10 Tujuan Wisata di Thailand yang Pas Buat Kamu, Para Backpacker! Nggak Bikin Kantongmu Jebol

By On Monday, March 13th, 2017 Categories : Artikel

Ingin sesekali traveling ke luar negeri dengan backpacker-an? Atau kamu lagi dapet tiket pesawat murah? Cobalah ke Negara Gajah Putih! Ya, nggak ada salahnya kamu memilih Thailand sebagai destinasi perjalanan pertamamu di luar negeri. Murah meriah, Men.

Berhubung masih serumpun dengan Indonesia, wisata di negera ini pun nggak terlalu berbeda jauh dengan yang ada di Nusantara loh. Untuk urusan harga pun tak berbeda jauh dengan Indonesia. Seperti apa sih destinasi wisata yang masih terjangkau dengan kantong backpacker di Thailand? Hipwee akan rangkumkan tempat wisata yang bisa bikin kamu nggak nyesel telah memilih Thailand sebagai destinasi wisatamu!

1. Wat Saket atau Golden Mount, bukit buatan yang menawarkan panorama malam kota Bangkok yang indah. Penuhi hasrat fotografimu dari atas bukit ini.

View Golden Mount dari kejauhan. :3 via www.thousandwonders.net

Perjalanan pertamamu di pusat kota Bangkok, nggak boleh kamu lewatkan begitu saja. Bangunan yang cukup tinggi seperti di atas bukit dengan warna keemasan tentu akan menjadi pemacu bagi insting travelingmu. Ya, bangunan di atas bukit ini bernama Wat Saket atau Golden Mount. Sedikit belajar sejarah, Wat Saket ini berada di atas bukit buatan yang dibangun oleh Raja Rama III. Kemudian diselesaikan oleh Raja Rama IV, dan disempurnakan oleh Raja Rama V, hingga berdirilah sebuah tempat ibadah dengan relik Buddha di atas bukit buatan yang tadinya hanyalah sebuah kubangan lumpur dan tanah yang sangat lunak.

Untuk menuju ke tempat ibadah ini, kamu diharuskan berpakaian yang rapi dan sopan. Iyalah, ini kan rumah ibadah! Satu lagi, kamu harus bersahabat dengan 320 anak tangga landai yang akan membawamu pada puncak bukit ini. Dari atas sini, kamu bisa menikmati pemandangan kota Bangkok yang indah, apalagi kalau malam hari. Satu lagi, kamu bisa masuk tempat ini secara GRATIS! Wuih, ntap!

2. Masih di pusat kota Bangkok, kamu akan menyesal kalau sampai melewatkan wisata ke patung Buddha tidur terbesar di dunia, Wat Po.

Ngantuk, Kak. ? via www.lemondedes21.com

Hampir semua paket tour wisata menawarkan kunjungan ke kuil ini. Kuil terbesar di dunia ini memang menjadi prioritas bagi wisatawan. Karena terdapat sebuah patung Buddha dengan ukuran raksasa (15 meter x 46 meter) yang tampak sedang berbaring atau dikenal dengan nama The Reclining Buddha. Di dalam kawasan kuil ini, kamu bisa memotret banyak sekali ukiran di dinding kuil yang sangat cantik, serta kuil-kuil kecil yang nggak boleh kamu lewatkan untuk dipotret.

Cukup membayar tiket masuk sekitar Rp38.000, kamu bisa belajar sejarah dan berpose #OOTD buat Instagrammu. Selain itu juga kamu dikasih sebotol air mineral untuk diminum dan sekantong plastik untuk menyimpan topi, alas kaki, dan kacamata (yang buat gaya).

Nggak mahal lah ya…

3. Wat Mahathat di Ayutthaya, sebuah kepala Buddha yang terlilit dalam akar pohon. Wow!

Ini bukan karena dikutuk lho, ya! via estherwarren.wordpress.com

Sangat disayangkan kalau kamu traveling ke Thailand tapi nggak mengunjungi Wat Mahathat di kota Ayutthaya! Karena di Wat Mahathat terdapat peninggalan sejarah yang bisa bikin kamu piknik sambil terkagum-kagum. Sebuah kepala terjepit di dalam akar pohon yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Nah loh!

Jadi, di Wat Mahathat ini dulunya bekas kuil kerajaan Ayutthaya yang dibangun pada tahun 1385 oleh Raja Rachatirat. Karena penyarangan brutal yang dilakukan kerajaan Burma pada abad ke-14, runtuhlah kerjaan Ayutthaya ini. Dan kepala yang terjepit di dalam akar pohon itu merupakan reruntuhan kepala Buddha di dalam kuil kerjaan Ayutthaya tersebut. Konon, pada tahun 1956, ditemukan sebuah ruang seperti gudang penyimpanan harta karun. Keren!

