10 Fakta The Big O Wanita yang bikin Pria Penasaran

By On Sunday, January 3rd, 2016 Categories : Artikel
Advertisement

Orgasme adalah salah satu bagian favorit dari menjadi wanita. Tentu kebanyakan wanita berharap orgasme bisa terjadi lebih sering. Namun seberapa banyak yang Anda ketahui, tentang apa yang terjadi pada tubuh Anda, saat tercapainya klimaks yang disebut orgasme itu?

Memahami lebih banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh Anda selama berlangsungnya orgasme, akan dapat membantu Anda untuk lebih sering mencapainya.

Anatomi sebuah orgasme benar-benar dimulai saat ia dibangun. Seperti yang dibuktikan oleh sebagian besar wanita, orgasme adalah suatu full body experience yang seringkali melibatkan lebih dari satu zona sensitif seksual, meskipun dalam banyak kasus kuncinya adalah rangsangan ‘klitoris’.

Bagi kebanyakan wanita, dibutuhkan rata-rata waktu 20 menit untuk mencapai orgasme. Dalam periode itu, tubuh Anda akan melalui serangkaian perubahan yang meningkatkan sensitivitas dan gairah, serta mempersiapkan tubuh Anda untuk mengalami the big O. Beberapa dari perubahan ini dapat dilihat, namun ada juga perubahan yang bersifat internal dan hanya dapat dirasakan.

Perasaan hangat dan sensasi menggelitik yang mulai Anda rasakan ketika Anda merasa excited terjadi karena peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Banyak diantara darah yang mengalir tersebut – meskipun tidak semua – mengalir ke organ genital anda.

Klitoris, yang terdiri atas lebih dari 8.000 ujung saraf, akan membengkak dan membesar. Begitu Anda mendekati klimaks, klitoris Anda akan menarik balik di bawah selubung kulit yang melindungi klitoris (clitoral hood). Labia sisi dalam (inner labia atau inner lips, atau disebut juga labia minora) juga akan mulai membengkak dan labia majora (atau sering disebut juga outer lips) akan terpisah – proses ini sering disertai dengan penggelapan warna, karena lebih banyak darah yang mengisi jaringan.

‘Miss V’ akan mulai mengeluarkan cairan yang melumasi dirinya untuk membuat seks lebih nyaman. Seringkali dengan semakin Anda bergairah, semakin “basah” pula Anda. Meskipun demikian, jangan khawatir jika Anda menganggap tingkat kebasahan yang Anda hasilkan tidak mencukupi. Hal itu adalah sesuatu yang wajar dan dialami oleh banyak wanita karena berbagai alasan.

Pastikan bahwa Anda menyimpan feminine moisturizer (atau sering juga disebut intimate moisturizer) untuk membantu mengatasi masalah ini. Dengan pelumasan ini, bagian bawah Miss V Anda menjadi lebih sempit, sementara bagian atas akan memanjang karena leher rahim dan rahim bergerak sedikit keatas. Kondisi ini akan menciptakan lebih banyak ruang untuk ditempati oleh Mr.P pasangan Anda.

Selama berlangsungnya foreplay, Anda akan merasakan ketegangan, dan perasaan geli akan terbentuk di seluruh tubuh Anda mulai dari wajah hingga jari-jari dan kaki. Tapi dalam orgasme, pelepasan terhadap ketegangan seperti itu akan terasa begitu luar biasa.

Anda mungkin mulai merasakan sedikit kejang yang tidak hanya terjadi di panggul namun di seluruh tubuh Anda. Fenomena ini disebut myotonia yang terjadi karena kekejangan otot-otot dan organ-organ panggul menarik otot-otot lain dan menyebabkan mereka ikut bergerak. Kekejangan macam ini lebih lazim terjadi selama orgasme.

Ketika momen puncak itu akhirnya datang, Anda akan mulai mengalami kekejangan otot, terutama di panggul. Ini adalah kombinasi kontak antara dinding rahim, Miss V, anus, dan dasar panggul Anda, yang kemudian menghasilkan gelombang kenikmatan yang akan merambat ke daerah perut, dan akhirnya ke seluruh tubuh.

