegah penyakit dalam tubuh. Misalnya zat zat yang di anggap racun oleh tubuh adalah nikotin, obat obatan dan alcohol.

2. Pembuangan zat birilubin

Mengapa tinja anda berwarna kuning? Mengapa air pipis anda berwarna kuning? Mengapa upil cenderung berwarna kuning, cokelat,atau kehijauan? Mengapa kotoran di telinga berwarna kuning keemasan? Hal ini berkaitan dengan zat birilubin yang ada di dalam tubuh. Zat ini di nilai sangat tidak baik untuk tubuh, sehingga harus di keluarkan, yang biasanya lewat sistem ekskresi. Dengan adanya zat ini memberikan warna kuning untuk kotoran yang di keluarkannya.

3. Tempat penyimpanan glikogen

Glikogen atau biasa di kenal dengan gula otot merupakan energi manusia untuk melakukan aktivitas. Jadi ketika makanan yang ada di dalam tubuh di cerna, maka zat hasilnya berupa glukosa. Kemudian di ubah oleh hormone insulin tubuh, hingga berwujud gula otot yang di simpan sementara di hati sebelum di gunakan. Bagaimana jika sisa? Apabila sisa, maka gula otot tadi bisa berubah menjadi lemak.

4. Pengubah zat makanan dari usus

Makana yang masuk ke dalam tubuh akan di cerna dan diproses lebih lama di bagian usus manusia. Maka di sanalah akan di serap bahan-bahan yang masih bisa di gunakan, masih bisa menghasilkan gizi dan nutrisi oleh tubuh. Hati disini berguna sebagai pengubah zat makanan tersebut menjadi zat zat yang bisa di gunakan sesuai dengan kemampuannya. Seperti protein, maka akan di simpan sementara di dalam tubuh. Kemudian ketika ada sel tubuh yang rusak, akan di keluarkan untuk membantu memperbaiki sel tersebut.

5. Pengontrol sirkulasi tubuh

Hati juga berperan sebagai pengontrol sirkulasi tubuh. Hal ini berkaitan dengan darah dan pengaturan suhu di dalam tubuh. Dengan adanya hati bisa membuat sirkulasi tubuh menjadi lancar dan normal.

6. Pengontrol suhu

Hati bisa bekerja sebagai pengontrol suhu. Cara kerjanya dengan menaikan suhu di dalam tubuh ketika suhu di luar ruangan berada pada derajat yang rendah. Kemudian menurunkan suhu ketika suhu yang ada di lingkungan luar berada pada derajat yang tinggi. Hal ini di gunakan agar yang ada di dalam tubuh ini bersifat netral.

7. Pengontrol hormone tubuh

Selain sebagai penawar racun, hati juga bekerja sebagai pengontrol hormone tubuh. Ada beberapa hormone yang di hasilkan oleh hati, biasanya berkaitan dengan pengolahan glukosa menjadi glikogen serta pengolahan glikogen menjadi glukosa.

8. Membunuh organisme dan anti gen

Sesuatu yang masuk ke dalam tubuh akan di anggap sebagai benda asing atau pathogen. Tugas hati sebagai penawar racun dengan cara membunuh organism dan antigen yang di nilai sebagai benda berbahaya untuk tubuh.

9. Pengontrol komposisi darah yang masuk ke tubuh

Darah yang masuk ke dalam tubuh, bukan hanya sebagai darah biasa. Namun terdiri dari beberapa komposisi seperti lemak, gula, protein, serta beberapa zat lain yang di perlukan oleh tubuh. Sebab salah satu fungsi darah adalah mengedarkan nutrisi yang ada di dalam tubuh ke organ organ lain. Hati di sini berperan sebagai pengontrol komposisi ketika melewati hati atau liver.

10. Menyempurnakan sel darah merah (eritrosit)

Darah merah atau eritrosit merupakan cairan yang tidak bisa bertahan lama berada di dalam tubuh. Untuk itu di perlukan zat yang mampu berguna sebagai penyempurna eritrosit ini. Zat tersebut dinamakan dengan hermatin.

11. Pengemulsi lemak dan makanan

Hati bekerja dengan membantu empedu untuk mengeluarkan cairan yang ada di dalam tubuh. Cairan empedu tersebut berasal di dalam eritosit yang kemudian akan di lakukan perombakan lemak dan makanan. Seputar informasi mengenai empedu ini merupakan organ yang berwarna hijau. Kantong kelenjar empedu ini bisa mengeluarkan cairan sebanyak setengah liter perhari dengan rasa pahit.