Yang menjadi pusat perhatian wisatawan di Wat Mahathat ini bukanlah reruntuhan kuil atau kerajaan Ayutthaya, melainkan sebuah kepala patung Buddha yang terlilit di akar pohon besar. Malah, kamu akan kesulitan membedakan, itu kepala patung yang terbuat dari batu, atau sebuah akar yang diukir menjadi sebuah kepala. Mengingat usia yang sudah mencapai ratusan tahun, bukan nggak berarti kepala patung Buddha tersebut sudah menyatu dengan akar. Hmm. Unik sih.

Untuk menuju ke Ayutthaya, kamu bisa menggunakan kereta yang berangkat setiap jam dari stasiun Kota Bangkok. Sementara untuk masuk ke Wat Mahathat, kamu hanya butuh 4 bath atau Rp 1.500 saja!

4. Pasar anti galau di Kamphaeng Phet. Chatuchak Weekend Market akan menyelamatkanmu dari kegalauan di negera tetangga!

Shopping time! via welovethai.land

Buat kamu para jomblo traveler, jangan khawatir kalau lagi di Thailand. Kamu nggak perlu menghabiskan waktu weekendmu dengan bergalau ria! Kamu bisa pergi ke Chatuchak Weekend Market loh. Kenapa harus ke sini? Yuk, kita bahas!

Jadi, pasar Chatuchak ini dikatakan merupakan pasar terbesar di dunia yang menjual berbagai barang yang bisa kamu beli. Mulai dari fashion, kerajinan tangan, aksesoris anak-anak muda, jajanan, minuman, hingga hewan peliharaan juga ada! Kamu pasti butuh waktu 25 jam untuk bisa berkeliling di pasar ini! Semuaa barang dijual di sini. Cuma kenangan tentangnya yang nggak dijual. ?

Ingat, pasar ini hanya buka di akhir pekan! Atur kembali agenda jalan-jalanmu di Negara Gajah Putih ini. Yuks!

5. Cobalah berwisata malam di China Town. Gemerlap lampu dan jajanan murah menghiasi kota ini.

China Town di kala malam. via bangkokspa.es

Sebagaimana namanya, China Town di Bangkok ini sama halnya dengan wilayah pecinan di kota manapun. Daerah ini memang menjadi pasar sentra bagi para pelancong yang ingin berburu kuliner dan barang-barang yang terbilang murah. Ya, kayak di pecinan biasanya, banyak orang mandarin. O, iya. Kamu bisa menggunakan bahasa Inggris untuk kegiatan tawar-menawar barang loh. Boleh ditawar kok.

Selain kuliner Thailand yang murah, daerah ini merupakan pusatnya untuk berburu emas di Bangkok. Selain itu, kamu bisa mendapatkan aksesoris untuk oleh-oleh, kain-kain, sparepart otomotif, hingga berbagai jenis mainan. Tapi di sini bukanlah tempat buat belanja baju-baju yang branded loh!

6. Mau belanja murah di pasar grosir? Thailand juga punya Tanah Abang loh, namanya Pratunam Market!

Tuktuk alias bajaj dari Thailand. via captainkimo.com

Tanah Abang-nya Thailand atau yang sering disebut dengan Pratunam Market. Untuk mengenal tempat ini, kamu harusnya berkunjung ke Tanah Abang Jakarta dulu. Biar tahu seperti apa suasana pasar di Pratunam Market. hehe

Yup, Pratunam Market ini adalah pusat perbelanjaan garmen terbesar di Thailand. Ratusan jenis pakaian tersebar di seluruh kawasan ini. Beraneka ragam pakaian dan aksesoris untuk wanita sangat melimpah. Yakin deh, kamu pasti galau buat beli baju-baju di sini. Di sekitar sini memang berdiri banyak mall, tapi masa iya jauh-jauh ke luar negeri kamu belanjanya di mall? Lagipula, baju-baju di sini harganya sangat terjangkau dengan kantong seorang backpacker, dan bisa ditawar!

Beli satu kaos diskonan bisa kok, Bang.

7. Khaosan Road, tempat berkumpulnya wisatawan dan para backpacker dunia. Segala jenis aksesoris, barang-barang murah, hingga jasa pijat tersedia.