Menariknya, para ilmuwan telah menemukan hubungan antara kekuatan orgasme dengan kesehatan otot dasar panggul. Semakin kencang otot dasar panggul Anda, akan semakin baik pula mereka akan berkontraksi selama orgasme serta menambah kenikmatan yang akan Anda rasakan. Satu alasan lagi bagi Anda untuk mulai berlatih kegel dengan bimbingan instruktur yang berpengalaman.

Tergantung dari kekuatan klimaks Anda, orgasme dapat berlangsung mulai dari beberapa detik sampai satu menit penuh, dengan rata-rata sekitar 20 detik. Jumlah kontraksi yang terjadi juga bervariasi, namun normalnya berkisar antara 1 sampai 12 kontraksi dengan masing-masing kontraksi berlangsung sekitar satu detik.

Dan jangan berpikir bahwa seks dan orgasme semata-mata merupakan pengalaman fisik. Otak Anda pun ikut terlibat dengan melepaskan bahan kimia seperti oxytocin (alias cuddle hormone atau “hormon pelukan”) yang membantu menciptakan keintiman, dan dopamin (penghilang rasa sakit alami).

Ingatlah bahwa setiap orgasme itu berbeda, dan setiap wanita mengalami orgasmenya secara berbeda. Meski demikian, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana tubuh dan pikiran Anda bereaksi terhadap rangsangan seksual, dapat membantu Anda membuka pengetahuan tentang apa yang dapat membawa Anda mencapainya.

Luangkan waktu untuk Anda sendiri atau dengan pasangan Anda guna mencari tahu apa yang Anda berdua sukai, dan temukanlah ritme Anda sendiri. Tentu kita semua tahu bahwa upaya untuk mencapainya merupakan bagian dari kesenangan itu sendiri.

Berbicara mengenai orgasme wanita, terdapat beberapa fakta unik dan menarik mengenai orgasme yang mungkin dapat menambah rasa penasaran ataupun menginspirasi Anda untuk mencapainya.

1. Orgasme men-shut down sebagian otak Anda
Selama berlangsungnya gairah dan orgasme, banyak hal yang terjadi di dalam tubuh Anda. Pada saat terjadi klimaks, area di belakang mata kiri Anda yang disebut lateral orbitofrontal cortex, akan menutup. Karena area ini berfungsi sebagai kontrol akal dan perilaku, inilah yang mungkin menyebabkan Anda tidak mampu fokus pada hal lain pada saat Anda mengalami klimaks!

2. Rata-rata lamanya orgasme adalah 20 detik
Selama 20 detik tersebut, otot-otot di rahim, Miss V, anus dan panggul Anda akan mengalami kontraksi secara berirama setiap kurang lebih 0,08 detik. Apa kabar baiknya? Karena kekuatan orgasme berhubungan dengan kekuatan dasar panggul, maka Anda dapat meningkatkan intensitas orgasme dengan melatih otot-otot tersebut.

Latihan kegel yang dilakukan dengan benar akan menguatkan serta mengencangkan otot panggul Anda dan dapat membuat orgasme yang lebih kuat dan lebih sering. Berlatihlah bersama instruktur yang berpengalaman untuk memastikan Anda dapat memaksimalkan setiap remasan (sekaligus setiap orgasme).

3. Orgasme dapat menggantikan obat penghilang rasa sakit
Ketika Anda mengalami orgasme, tubuh Anda melepaskan oxytocin, feel-good-chemical yang akan membanjiri tubuh Anda dengan perasaan relaksasi, ketenangan, dan kebahagiaan. Menurut para peneliti di Rutgers University, sensasi ini dapat mengurangi rasa sakit sementara, mulai dari sakit kepala, kram pramenstruasi, hingga arthritis.

4. Orgasme membuat wanita dan pria merasa lebih talkative
Menurut para peneliti di University of Connecticut, pelepasan oxytocin juga akan meningkatkan rasa keterikatan serta membuat Anda ingin berbagi dengan pasangan Anda. Ini mungkin yang membuat oxytocin dijuluki “cuddle hormone” atau hormon pelukan maupun “hormon cinta”.

5. Orgasme meningkatkan indera penciuman Anda
Orgasme juga menyebabkan tubuh Anda melepaskan hormon yang merangsang otak untuk memproduksi lebih banyak neuron di pusat penciuman atau olfactory bulb. Menariknya, wanita hamil juga memiliki prolactin yang lebih tinggi – hal inilah yang menjelaskan mengapa wanita memiliki indera penciuman yang lebih peka selama hamil.