12. Membantu pembentukan eritrosit dalam janin

Eritrosit yang ada di dalam janin belum bisa terbentuk dengan sempurna. Maka harus di bantu dengan perombakan perombakan agar bisa memproduksi sel darah merah yang baik. Salah satunya adalah dengan menggunakan hati.

13. Membantuk urea

Air kencing atau pipis yang di keluarkan melalui lubang ekskresi merupakan hasil rombakan dari zat zat yang tidak berguna untuk tubuh seperti racun. Saat malalui tahap penyaringan atau filterasi, hati menambahkan urea sebagai hasil sisa perombakan dari asam amino. Nantinya zat zat yang tidak berguna tersebut akan di olah lebih lanjut di dalam ginjal.

14. Penyimpan vitamin

Ada dua jenis pelarutan vitamin yang ada di dalam tubuh manusia. Yakni ada vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E, dan K serta ada vitamin yang larut dalam air seperti B dan C. vitamin vitamin yang bisa larut dalam lemak tadi akan di simpan di hati sebelum di edarkan ke organ organ lain.

15. Penyimpan mineral

Hati atau liver yang ada pada tubuh manusia bukan hanya berfungsi sebagai penyimpan vitamin saja. Ternyata menurut penelitian terkait, membuktikan bahwa mampu menyimpan mineral yang ada di dalam tubuh manusia. Nantinya akan di aktivkan kembali ketika hendak di gunakan oleh tubuh. Misalnya adalah zat besi yang di gunakan untuk penyusunan haemoglobin untuk pembentukan sel darah merah (eritrosit).

16. Mencegah terjadinya penggumpalan darah

Penggumpalan darah biasa terjadi ketika anda mengalami luka akibat jatuh, kecelakaan, dan segala kejadian yang mampu mengakibatkan luka di tubuh. Bukan hanya sebatas luka, namun sampai mengeluarkan darah. Tubuh yang terbuka secara normal akan mengeluarkan darah. Kemudian beberapa saat, pendarahan tersebut berhenti bukan? Hal ini berkaitan dengan fungsi protombin dan fibrinogen yang bekerja untuk menutup luka dan mencegah penggumpalan darah. Jika tidak dilakukan hal seperti itu darah akan terus keluar, bisa jadi sampai cairan yang ada di dalam tubuh habis. Tentu saja kondisi ini membahayakan bagi manusia itu sendiri.

17. Filter sampah tubuh

Manusia menjadi makhluk yang membutuhkan makanan untuk menopang kehidupannya. Maka ia tidak akan memakan satu dua jenis makanan, melainkan banyak jenisnya. Dari berbagai makanan yang makan tersebut, mengandung banyak zat zat yang di perlukan dan tidak di perlukan oleh tubuh. Salah satu zat yang tidak terlalu di perlukan tubuh adalah kolestrol. Sampah dari kolestrol tersebut akan di saring atau di filter oleh hati untuk di ambil zat zat yang masih berguna, lalu membuang zat sisanya di organ ekskresi yang nantinya berakhir menjadi urin.

18.Pengontrol asam amino

Hati manusia juga menjadi pengontrol atau pengatur asam amino yang ada di dalam tubuh. Jika ada kelebihan asam amino, akan di siapkan blok bangunan khusus asam amino. Sehingga ketika di perlukan, akan di sediakan kembali.

19. Pengontrol gula darah

Bukan hanya asam amino, hati juga mampu mengontrol gula darah. Ketika metabolisme tubuh selesai memproses hasil makanan, kandungan zat yang mengandung glukosa berlebih akan diproses dihati. Pemprosesan tersebut berupa konversi pengolahan glukosa menjadi glikogen. Jika ternyata tubuh memerlukan glukosa inj lagi, maka hati siap untuk mengembalikan konversian dari glikogen menjadi glukosa.

20. Produksi sistem imunnitas

Hati juga memiliki manfaat sebagai produktor imunnitas atau sistem kekebalan tubuh. Hal ini berkaitan dengan fungsinya yang mampu melawan dan membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

21. Penghancuran sel eritrosit

Meskipun hati berperan dalam pembentukan sel darah merah atau eritrosit, ternyata juga berfungsi sebagai penghancur sel eritrosit. Namun jangan salah, yang di hancurkan disini bukan semabarang sel darah merah biasa. Eritrosit yang sudah memasuki masa tua atau kualitasnya yang tidak begitu baik akan di hancurkan, kemudian di produksi eritrosit baru.

Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...