Malioboronya Thailand. via www.bangkok.com

Miniatur Malioboro yang ada di Thailand ini adalah Khaosan Road. Sama kayak di Kuta atau Legian di Bali, Khaosan Road ini merupakan tempat berkumpulnya para bule di kota Bangkok. Ya, sama kayak Malioboro, Jogja. Di sini berjajar banyaaak sekali tempat perbelanjaan yang layak kamu coba. Sttt. Di sini juga ada jasa pijat loh! Mau coba? :3

8. Hijrahlah ke kota Kanchanaburi, kamu akan menemukan sebuah jembatan penghubung antara Thailand dan Myanmar yang membentang.

Jembatan sungai Kwai. via www.timetravelturtle.com

River Kwai Death Railway & Bridge atau jembatan Suromadu-nya Thailand nih. Lagi-lagi, miniatur Indonesia ada di Thailand. Eits, tapi jangan salah. Ini bukan jembatan biasa. Ini jembatan kereta api, dan masih aktif sampai sekarang! Awalnya, jembatan ini dibangun oleh pasukan Jepang guna menyuplai logistik dan peralatan perang melawan sekutu dari dan ke Myanmar-Thailand. Hanya dengan jembatan inilah pasukan Jepang bisa menyuplai kebutuhan tentara yang sedang melawan sekutu. Jembatan ini sekarang memang masih aktif, tetapi banyak wisatawan yang menyempatkan untuk datang ke sini hanya karena nilai historis yang ditawarkan.

Di sini kamu nggak perlu bayar! Tapi, tolong perhatikan langkahmu ketika melewati jembatan ini. Masih ada kereta yang lewat di jembatan ini, tapi pelan banget kok jalannya. Lagipula di kanan-kiri jembatan ini masih ada space yang cukup buat pejalan kaki menghindari lajunya kereta. Panorama alam yang asri dan sejarah perang dunia ada di sepanjang jembatan ini.

9. Masih di Kanchanahuri, cobalah mampir ke Jeath Museum. Peninggalan bersejarah tertata rapi di museum ini loh.

The JEATH Museum merupakan museum peninggalan sejarah antara Jepang, Inggris, Amerika, Thailand, dan Belanda. Artinya, kelima negara ini merupakan representasi dari kewarganegaraan orang-orang yang terlibat dalam pembangunan jembatan maut River Kwai Death Railway & Bridge. Pembangunan jembatan itu memakan puluhan ribu pekerja dari kelima negara tersebut. Makanya, JEATH itu merupakan singakatan dari Jepang, England, Amerika, Thailand, dan Holland.

Museum ini terletak di dekat jembatan maut Kwai Death Railway. Di sini terdapat sebuah kuil Wat Chai Chumphon, yang menyimpan berbagai barang dan peninggalan sejarah yang berhubungan dengan jembatan Kwai dari tahun 1940an. Bukti sejarah yang perlu kamu tahu, anak backpacker! Kamu harus ke sini, toh harga tiketnya hanya 30 baht atau Rp90.000. Kapan lagi?

10. Lepaslah lelahmu dengan berendam di air terjun tujuh tingkat, Erawan Falls, Erawan National Park.

Air terjun 7 tingkat, Erawan Falls. via dreamsinhd.blogspot.com

Mumpung masih di Thailand, cobalah untuk berwisata alam juga. Jangan salah, Negara Gajah Putih ini juga punya loh, curug/air terjun yang sangat indah, tujuh tingkat! Air terjun ini bernama Erawan Falls, yang terletak di Erawan National Park. Kamu butuh satu jam perjalanan dengan kendaraaan umum/bus dari terminal Kanchanaburi. Untuk tarif bus dari dan ke Erawan National Park sekitar Rp 15.000. Nggak terlalu mahal ah, buat jarak 55 km. Ya, kan?

Seperti halnya curug di Indonesia, jalur trekking yang bakal kamu tempuh nggak semulus aspal di jalan tol! Jalan licin dan bebatuan akan mengantarmu hingga ke tujuh tingkat air terjun Erawan. Kalau kamu pengin mandi, kamu cuma bisa mandi di tingkat ke-4, karena airnya tenang, dangkal, bersih. Waktu yang kamu butuhkan untuk eksplore air terjun ini dari tingkat 1-7 adalah 2-3 jam. Ya, abis keliling, kamu mandi deh di tingkat ke-4. Puas!

Nah, itulah tempat-tempat wisata di Thailand yang bisa kamu kunjungi selagi ada kesempatan buat ke Negara Gajah Putih. Ya, cocoklah buat kantong backpacker mah. Cari promo tiket pesawat dan segeralah melancong ke luar negeri, travelers. Kan udah era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jadi ya kita mesti terbiasa jalan-jalan ke ASEAN. Kita bahas negara lain minggu depan ya.

Mungkin kamu punya rekomendasi tempat yang lain? Tulis di kolom komentar, ya! ?