6. Dokter pernah menyarankan orgasme untuk resep kesuburan
Pada awal 1900-an, banyak dokter ahli kandungan percaya pada teori retensi sperma, atau “up suck theory”. Teori ini menyatakan bahwa ketika seorang wanita mengalami orgasme, kontraksi yang terjadi di Miss V-nya akan membantu menggerakkan sperma lebih dekat ke sel telur sehingga meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Namun demikian, studi pada 1960-an menunjukkan bahwa orgasme tidak benar-benar meningkatkan peluang terjadinya pembuahan pada manusia.

7. Beberapa wanita mengalami orgasme saat melahirkan
Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 oleh psikolog Perancis, Thierry Postel, terhadap lebih dari 206.000 kelahiran yang dibantu oleh bidan, sebanyak 0,3 persen wanita mengalami orgasme selama persalinan.

Namun para peneliti percaya bahwa angka ini nampaknya terlalu rendah, mengingat bahwa wanita yang telah merasakan kenikmatan bersamaan dengan rasa sakit mungkin akan malu untuk mengakuinya.

8. Orgasme bisa datang dari tempat-tempat lain selain genital Anda
Ada sejumlah kasus tercatat mengenai perempuan yang mencapai orgasme ketika menyikat gigi mereka, membelai alis mereka, atau bahkan hanya dengan memikirkannya. Beberapa penderita kelumpuhan juga dilaporkan mampu mencapai orgasme ketika daerah yang terletak langsung di atas luka mereka dirangsang. Sejumlah pasien yang diamputasi juga menceritakan bahwa mereka dapat merasakan orgasme di phantom limb (bagian tubuh pasien yang telah diamputasi, namun kadang masih dirasakan sensasi keberadaannya oleh pasien).

9. Tidak semua wanita orgasme dengan cara yang sama
Sebanyak 80 persen wanita mengalami kesulitan untuk mencapai orgasme dari hubungan seksual saja. Karena klitoris adalah bagian yang paling sensitif dari anatomi wanita, kebanyakan wanita membutuhkan stimulasi klitoris bersama dengan hubungan seksual untuk mencapai orgasme.

Sejumlah wanita lain tidak pernah mengalami orgasme selama hubungan seksual, namun dapat mengalaminya dengan rangsangan lisan dan/atau manual. Dalam hal orgasme, setiap wanita berbeda dan unik. Karakteristik Anda dalam mengalami orgasme bisa jadi dipengaruhi oleh tubuh Anda, seberapa rileksnya Anda, kemampuan Anda untuk berkonsentrasi, dan banyak hal lain.

10. Orgasme memiliki hari mereka sendiri
Tandai kalender Anda: Tanggal 8 Agustus adalah ‘Hari Orgasme Perempuan Internasional’. Didirikan oleh warga negara Brazil bernama Arimateio Dantas, hari tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap seksualitas perempuan dan untuk mendorong perempuan agar lebih terbuka dalam mendiskusikan kehidupan seks mereka.

Apakah yang menjadi inti dari “The Big O”? Entah bagaimana Anda melakukannya, orgasme merupakan sesuatu yang sehat dan alami. Sayangnya, banyak wanita yang masih malu untuk berbicara tentang orgasme maupun masalah mungkin mereka alami, baik itu dengan pasangan ataupun dengan dokter mereka.

Mengalami masalah dengan fungsi seksual adalah sesuatu yang normal. Sejumlah 43 persen wanita di beberapa titik dalam kehidupannya mengalami permasalahan yang oleh komunitas medis disebut sebagai disfungsi seksual wanita.

So, janganlah merasa canggung untuk meminta apa yang Anda butuhkan dari pasangan Anda, dan terutama jangan malu berbicara dengan terapis ataupun instruktur sex exercise Anda tentang masalah apa pun yang mungkin Anda alami.

Jujurlah pada mereka, pada pasangan Anda, dan terutama pada diri anda sendiri, maka Anda akan dapat menemukan cara untuk mencapai orgasme yang lebih baik, lebih dahsyat, dan lebih sering.

Dipublikasikan:
Pada: Senin, 14 Desember 2015 ? 21:30 WIB
Website: Sumber

Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...