Perlawanan Menentang Penjajah: Perang Bali (1844)

I Gusti Ktut Jelantik

I Gusti Ktut Jelantik - Sumber: Album Pahlawan Bangsa, 2004

Pada tahun 1844, sebuah kapal dagang Belanda kandas di daerah Prancak (daerah Jembara), yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Buleleng. Kerajaan-kerajaan di Bali termasuk Buleleng pada saat itu memberlakukan hak tawan karang. Dengan demikian, kapal dagang Belanda tersebut menjadi hak Kerajaan Buleleng. Pemerintah kolonial Belanda memprotes Raja Buleleng yang dianggap merampas kapal Belanda, namun tidak dihiraukan. Insiden inilah yang memicu pecahnya Perang Bali, atau dikenal juga dengan nama Perang Jagaraga.
Belanda melakukan penyerangan terhadap Pulau Bali pada tahun 1846. Yang menjadi sasaran pertama dan utama adalah Kerajaan Buleleng. Patih I Gusti Ktut Jelantik beserta pasukan menghadapi serbuan Belanda dengan gigih. Pertempuran yang begitu heroik terjadi di Jagaraga yang merupakan salah satu benteng pertahanan Bali. Belanda melakukan serangan mendadak terhadap pasukan Bali di benteng Jagaraga. Dalam pertempuran tersebut, pasukan Bali tidak dapat menghalau pasukan musuh. Akhirnya pasukan I Gusti Ktut Jelantik terdesak dan mengundurkan diri ke daerah luar benteng Jagaraga.
Waktu benteng Jagaraga jatuh ke pihak Belanda, pasukan Belanda dipimpin oleh Jenderal Mayor A.V. Michiels dan sebagai wakilnya adalah van Swieten. Raja Buleleng dan patih dapat meloloskan diri dari kepungan pasukan Belanda menuju Karangasem. Setelah Buleleng secara keseluruhan dapat dikuasai, Belanda kemudian berusaha menaklukkan kerajaan-kerajaan lainnya di Pulau Bali. Ternyata perlawanan sengit dari rakyat setempat membuat pihak Belanda cukup kewalahan. Perang puputan pecah di mana-mana, seperti Perang Puputan Kusamba (1849), Perang Puputan Badung (1906), dan Perang Puputan Klungkung (1908).

Pengetahuan:
Pada sekitar abad 18, para penguasa Bali menerapkan hak tawan karang, yaitu hak yang menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan Bali berhak merampas dan menyita barangbarang dan kapal-kapal yang terdampar dan kandas di wilayah perairan Pulau Bali.

Tags: ,

Faktor-Faktor Penyebab Gempa Bumi

(Faktor-Faktor Penyebab Gempa Bumi) – Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan...

Komponen Elektronik: Pengertian dan Arti Dioda

Dioda laser (Pengertian dan Arti Dioda) – Dioda laser adalah sejenis laser di mana media aktifnya sebuah semikonduktor persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. Dioda laser kadang juga disingkat LD atau ILD. Dioda laser...

Kajian Pustaka Metamorfosis Pada Lalat

(Kajian Pustaka Metamorfosis Pada Lalat) – Lalat  merupakan dua jenis serangga yang termasuk kedalam ordo Diptera namun berbeda subordo. Menurut wikipedia lalat berasal dari subordo Cyclorrapha sedangkan nyamuk dari subordo Nematocera. Ordo diptera memiliki ciri-ciri sebagai berikut; memiliki dua...

Pengertian Seni Rupa Tradisional (tanpa gambar)

(Pengertian Seni Rupa Tradisional) – Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan...

Mengenal Lebih Jauh Tentang Tari Topeng

Tari topeng yaitu penarinya menggunakan topeng. Tari topeng di setiap daerah memiliki cerita, tujuan dan simbol-simbol yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa daerah yang memiliki kesenian tari topeng. Tari topeng dalam upacara keagamaan masyarakat suku dayak untuk memperoleh kekuatan...